TIPS: Webcamera Lenovo S340 tiba-tiba tidak keluar gambar.

Hallo semua,

Apa kabar?

Ditengah Covid-19, hari ini mendapatkan pengalaman luar biasa. Semoga tips yang akan disampaikan ini berguna bagi rekan-rekan sekalian.

Pagi ini, tiba-tiba terjadi kehebohan, karena saat Zoom sekolah yang mengharuskan open camera, tiba-tiba webcam di laptop tidak dapat hidup. Lampu indikator di sebelah webcam hidup, akan tetapi tidak ada gambar dan hanya layar hitam saja.

Waduh… mateng ini, bagaimana menjelaskan ke guru, mana pagi ini ada test pula. Coba update driver yang tersedia di Windows 10, tidak menemukan update apa-apa. Uninstall dan reinstall driver terbaru dari website Lenovo support, juga tidak membuahkan hasil.

Anda familar dengan situasi yang kami hadapi? 🙂

Ternyata oh ternyata….

File di website Support Lenovo, walaupun memiliki nama serta atribut (versi) yang sama persis, perlu kita cermati tanggal uploadnya. Dari hasil ngoprek ½ hari, akhirnya ditemukan, yang masih dapat berfungsi normal adalah driver camera tertanggal 9 Desember 2019.

Berikut ini tangkapan layar, dapat anda saksikan bahwa keduanya memiliki versi yang sama persis. 🙂

Jadi yang mengalami kendala, webcam laptop anaknya tidak berfungsi, dapat mendownload driver berikut ini:

Driver WebCam yang berfungsi:
https://pcsupport.lenovo.com/us/en/products/laptops-and-netbooks/ideapad-s-series-netbooks/s340-14iwl/downloads/ds506317

Apabila setelah melakukan install driver diatas belum berhasil, maka coba anda meng-Update laptop anda ke BIOS (S340 – ideapad 14API) terbaru:
https://pcsupport.lenovo.com/us/en/products/laptops-and-netbooks/ideapad-s-series-netbooks/s340-14api/downloads/driver-list/component?name=BIOS%2FUEFI

Baru kemudian anda install ulang driver webcam yang telah anda download.

Semoga bermanfaat.

#StaySafe
#StayHealthy

Salam,

BanyakGaul
Twitter: @BanyakGaul

Solusi mengirimkan file ukuran besar langsung dari ponsel!

Hi Gaes,

Tentunya pernah mengalami, mau mengirimkan data/dokumen langsung dari ponsel (contoh: file video), ternyata ukuran filenya sangat besar (Jumbo). Dikirimkan lewat WhatsApp atau email tidak bisa karena terbentur file size maksimal. Belum lagi, apabila pada saat yang sama, orang yang dituju juga belum terhubung ke Wi-Fi, lalu bagaimana solusi-nya?

Tanpa diduga saya menemukan aplikasi di Samsung yang bernama Link Sharing.

Dengan aplikasi Link Sharing, kita bisa mengirimkan file-file besar langsung dari ponsel tanpa ribet & pusing.

Cara kerjanya, file tersebut akan dikirimkan dan di simpan pada Samsung Cloud selama 2 hari. Orang yang dituju akan mendapatkan link untuk mengunduh. Jadi mereka dapat menentukan sendiri kapan serta menggunakan perangkat apa, mereka ingin mengunduh kiriman kita.

image

Cara menggunakan?
Pilih file yang ingin dikirimkan, kemudian tap Share.
Pada pilihan Share, temukan icon Link Sharing.

image

Apabila kamu belum pernah mengaktifkan fitur Samsung Social, ini saat yang tepat, karena fitur tersebut merupakan bagian dari Samsung Social.

image

Setelah upacara selesai, kita bisa cek status pengiriman pada aplikasi Link Sharing.

image

Oh ya, tentunya kita juga dapat mengatur Link Sharing hanya mengirimkan file saat ponsel terhubung ke Wi-Fi. Silahkan jalan-jalan ke Options (Settings) dan aktifkan Use Wi-Fi only.

image

Hal yang harus menjadi perhatian teman-teman, karena yang di share adalah link, maka siapa-pun yang mengetahui link tersebut dapat mengunduh file yang kita unggah. Jadi used it with extra care ya. 🙂

image

Nah berkat Samsung, sekarang makin mudah mengirimkan dokumen (file ukuran Jumbo) ke mana-mana langsung dari ponsel kita bukan?

Sampai ketemu lagi di tips & trick berikutnya. 🙂

Salam,

BanyakGaul
12/06/2020

#WFH dan New Norma.

Apabila sebelumnya, banyak orang tua (generasi Baby Boomer) yang tidak mengerti apa yang dilakukan anaknya di rumah. Ditanya katanya kerja, tapi kok tidak berangkat ke kantor, kantornya dimana? Bagi angkatan Baby Boomer, bekerja di kantor menunjukan suatu tingkat prestige tersendiri.

Covid-19 memaksa semua orang untuk bekerja dari rumah, tak terkecuali dari seorang direktur perusahaan ternama, hingga hanya seorang staff admin, terkecuali beberapa industri pelayanan masyarakat yang memang tidak bisa tutup (contoh: bank, rumah sakit, kantor pemerintahan).

We are all in the same storm.

Pandemi Covid-19, menyebabkan dalam waktu sangat singkat semua manusia di muka bumi masuk ke dalam situasi Krisis. Bahasa Mandarin untuk Krisis adalah : 危机 (wēi jī) berasal dari kata 危险 (wēi xiǎn, artinya: bahaya) dan 机 会 (jī huì, artinya: kesempatan). Jadi di setiap krisis walaupun memang memiliki bahaya, namun juga mengandung kesempatan yang menuju kepada harapan/ kesuksesan.

Setiap Krisis berdampingan dengan Kesempatan

Setiap orang dapat mengubah lingkungan sekitar. Hal tersebut bukan karena siapa yang mempunyai bakat, hanya saja kebanyakan orang kurang memperhatikan kemampuan dirinya untuk “memahami lingkungan”. Kemampuan semacam ini bukanlah misterius atau mistik. Asalkan mau berusaha, semua orang pasti bisa melakukan.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan panduan untuk bekerja di situasi new normal. Panduan New Normal itu tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Jadi yang harus kita lakukan saat ini adalah beradaptasi, bagaimana cara kita dapat merubah krisis saat ini menjadi sebuah peluang yang menguntungkan.

Jika sepanjang hari seseorang hanya bisa mengeluh dan mengasihani diri sendiri, maka orang tersebut tidak akan mempunyai waktu dan semangat untuk merencanakan bagaimana bisa pulih seperti sediakala.

Krisis adalah Peluang

Banyak praktisi keuangan yang memberikan kiat-kiat bagaimana orang (diharapkan) dapat melewati krisis dengan aman. Tips mengatasi defisit keuangan dari seorang sahabat:

Tips: Defisit Keuangan (@GiedKomala)

Keadaan yang tidak menguntungkan itu tidaklah menakutkan. Yang ditakutkan itu ketika diri sendiri tidak mau sekali lagi menghadapi keadaan yang tidak menguntungkan itu, sedangkan bagaimanapun juga keadaan yang tidak menguntungkan adalah sebuah jalan lebar dan rata menuju suatu kebenaran.

Kita juga patut membuka diri, bahwa selain mengecilkan pengeluaran kurang penting (seperti rekomendasi @GiedKomala), hal lain yang dapat kita lakukan adalah menambah sumber pendapatan!

Kondisi Makro – New Normal Indonesia (Sumber: Sucipto Asan)

Menurut penelitian (survei) beberapa lembaga survei internasional, Kondisi Makro – New Normal Indonesia termasuk baik di-dukung oleh konsumsi domestik yang sangat besar.

Di saat kita mempersiapkan diri akan NORMA BARU, dunia yang baru. Sebagai seorang BANGSAWAN (bangsa karyawan), pada saat masa perbaikan (recovery), dan dilema Pengusaha memperhatikan kondisi pekerja-nya serta mempertahankan perusahaan tetap hidup. Sebaiknya kita mulai melirik-lirik usaha/kesempatan yang dapat mulai kita lakukan dari rumah sebagai backup income (#DiRumah #WFH #DiRumahSaja #Covid19 #KetahananEkonomiKeluarga).

Saya sedang mencari mitra usaha (dengan modal UMKM) bagi sebuah teknologi Jepang, yang dapat digunakan mengolah produk di rumah kita menjadi sangat berguna. Teknologi Jepang tersebut telah berada di pasar sejak tahun 1974, awalnya digunakan di Rumah Sakit-Rumah Sakit dan baru 20 tahun terakhir ini mulai di distribusikan untuk area commercial & rumah pribadi.

Bayangkan di era new norma, dimana kita harus memperhatikan kesehatan keluarga, kemana-mana harus membawa cairan sanitizer, berapa banyak penambahan pengeluaran yang perlu di budgetkan? Belum lagi, kita perlu mencari sanitizer yang ramah linkungan serta ramah terhadap diri kita dan keluarga.

Apabila Teknolgi Jepang diatas, dapat digunakan untuk mengolah produk di rumah kita menjadi sanitizer yang aman serta ramah dan memberikan solusi bagi anda demi #KetahananEkonomiKeluarga dengan bekerja #DiRumah saja, apakah anda mau tahu?

Segera hubungi 08 satu 6 . 954.6 tiga 5

Menghadapi permasalahan jangan dibawa emosi di dalam hati, hadapilah dengan kepala dingin. Carilah cara yang tepat untuk menghadapi situasi, percayalah “krisis itu adalah perubahan yang menguntungkan.

Survival instinct

Sampai bertemu di New Norma.

#StaySafe
#StayHealthy
#DiRumahAja
#EkonomiKeluarga

New NORM bukan NORMAL baru!

Banyak orang yg menerjemahkan New Norm menjadi Normal baru.
Hal ini tidak benar.

Kata bahasa Inggris NORM maka bahasa Indonesianya adalah NORMA.
Jadi New Norm yangg dimaksud adalah NORMA BARU. Yaitu tatanan baru (dalam kehidupan). Tatanan ini dianggap baru sebab sangat berubah dengan tatanan lama.

Hidup manusia saat ini
Hidup Manusia saat ini

Contohnya:
Kalau dulu ketika kita bertemu orang maka kita akan mengulurkan tangan untuk berjabat-tangan… 
Nantinya dalam “New Norm”….  Berjabat-tangan dipantangkan.

Kita biasa jual-beli secara fisik… Bisa lihat dan pegang barang.. Maka di Norma baru jual-beli lewat virtual.

Contoh lain…
Sebelum Pandemi Covid-19, bekerja dari rumah dianggap tabu oleh sebagian orang, saat ini semua diharuskan bekerja dari rumah.

Saya di rumah tapi uang saya keluar rumah terus
Uang keluar rumah terus

Saat kita kembali ke kantor nanti, akan muncul situasi – situasi baru yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. Pihak Managemen sudah mulai memilah-milah mana pekerjaan yang harus dilakukan dari kantor serta siapa saja yang harus bekerja dari kantor.

Kalau ada satu orang karyawan saja yang terdeteksi menjadi PDP (Pasien Dalam Pengawasan) COVID-19, maka kantor dan pabrik tersebut harus ditutup dan karantina sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai peraturan dari Pemda setempat. Hal ini sangat menakutkan pengusaha dan pemilik pabrik karena itu artinya pabrik harus berhenti produksi dan beroperasi. Bisa terbayang berapa kerugian yang akan ditanggung kalau hal tersebut sampai terjadi.

Itulah alasan kenapa banyak pabrik yang cukup disiplin memberlakukan protokol kesehatan cegah COVID-19, seperti penerapan screening suhu tubuh, pemantauan gejala saat memasuki area pabrik, pergantian shift, memastikan sirkulasi udara yang baik dan fasilitas kebersihan memadai termasuk fasilitas cuci tangan sebelum memasuki kawasan pabrik. Bahkan tidak sedikit juga yang menyisihkan anggarannya untuk pengadaan bilik disinfektan di pabriknya.

Namun muncul masalah baru karena cairan yang digunakan dalam bilik disinfektan menyimpan resiko kesehatan serta juga relatif mahal harganya. Hingga akhirnya dua bulan lalu Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR menginisiasi penggunaan cairan anolyte antiseptik penyemprot pada bilik sanitasi yang aman dan ramah lingkungan dengan proses elektrolisa larutan garam menggunakan teknologi Jepang (baca: dari mesin Kan-Gen Water)

https://www.unair.ac.id/site/article/read/2908/pakar-unair-inisiasi-pembuatan-anolyte-disinfektan-yang-aman-dan-ramah-lingkungan.html

Tidak hanya UNAIR, tetapi PMI Kota Bitung Sulawesi Utara bahkan juga di beberapa rumah sakit memberlakukan hal sama. Ini bisa dimaklumi mengingat selain aman dan ramah lingkungan, pembuatan bahan sanitizer dengan cara elektrolisa larutan garam menggunakan mesin Kan-Gen water ini terbilang efisien karena hanya membutuhkan ½ bungkus garam dapur senilai Rp 9.000- dan air PDAM tetapi mampu menghasilkan sekurangnya 100 liter bahan sanitizer. Untuk info lanjut bagaimana Perusahaan / Pabrik anda dapat melakukan penghematan, hubungi (+62 . 8 Satu 6 . 95 Empat 6 35)

Apakah itu semua dianggap Normal Baru??? Kemungkinan besar tidak. Mungkin sebagian hanya sementara karena dianggap tidak normal.

Oleh karena itu, marilah kita sadari bahwa NEW NORM terjemahan Indonesianya bukan normal baru, akan tetapi NORMA BARU

Selamat datang Norma Baru dalam kehidupan ini.

Salam,

BanyakGaul
20/05/2020

FAKTA MENGEJUTKAN apa yang ANDA KETAHUI dan mereka tidak?

Hola Semua,

Telah beberapa bulan lamanya, tanpa disangka dan diduga, cara kita melakukan segala sendi kehidupan kita berubah secara drastis.

Segala sesuatu yang sebelumnya tidak bisa dilakukan secara online, dipaksa untuk dilakukan secara daring (onilne). Di mulai dari tidak boleh keluar rumah (physical distancing), hingga harus membeli segala sesuatu secara daring (online), sekolah dari rumah (home schooling), beribadah secara daring (online), meeting perusahaan dilaksanakan secara daring (video conference), serta belajar hal-hal baru lewat video (misal: youtube.com)

Banyak hal yang menguncang kenyamanan kita, mulai dari kita harus belajar banyak hal-hal baru, misal belajar memasak (karena bosan dengan makanan itu-itu saja), membuat kue, bahkan sampai belajar cara memotong rambut.

Di awal tentu banyak dari kita yang mengharapkan hal tersebut untuk segera berlalu, dan setelah berlarut-larut yang kita harapkan saat ini adalah berdamai dengan Covid-19 dan menerima “normal” yang baru.

Akan sangat menarik untuk melakukan penelitian iseng, bagaimana pemandangan dunia Internet di tengah pandemi saat ini, apakah ada perubahan yang masif? Serta bagaimana kita dapat memanfaatkan kejadian yang telah merubah kehidupan orang diseluruh dunia ini?

Sekitar 10 hari yang lalu, kami membuat satu website baru berupa blog, dan secara resmi baru diumumkan ke sosial media sekitar 7 hari yang lalu. Setelah berjalan 7 hari, mendapatkan total hits sebanyak 23.000. Berikut ini beberapa data yang dapat kita analisa..

Dari Diagram dibawah ini, terlihat bahwa, website tersebut kebanyakan diakses menggunakan perangkat dengan OS
1. Android (ponsel pintar)
2. Windows
3. iOS “iPhone” (ponsel pintar)
4. Linux

Dengan data sederhana di atas, sangat jelas terlihat bahwa MobileOS adalah masa depan saat ini. Orang-orang sangat bergantung pada ponsel pintarnya untuk mengakses dunia maya (internet) dibandingkan menggunakan komputer.

Minimal yang dapat digaris bawahi pada bagian ini adalah kehadiran brand di dunia maya (internet) sudah menjadi sesuatu yang menjadi keharusan. Brand bukan hanya merujuk pada Perusahaan/korporasi tapi juga personal branding (diri anda). Hanya kita juga patut menyadari bahwa Dunia Maya dan Dunia Nyata saling berhubungan, apa yang anda lakukan secara daring juga merefleksikan konsekwensi di dunia nyata.

Yang kedua, tools yang dipilih juga harus dipastikan mengakomodasi perangkat ponsel, baik dari sisi tampilan maupun interaksi. Kita sampai pada hal penting berikutnya, browser apa saja yang banyak digunakan untuk berselancar di dunia maya?

Data berikut ini memberikan sedikit gambaran, peramban internet yang banyak digunakan orang saat ini:
1. Google Chrome (merujuk pada data diatas, kemungkinan peramban bawaan ponsel Android)
2. Samsung Browser (bawaan ponsel Android merek Samsung)
3. Safari (peramban bawaan iOS dari Apple)
4. Peramban internet ponsel lainnya

Apabila kita membuat website dengan target utama di-optimalkan untuk peramban Google Chrome, minimal website tersebut dapat diakses oleh 60% populasi dengan baik. Kita dapat menambah kompatibilitas website kita dengan memastikan website tersebut mendukung peramban Samsung Browser & Safari (iOS).

Setelah kita mengetahui apa saja yang perlu dipersiapkan, salah satu faktor penentu yang harus diperhatikan adalah, bagaimana kita memasarkan kehadiran kita di dunia maya.

Untuk hal satu tersebut, saya mempercayakan pada ibu Fong Tajuni. Beliau seorang usahawan yang sukses, bergerak dalam bidang export-import (kipas angin industri), pendiri komunitas dengan misi agar para Wanita memiliki waktu MeTime yang berkualitas, Distributor Enagic, Coach bisnis Internet serta seorang istri & ibu yang luar biasa.

webminar fong tajuni whatsapp image 2020 05 06 at 10.50.26

Coach: Fong Tajuni

Untuk mengikuti webminar gratis yang diadakan oleh ibu Fong Tajuni, anda dapat mendaftar dari link berikut ini:
https://bit.ly/daftarwebminargratis

Demikian tulisan singkat hari ini.  Semoga bermanfaat.

Tetap semangat, berdamailah dengan keadaan, karena pada akhirnya yang akan melanjutkan hidup adalah mereka yang cepat beradaptasi dengan keadaan.

Bagaimana-pun hidup itu untuk menghadapi kondisi tidak terduga!

Salam Covid-19,

BanyakGaul
18/05/2020

The new normal that is (at first) up-normal!

Hi Gaes,

Pa kabar? Sudah lama tidak menulis dan baru kali ini kesampaian lagi sekedar mencoretkan tulisan-tulisan singkat yang semoga bermanfaat bagi teman-teman sekalian.

Masa krisis yang tidak di-antisipasi sebelumnya ini, memukul semua kalangan pelaku usaha mikro kecil menengah bahkan besar. Para pengusaha terpukul, mengejar omzet bulanan menjadi sangat sulit dan mereka kelabakan menghadapi perubahan drastis.

Yang tadinya berharap bisa menikmati “madu” kenaikan omzet di bulan suci Ramadan dan Lebaran, menjadi bisa bertahan saja sudah bagus. Seraya terus berdoa, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir, setidaknya pada Juli 2020 mendatang, seperti diprediksi sejumlah pengamat.

Memasuki bulan kedua, banyak yang berupaya menerima keadaan dengan lapang dada. Begitu jalan yang mau tidak mau harus dilakukan, cara menghadapi krisis mulai berubah. Mengecilkan keluhan, memperbesar harapan. Banyak pengusaha yang mulai menemukan ritme kerja baru untuk bertahan di tengah pandemi.

Tiga hal penting ditengah pandemi Corona adalah:

PERTAMA, DI TENGAH BENCANA TERNYATA MENGHADIRKAN PELUANG.
Pada setiap situasi, bagaikan dua sisi mata uang. Selalu ada sisi positif dan negatif-nya, tergantung dari cara pandang kita.

Bila kita melihat dan mendengarkan sekeliling kita berdasarkan keyakinan yang kita miliki, otak kita secara otomatis menutup pikiran terhadap informasi-informasi yang ada kecuali yang cocok dengan keyakinan kita. Oleh karenanya, bisa jadi kita melewatkan banyak kesempatan baik untuk bertahan bahkan berkembang.

Jadi yang pertama perlu kita buka adalah mindset (cara berpikir) kita, agar kita dapat mendapatkan peluang yang mungkin muncul di tengah ketidakpastian.

KEDUA, KRISIS JUGA MELAHIRKAN FLEKSIBILITAS.
Hal ini bisa dibuktikan dengan cara para pengusaha menangkap peluang usaha. Menyesuaikan produksinya dengan kondisi baru yang ada (PSBB, social distancing, dan lain-lain). Fleksibilitas juga mengharuskan pelaku usaha adaptif dengan keadaan. Mereka dituntut untuk belajar lebih banyak, bekerja lebih cerdas, lebih produktif dan lebih efektif. Juga mampu mengantisipasi pekerjaan yang datang tiba-tiba.

Yang biasanya membuat dompet, tas, rajut, daur ulang, beralih membuat baju hazmat, masker maupun APD.

Pengusaha online yang biasa berjualan sepatu dan dapat hidup dari hasil berjualan sepatunya, di masa pandemi ini karena orang tidak pergi keluar, otomatis penjualan sepatu jadi berhenti. Oleh karena itu mereka memerlukan ketrampilan baru, misal memasak, atau hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk bertahan hidup. Pertanyaannya apakah mereka mau melakukannya? Perubahan itu bagus, akan tetapi perubahan tidak pernah mudah.

KETIGA, MUNCULNYA GERAKAN SOLIDARITAS.
Ada pepatah, carilah teman saat kondisimu terpuruk. Karena teman yang didapatkan di saat kondisimu terpuruk biasanya adalah kawan sejati.

Di saat seperti ini, muncul gerakan-gerakan sosial berbagi dan bertumbuh bersama, memberikan ruang “bernapas” kepada teman untuk bersama bangkit dari impitan krisis ekonomi.

Contoh: membeli barang dagangan teman dan membantu promosikan, ada yang menyediakan laman sosial media mereka menjadi ajang promosi bagi kawan-kawannya bahkan mengendorse produk teman.

Ya, sebagai manusia yang sejatinya adalah mahluk sosial, kita wajib saling membantu. Dunia ini sudah penuh dengan orang-orang negatif, mengapa kita tidak menjadi yang pertama untuk positif?

Dalam rangka pandemi Covid-19, dimana banyak hal yang dulu tidak bisa dibeli secara online dan sekarang mau tidak mau semua harus dilakukan secara online… yuk mari kita sama-sama belajar ilmu baru dari seorang coach ibu Fong Tajuni.

Ibu Fong Tajuni memiliki usaha konvensional sebagai importir kipas angin industri, mengelola komunitas Kinsmom (dengan misi bagaimana wanita dapat memiliki waktu MeTime bekualitas), serta segudang aktifitas lainnya.

Untuk detail pendaftaran webminar-nya dapat klik pada link atau gambar berikut ini:

 

Semoga hal-hal yang telah dibagikan diatas, dapat membantu rekan-rekan sekalian bersama-sama kita melewati masa sulit pandemi Covid-19.

Selalu ada jalan keluar bagi yang mencari dengan sepenuh hati….

 

Sampai jumpa kembali,

BanyakGaul
06/05/2020

3 hal yang saya kehilangan di Galaxy Note 10+ (dibandingkan S9+).

Selamat pagi! 🙂

Setelah pada menerima unit Galaxy Note hasil PO tanggal 22 Agustus 2019 kemarin (pstt… ada yang beli online dan dapat lebih cepat loh!) yang berikutnya ditunggu-tunggu adalah SGI bukan? Apa tuh SGI? Samsung Gift Indonesia… tapi belum ada yang menarik seperti biasanya nih…

Anyway, pada saat ini, saya ingin membagikan apa yang saya rasakan setelah beberapa waktu menggunakan Galaxy Note 10+ dibandingkan S9+. Yuk, mari kita intip:

1. Cara membuka lock screen menggunakan IRIS mata
Salah satu hal yang paling saya rasakan saat pindah dari S9+ ke GN10+ adalah membuka lock screen menggunakan IRIS scanner. Kenapa? Karena IRIS scanner bekerja dalam kondisi ruangan gelap, sedangkan face scanner bekerja dengan pencahayaan yang cukup. Ya, perlu waktu untuk adjust.

2. Notifikasi LED light.
Entah terbiasa dari jaman BlackBerry (BB), tapi selama ini kita dimanjakan dengan melihat indikator lampur LED pada bagian atas smartphone, tergantung warna yang muncul, maka kita akan mengetahui, pesan masuk dari aplikasi apa yang telah kita terima.

Walaupun di GN10+ ada yang namanya edge lightning, akan tetapi pada prakteknya, hanya akan memberikan cahaya sebentar (pada setting long) dan tidak terus menerus menyala hingga kita menghapus notifikasi tersebut. Kembali, mungkin perlu membiasakan diri, agar beradaptasi dengan cara yang baru. 🙂

3. Bagian yang hilang dari Samsung Health?
Ada yang bisa tebak, kemampuan apa yang hilang dari Samsung Health?

Kedua-nya sama-sama menampilkan stress level & hasil detak jantung, akan tetapi….. pada S9+ kita dapat melakukan pengambilan pengukuran menggunakan HP sedangkan di GN10+ hanya bisa menampilkan tanpa dapat melakukan pengukuran.

Hal tersebut disebabkan karena di GN10+ sensor pada bagian belakang HP digantikan oleh camera ke-empat (ToF). Dulu dapat mengukur detak jantung dan tingkat stress, sekarang berfungsi sebagai 3D scanner. 🙂 Dapat membuat video object secara 3D, menggunakan aplikasi khusus (download dari Samsung App Store).

Kabar baiknya, di HP Samsung mendukung aksesoris pihak ke-tiga menggunakan bluetooth, contohnya untuk timbangan, saya menghubungkan ke Xiaomi Weight Scale (Mi_Scale) dan berfungsi baik loh!

Ya, itu 3 hal yang saya temukan dalam beberapa hari ini.. tentunya lebih afdol apabila dibuat dalam bentuk video, akan tetapi, kebetulan sedang kurang enak badan dan suara hilang. Jadi bagi rekan-rekan yang ingin melihat review-review berikutnya dalam bentuk video, boleh tinggalkan komen dibawah ya.

Terima kasih. Sampai jumpa kembali…

 

Salam,

BanyakGaul

3 cara unik mematikan Galaxy Note 10.

Hola semua,

Bagaimana kabarnya saat ini? Luar biasa ya?

Siapa yang sudah order Galaxy Note 10? Karena tombol fisik-nya tambah sedikit, tentunya pada bertanya-tanya bagaimana cara mematikan HP tersebut ya?

Nah ini 3 cara untuk melakukannya:

1. Tekan tombol Volume Down + Power bareng
Tekan kedua tombol tersebut Dan akan muncul menu power

2. Tekan menu power di notifikasi pada home screen
Akan muncul menu power juga

Screenshot_20190822-202036_One UI Home.jpg

3. Reassigned tombol Bixby
Kali ini, Samsung sudah build in menu untuk mengganti/program ulang tombol side keys. Lihat screen capture. Default Bixby dapat dirubah menjadi power.

Screenshot_20190822-200843_Settings.jpg

Nah, sekarang tidak pusing lagi kan?

Sampai jumpa di tips berikutnya.

 

Salam,

BanyakGaul

Kecil-kecil merah cabe rawit.

Hi,

Kali ini kami penasaran dengan handphone flagship yang fiturnya tidak lengkap… contoh: tidak memiliki module InfraRed (buat ngisengin TV di warung Padang – ha ha ha ha) Pastinya sesuatu banget, karena pada saat dibutuhkan, kita tidak dapat menemukan remote (TV, decoder, A/C, lampu, dan lain-lain). Awalnya kami ingin membuat sebuah video singkat, tapi karena waktunya tidak memungkinkan, jadinya kami hanya membuat tulisan singkat ini.

Smartphone terbaru, mau yang harganya di sekitaran 10jt maupun yang seharga motor NMAX, tetap sudah tidak memiliki module iR blaster. 🙂 Yang membuat kesal, saat dibutuhkan, kita susah mencari remote yang dibutuhkan.. apalagi di area public, dimana kadang yang diputar adalah saluran yang kurang kita sukai dan tidak ada yang menontonnya selain kita (contoh: ruang tunggu klinik). Pikir kita, betapa bahagiannya apabila kita dapat merubah channel tersebut.

Di website eCommerce lokal (pasti tahu apa saja donk?), module IR ini harganya bervariasi, akan tetapi bila anda tekun & sabar mencari, Baseus R02 dapat anda boyong pulang dengan harga dibawah Rp. 80rb loh! Kemarin karena ingin menggunakan voucher flashsale, yang dikembalikan tapi berbatas waktu, akhirnya beli barang ini deh (di lokal banyak yang kosong).

Kami mencoba merek Baseus, karena merek ini cukup terkenal sebagai pemain lama. Bentuknya mungil dan disertai cover bergantungan kunci untuk membawanya.

Module IR ini memiliki 3 buah warna, hitam, perak & merah. Karena ingin tampil beda, maka kami memutuskan yang berwarna merah. Berani tampil beda? Bukan, supaya kalau tercecer mudah terlihat 🙂

Barang aslinya sangat kecil… di dalam kotak minimalis hanya ada petunjuk penggunaan (kami tidak lihat dalam bahasa apa), kemudian cover silicon (kondom?) untuk membawa dongle ini, terlihat tipis dan sedikit ringkih. Entah kalau sudah dikeluar masukan beberapa kali apakah akan melar atau tidak.

20190223_112500.jpg

Pada siliconnya ada tulisan Baseus.

Menurut info yang kami cari di Internet, disarankan menggunakan aplikasi remote Zaza remote, dapat di download di google playstore. Saat dicoba cukup baik, belum ada device (TV, A/C, decoder, dan lain-lain) yang tidak dapat dikendalikan. Sekiranya database mereka tidak menemukan yang cocok, maka secara otomatis aplikasi zaza dapat diprogram untuk belajar dari remote bawaan mesin yang masih berfungsi.

Kesimpulannya, apa-pun masalah apa, selalu ada solusinya diluar sana… Tetap semangat ya! 🙂

 

Salam,

BanyakGaul

OMG! My FB Hacked!!! *Scream!@#$$$$!@

Hi,

Apa kabar?

Sesuai judul, pastinya kita panik kalau akun sosial media kita kena di-bajak ya… bukan apa-apa sih, tapi banyak yang laporan kalau dimintai uang lah, apa lah… macam-macam deh… Nah, kali ini, kami akan sharing bagaimana cara mengambil alih serta mengamankan account Facebook. Setuju?

Pada saat anda mengetahui account Facebook anda telah diambil alih… langkah pertama yang harus anda lakukan adalah:
1. Segera rubah password email anda!
2. Aktifkan 2-Factor Authentication pada sistim email anda (misal gmail).

Karena biasanya, bobol dari sistim email baru masuk ke account sosial media. Biasakan selalu menggunakan password berbeda untuk aplikasi berbeda.

Berikutnya untuk mengambil alih kembali account anda lakukan minta tolong kawan dalam pertemnan anda untuk melaporkan ke Facebook bahwa account anda telah dibobol / ambil alih / dibajak orang tidak bertanggung jawab dengan cara:

1. Buka halaman teman anda, kemudian klik pada tanda 3 buah titik (), tekan Give feedback or report this profile

2. Selanjutnya pilih “I want to help” berikutnya “Hacked” dan tekan “Send

3. Selanjutnya Facebook akan mengkonfirmasi bahwa laporan kita telah diterima. Anda bisa menekan tombol “Done

Apabila kawan anda ada di dekat anda, silahkan mengakses bagian “Help Center” di sana ada pertolongan pertama bagi account yang kena bajak.

Selesai drama pembajakan, berikutnya yang harus dipastikan adalah kita mengamankan account Facebook dengan cara mengaktifkan 2 langkah login (2-Factor Authentication). Jadi selain password, biasanya kita juga akan diminta memasukan 6 angka nomor acak yang dikirimkan lewat SMS / menggunakan aplikasi Authenticator lainnya. Memang sedikit jadi lebih ribet, akan tetapi account kita menjadi lebih aman.

Langkah-langkahnya adalah seperti berikut ini:

1. Tekan tombol “segitiga terbalik” pada sisi kanan atas Facebook dan pilih “Settings

2. Pada menu sebelah kiri yang ditampilkan, pilih “Security and Login

3. Pada halaman bagian kanan yang terbuka, bergulirlah ke bawah hingga anda menemukan “Two-Factor Authentication” Aktifkan dengan mengklik “Edit” pada sisi kanan.

4. Yang perlu diaktifkan juga adalah, bagian bawah dari Two-Factor Authentication, yaitu:
a. kita mendapatkan peringatan begitu ada upaya masuk account kita yang tidak dikenal
b. Pilihlah 3 – 5 orang kawan dekat yang anda percaya, sehingga saat account anda kena bajak, mereka bisa mengirimkan kode ke anda untuk mengambil alih kembali account anda.

Demikian langkah-langkah mengambil alih account Facebook anda yang kena di-bajak. Semoga bermanfaat.

 

Salam hangat,

B2B Team

#HavePassion
#GiveCompassion
#ChangeYourWaterChangeYourLife

%d bloggers like this: