3 Tanda Anda harus segera berhenti dari pekerjaan sekarang!

Sekali-kali, mari kita berbicara mengenai masa depan…  Orang bijak berkata, “Anda 5 tahun mendatang tetap Anda yang sekarang, yang pasti berbeda adalah 5 orang terdekat Anda serta buku-buku yang Anda baca!”
Berikut ini tulisan dari seorang kawan.. saya ketik ulang agar dapat Anda nikmati dan semoga berguna bagi perkembangan diri Anda serta menjadi berkat bagi keluarga Anda.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =  START…  = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Bulan ini, dua rekan kerja saya resign.  Mereka bukan sekedar konco gawe biasa, tapi juga partner in crime dalam bermain, belajar, ngegosip, ngebully, dan teman tidur yang menyenangkan (kata Umar, kita bisa tahu karakter seseorang setelah bepergian dengannya, berbisnis dengannya, dan tidur di rumahnya).
Dua-dua-nya pindah ke perusahaan start-up.  Kawan pertama pindah ke online travel agent yang katanya berpotensi menjadi the first start-up unicorn di Indonesia (perusahaan dengan valuasi 1 milyar USD).  Kawan ke dua pindah ke perusahaan FMCG dairy products dari Thailand yang produknya akan masuk ke pasar Indonesia.
Tentu saya merasa kehilangan, sambil mengelus perut dan bertanya, “situ kapan bro?”  Bagi generasi Milenials seperti kami, berganti pekerjaan bukanlah sesuatu yang tabu.  Menurut statistik, 80% beranggapan bahwa waktu ideal bekerja di satu perusahaan adalah maksimal 3 tahun.  Dan itu berarti kami bisa berganti pekerjaan hingga 15-17 kali dengan 5 bidang karir yang berbeda.  Bahkan 55% generasi ini ingin membuka perusahaannya sendiri.
Sejak lulus kuliah dan mencoba belajar di dunia korporasi pada tahun 2012, saya sudah pindah 4 perusahaan.  Mengajukan surat pengunduran diri bukanlah sesuatu yang asing, tapi berdasarkan pengalaman pribadi, ada tiga syarat dimana kita wajib mengajukan surat cinta ini:
  1. Mengalami Stagnasi

Masih melakukan pekerjaan yang persis sama seperti 2 tahun lalu?  Maka ada dua kemungkinan.

    Pertama, anda semakin ahli (specialist expert), atau kemungkinan kedua: anda ngak kemana-mana lagi (stagnan).  Bagaimana membedakannya?  Sederhana…
    Cukup ajukan pertanyaan kepada diri sendiri: “Apakah saya belajar hal baru?  Apakah saya bertemu orang baru?  Apakah saya memberikan kontribusi baru?”
    Jika jawabannya tidak, maka selamat bertemu dengan makhluk setengah dementor bernama Stagnansi.  Ia akan menyeret korbannya ke zona nyaman dan perlahan-lahan menyedot perkembangan hidup si korban.
  1. Tidak ada inspirasi
    Ketika Anda bangun pagi dan berdoa ada badai salju agar tidak perlu ke kantor hari ini, maka itu adalah tanda tiadanya inspirasi.  Saat Anda merasa bosan dan berharap segera pulang, maka itu adalah pertanda gairah yang hilang.  Saat pekerjaan menjadi tuntutan kewajiban, maka setiap tanggung-jawab terasa seperti beban.
    Pekerjaan yang baik harus membuat anda bersemangat bangun pagi, tertawa saat sibuk di siang hari, dan tersenyum ketika pulang di malam hari.  JikaAnda tidak bahagia, berarti ada yang saah dengan pekerjaan Anda, atau cara Anda memaknai pekerjaan itu.
  1. Mengejar mimpi
    Mark Zuckerberg mengembangkan Facebook saat belum genap berusia 20 tahun, Henry Ford memulai Ford Motor di usia 39, Colonel Sanders membuka gerai KFC pertama di umur 65.  Intinya: orang akan mengingat karya Anda, bukan usia Anda.  Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan yang membawa kebaikan.
    Ketika Anda sadar jika Tuhan menciptakan Anda bukan untuk melakukan pekerjaan ini dan memiliki “panggilan” untuk melakukan sesuatu yang lain, maka waktunya mengikuti panggilan itu.  Jangan membunuh suara hati kecil Anda.
POSISI versus KONTRIBUSI
    Bagaimana jika tujuan pindah kerja untuk mencari penghidupan (gaji) yang lebih baik?  Tentu itu wajar dan manusiawi.  Tapi anehnya, hampir semua orang hebat (entrepreneur, direktur, pejabat public) yang saya temui dan baca biografinya tidak meletakkan bayaran sebagai motivasi utama.  Mengutip Robert T. Kiyosaki:
    “Hanya kelas menengah yang bekerja demi gaji”.
    Oleh karena itulah, juga demi menghindari pajak, CEO perusahaan besar seperti Steve Jobs (Apple), Sergery Brin (Google), atau Lee Lacocca (Chrysler) hanya “digaji” 1 dolar USD.  (Tentu mereka mendapatkan paket benefit lain senilai jutaan dolar yang dikenai pajak lebih kecil).
    Bagi orang-orang keren ini, bayaran tak perlu dipikirkan.  Hal itu pasti naik mengikuti pertumbuhan kualitas diri. Mereka tidak berkata: “Apa yang saya dapatkan?”, tapi justru malah bertanya: “Apa yang bisa saya berikan?
    Mereka tahu perbedaan antara posisi dan kontribusi.  Posisi itu alat, kontribusi itu nilai.  Orang kebanyakan lebih mementingkan posisi daripada kontribusi, sedangkan mereka tahu jika kontribusi lebih penting daripada posisi.  Kontribusi memberikan Anda posisi.  Posisi mewajibkan Anda untuk berkontribusi.  Kita tak perlu menunggu memiliki posisi, untuk menyumbangkan kontribusi.
    Direktur itu posisi, mengusulkan solusi itu kontribusi.
    Pejabat itu posisi, melayani orang lain itu kontribusi.
    Guru itu posisi, membagi ilmu itu kontribusi.
    Dokter itu posisi, membantu sesama itu kontribusi.
    Polisi itu posisi, melindungi yang lebih lemah itu kontribusi.
    Menjadi manusia itu posisi, menjadi makhluk ciptaan Tuhan dan berbuat kebaikan, itu kewajiban.
Jadi dimana posisi Anda saat ini?
Dan apa kontribusi yang dapat Anda berikan ke sesama?
strong-people

Mungil-mungil cabe rawit… Xiaomi Yi Cam 4K (2016) edition.

Hi B2B-ers,

Apa kabar kalian liburan kemarin?

Karena pergi berwisata ke Umbul Punggok, Klaten – Jawa Tengah, akhirnya jadi kepincut mencari action cam ekonomis.

Setelah browsing sana sini, tanya-tanya kawan serta browsing Internet, akhirnya memutuskan meminang Xiaomi Yi Cam 4K (2016) karena beberapa pertimbangan berikut ini:

1. Kapasitas battery 1400mAh
Sekali charge bisa tahan 2 jam dalam merekam video non-stop.

2. Chipset yang digunakan Yi Cam 4K – 2016 (Ambarella A9SE75) sama (bahkan lebih baru) dengan yang digunakan GoPro HERO4 (Ambarella A9)

3. Image sensor ditenagai oleh IMX377 1/2.3″ sensor gambar yang dapat mengambil video beresolusi 4K sebanyak 30 frames-per-detik, serta mengambil gambar diam dengan sensor 12MP. Pada bagian depannya adalah lensa cepat f/2.8 7-lapisan lensa kaca yang menawarkan pandangan selebar 155.

4. Optical Image Stabilizer yang sangat baik untuk pengambilan gambar/video (GoPro tidak memiliki fungsi OIS)

5. Memiliki 2.19″ layar sentuh untuk mengakses menu serta pengaturan lainnya (640×360 pixels – 330ppi)

6. Mendukung koneksi WiFi (2.4GHz & 5GHz), serta Bluetooth v4.1. Sayangnya koneksi WiFi yang berguna untuk terkoneksi ke smartphone (iOS / Android melalui aplikasi Yi Cam), sedangkan koneksi Bluetooth hanya dapat terkoneksi ke remote Xiaomi Yi Cam.

Perburuan dimulai, kebetulan keluarga mengijinkan sebagai kado istimewa ultah.. Akhirnya diputuskan untuk memesan secara online, dan sayangnya pengiriman menjadi terlambat dari jadwal semula (hal baru?) Belum lagi, sempat toko sebelah menawarkan barang yang sama dengan harga yang jauh lebih ekonomis… ya sudah kepalang basah, (tutup mata saja deh).😀

Akhirnya sebelum pesanan datang, kami memesan 3 buah battery cadangan, 1 buah remote bluetooth Xiaomi Yi (untuk menemani tongsis), serta docking charger battery, sayangnya, ketentuan pengiriman saat ini, tidak bisa mengirimkan battery.. jadi akhirnya hanya dikirimkan remote Xiaomi Yi serta docking battery. Jadi yang masih pending saat ini, adalah casing waterproof biar bisa foto dalam air, berikut battery cadangan, agar lebih nyaman dibawa keliling😀

Alkisah, pesanan datang, dengan H2C (harap-harap cemas), segera membuka kemasan pesanan, ternyata kotak action camera itu sangat-sangat mungil… Hampir tidak percaya, belum lagi dibagian luarnya gambarnya berwarna putih, padahal kami memesan warna hitam. Pikirnya ya sudahlah, yang penting barang sudah diterima.

Begitu melihat karema pertama kali, terus terang cukup terkejut … karena ukurannya yang sangat mini.🙂 Bagi yang belum bisa membayangkan seberapa mini-nya, ini kami letakkan kamera dimaksud pada keyboard laptop. Panjangnya hanya kurang lebih 4 tuts keyboard (Fn, Control, Option, Command) LOH!

Tidak terlihat sesuatu yang istimewa pada perangkat ini, build quality lumayan, tidak terlihat murahan..
Memasukan serta mengeluarkan battery untuk pertama kali sangat menjadi PR, karena lumayan seret..🙂
Layar yang ada adalah touchscreen, artinya dapat disentuh-sentuh untuk merubah pengaturan.. contohnya:
1. Usap dari sisi paling atas layar ke bawah, akan membuka akses koneksi, baik itu WiFi, Bluetooth, settings, dan sebagainya.
2. Usap dari sisi paling bawah layar ke arah atas, akan memunculkan pilihan photo, timer, video, video timelapse, dan sebagainya.

Kualitas layar cukup baik, mudah terlihat jelas dibawah sinar matahari, pada bagian kanan atas terdapat icon WiFi serta status battery, sedangkan di sisi kiri menyajikan informasi berapa banyak photo / menit video yang masih dapat disimpan ke dalam kartu memory (MicroSD card).

Oh ya, untuk perekaman video 4k, kami sarankan menggunakan memory card minimal Class 10 UHS-I, sebaiknya yang memiliki speed read/write diatas 80MB/s. Saran kami, carilah merek-merek seperti Sandisk, Samsung, yang karuan, jangan yang abal-abal.

Yang tak kalah mengejutkannya, yaitu remote Xiaomi Yi Cam. Ternyata fisiknya sangat-sangat mungil ya… sampai-sampai khawatir menghilangkannya, kelupaan dan tercecer dimana.

Berikut ini photo Xiaomi Yi Cam remote dibandingkan dengan sebuah USB Flashdisk. Sudah kebayang berapa besarnya?🙂

Kejutan belum berakhir, ternyata si remote tersebut dimasukan ke dalam sarung, dan apabila dikeluarkan maka bentuk fisiknya akan makin kecil lagi.😀

Sementara ini, karena belum mendapatkan battery cadangan, docking masih nganggur. *he he he he* Kalau ada yang punya, silahkan tinggalkan pesan ya..🙂

Oh ya, karena iseng ada gorillapod nganggur, jadinya coba dipasangkan di dalam mobil, dan hasilnya luar biasa, bisa menjadi dash cam dengan sudut lebar (wide).🙂

Pengalaman penggunaan sampai hari ini:

1. Update firmware agak menghawatirkan, karena saat terhubung ke smartphone, otomatis mengunduh firmware terbaru, dan apabila koneksi internet kita tidak stabil, firmware yang diunduh tidak sempurna dapat menyebabkan action camera rusak. Ada beberapa rekan yang mengalami WiFi bermasalah setelah auto upgrade.

2. Optical Image Stabilisation-nya sangat terasa, karena hasil video menjadi tidak terguncang-guncang…

3. Dicoba menangkap gambar video timelapse saat malam hari, gambar tetap terlihat jelas tanpa noise yang berarti. Urusan video, nanti hasilnya coba diupload ke youtube deh ya…

A. Sementara nikmati dulu persembahan pujian dari pak George di youtube berikut ini (direkam dalam ruangan – indoor).

B. Rekaman di dalam mobil berjalan, sebagai dash-camera, dapat dilihat pada link berikut ini.  Lihat bagaimana EIS bekerja dan bagaimana hasilnya pada video time-lapse yang direkam.

Selanjutnya apabila ada yang ingin tahu akan diinformasikan disini setelah video lainnya selesai diupload.😀 Come back for more info, begitu ceritanya.🙂

Apalagi ya? Sementara itu saja dulu ya…

Sampai ketemu lagi…

 

Salam,

– B2B –

Membatasi akses Internet / Jaringan? Siapa takut?

Pagi!

Akhirnya sampai juga ke masa, dimana kami harus membatasi akses internet anak-anak, sebelum mereka terlalu jauh kecanduan, asik bermain di dunia maya, dan lupa akan tanggung jawab di dunia nyata. Apakah anda merasakan hal yang sama dengan kami?🙂 Apabila iya, anda tiba pada tempat yang tepat…

Disini, kami akan berbagi, cara membatasi akses internet orang yang menggunakan router kita (baik di rumah maupun di kantor). Di asumsikan, anda mengerti teknik dasar networking (jaringan), sekiranya tidak, minimal anda memahami logika cara berpikir-nya.

Cara membatasi akses yang kami lakukan disini adalah:
1. Mengatur jadwal, kapan perangkat yang digunakan dapat terkoneksi ke internet.
Biasanya, kalau perangkat mereka tidak bisa terkoneksi, otomatis anak-anak akan mencari perangkat lain yang bisa bukan?🙂 Jadi semua kita kontrol.😀 Jaman sekarang, tidak bisa kita tutup sama sekali, karena kebutuhan mereka untuk kegiatan belajar, mengerjakan tugas, dan lain-lain. Yang terbaik bisa kita lakukan adalah membatasi aksesnya.

2. Menentukan, perangkat mana saja yang bisa akses pada waktu kapan?
Tentunya, anda tidak ingin malah perangkat kerja anda yang tidak bisa terhubung ke Internet bukan? Bisa-bisa dimarah atasan di kantor kalau sampai tidak bisa dihubungi / membalas email.🙂

Router tidak terbatas pada Wireless router TP-Link, karena semua rata-rata saat ini telah memiliki fitur berikut ini… walaupun antar tipe router, memiliki kemampuan yang berbeda-beda, seperti contoh dibawah ini.

Pada tipe TP-Link MR-3420, fungsi parental control (PC) yang dapat didaftarkan ke router hanya satu. Sedangkan pada TP-Link WDR4300, bisa mencapai 4 unit.

Ini contoh halaman yang sama pada jenis router berbeda di TP-Link.

Oh ya, sebelum lupa, untuk mengakses halaman ini, anda menggunakan Internet browser, seperti Safari (Mac), Chrome (Mac/PC), maupun IE (WindowsPC), ataupun FireFox (Mac/PC). Pergi ke halaman administration, silahkan buka buku manual wireless router anda, misal 192.168.0.1 ada yang 192.168.1.1 ada juga yang 192.168.2.1

Hal dasar yang patut diketahui, setiap perangkat agar dapat berkomunikasi, sewaktu terhubung ke router, akan mendapatkan alamat tertentu yang dikenal dengan istilah “IP”. IP ini terdiri dari deretan angka 3 digit sebanyak 4 segmen, contoh: XXX.YYYY.ZZZZ.OOOO Biasa suka di set sebagai: 192.168.XXX.YYY (192.168.xxx.yyy dikenal sebagai IP class-C; biasanya digunakan untuk kebutuhan rumahan / SOHO).

Nah, kenapa saat perangkat kita terhubung otomatis kita mendapatkan alamat IP tersebut? Itu tugasnya DHCP server. Di dalam setiap router, biasanya sudah built-in DHCP server. Jumlah berapa banyak perangkat yang dapat dialokasikan alamat IP diatur dari bagian DHCP (pada contoh dibawah ini: disiapkan alamat IP dari 10.10.1.101 – 10.10.1.110; artinya disiapkan slot untuk 10 perangkat untuk terkoneksi ke wireless router ini). Saat alokasi alamat IP ini habis, maka otomatis perangkat berikutnya tidak dapat terhubung dengan router, sampai ada device yang tidak terkoneksi.

Bagaimana router bisa membedakan antara perangkat yang satu dengan yang lainnya? Menggunakan yang namanya “MAC Address”, pada setiap perangkat network, no “MAC Address” ini unique, tidak akan pernah ganda secara hardware. Oleh karenanya, masing-masing perangkat juga harus diberikan alamat IP khusus, agar tidak bentrok serta dapat berkomunikasi dengan lancar.

Contoh dibawah ini, perangkat yang sedang terhubung ke dalam jaringan kita, informasi MAC Address serta alamat IP yang sedang digunakan.

Nanti kita akan membuat group berdasarkan alamat IP yang digunakan perangkat, misal
kelompok IP A dari 192.168.0.101 – 192.168.0.120 dinamakan group “Kids”,
kemudian 192.168.0.201 – 192.168.0.220 dinamakan kelompok “OrTu”, dan
sekiranya diperlukan untuk membentuk kelompok SuperUser misal dari 192.168.0.231 – 192.168.0.240;
Banyaknya kelompok ditentukan oleh kebutuhan anda, seberapa rumit pembatasan yang anda perlukan.

Berikutnya, anda dapat masuk ke bagian menu ACCESS CONTROL, dan secara otomatis di TP-LINK aken membuka halaman Rule sebagai berikut:

Gambar diatas dalam kondisi adalah kondisi awal, dimana kita belum menerapkan pembatasan apa-apa, dan apabila anda tekan tombol “Add New…” (dibawah: ID Rule Name), maka anda akan masuk ke dalam halaman berikut ini:

Disini kita melakukan pengaturan sesuai keinginan kita.
Rule Name : Masukan sembarang nama yang mudah anda mengerti
Host : Untuk siapa-siapa saja pembatasan ini berlaku? (kelompok mana)
Target : Apa yang ingin dibatasi?
Schedule : Jadwal pembatasan?
Action : Diberikan / tidak diberikan akses?
Status : Apakah pengaturan ini aktif (enabled) / tidak (disabled)

Catatan:
Pastikan selalu menekan tombol “Save” untuk menyimpan perubahan yang telah anda lakukan.

Pada contoh ini, kita akan membuat 2 buah kelompok, 1 disebut “Big Boss”, dan 1 lagi adalah “Kids”.
Tentunya seorang “Big Boss”, diperbolehkan menggunakan seluruh fasilitas tanpa dibatasi, sedangkan “kids” hanya dapat menggunakan saat mereka selesai belajar (di waktu luangnya); sebagai contoh mungkin antara jam 18:00 – 19:00 di hari Senin – Kamis.

Maka yang harus anda lakukan adalah masuk ke menu ACCESS CONTROL, kemudian klik di HOST:

Selanjutnya anda klik pada tombol “Add New…”

Disini kita pilih mode IP Address, serta kita berikan panduan ke router dari alamat IP berapa sampai berapa yang akan dikenal sebagai kelompok “Big Boss”.😀 Contohnya disini kita mendefinisikan 192.168.0.201 – 192.168.0.220 sebagai perangkat yang termasuk dalam kelompok “Big Boss”.

Setelah itu, klik tombol “Add New…” dan definisikan untuk kelompok “Kids”, misal 192.168.0.101 – 192.168.0.110

Berikutnya kita tentukan, apa yang dapat dilakukan saat perangkat terhubung ke internet, apakah mereka hanya bisa menggunakan search engines, seperti google, yahoo, msn, bing, atau bisa melakukan hal lain-nya? Hal ini bisa diatur pada bagian “Target”.

Setelah anda masuk ke sub-menu Target, klik “Add New…” untuk memulai. Disini pilihannya dibagi 2, apakah kita mau membatasi menggunakan alamat IP (tujuan), atau menggunakan alamat domain? Saran kami menggunakan alamat domain, karena satu domain dapat memiliki beberapa alamat IP, dan sulit rasanya mengikuti perkembangan setiap waktu. Menggunakan keyword, menghemat tenaga dalam menjaga aturan minimal selalu sesuai keinginan.

Daftarkan target sesuai kebutuhan anda, mungkin selain search engines, ada bisa juga mengelompokan website-website berita, seperti detik, kompas, cnn, dan lain-lain.

Seperti penjelasan diatas, saat kita mengugnakan kata kunci (keyword) google, maka seluruh koneksi ke domain yang ada kata “google”-nya akan disaring, tergantung pilihan kita, memperbolehkan atau tidak memperbolehkannya. Hal yang sama juga berlaku bagi kata kunci lainnya dalam kelompok yang sama.

Setelah kita menentukan kelompok, serta apa yang dapat (atau tidak dapat) diakses, selanjutnya kita membuat jadwal untuk disandingkan pada bagian Rule.

Yang perlu diingat, jadwal ini berdasarkan jam yang ada di Router, bukan pada jam kita ya.🙂 Jadi pastikan router anda selalu mendapatkan tanggal serta waktu yang akurat, bisa dengan cara sync ke internet (akan dibahas pada bagian akhir).

Kita dapat membuat jadwal sebanyak yang kita perlukan. Mau ganjil-genap, ataupun hari lainnya, dapat kita atur dan tentukan sendiri waktu-nya. Di TP-LINK, waktu menggunakan 00:00 – 23:59 (24 jam).

Misalkan untuk kelompok anak-anak, diperbolehkan akses pada hari Senin – Jumat antara jam 18:00 – 19:00, sering kali mereka membutuhkan WA untuk mengecek PR serta tugas-tugas lainnya. Dengan dibatasi waktunya, mereka akan terbiasa bekerja secara efisien.😀

Selesai kita menentukan Host, Target serta Schedule, saatnya kita membuat Rule (aturan) untuk dilaksanakan pada router ini. Maka kita kembali ke ACCESS CONTROL – Rule

Sekarang apabila kita menekan tombol “Add New…” maka halaman seperti berikut ini yang akan muncul (tentunya di TP-LINK; router lain mirip-mirip).

Gambar diatas adalah posisi awal, sebelum dilakukan pengaturan, selesai melakukan pengaturan, anda harusnya mendapatkan halaman seperti gambar berikut ini:

Pengaturan diatas untuk kelompok Big Boss, koneksi ke mana saja (any target), kapan saja (anytime), diperbolehkan (allow).

Sedangkan untuk kelompok “Kids” pengaturannya menjadi sebagai berikut:

Kelompok “Kids”, apabila ingin terhubung ke “Search Engines” pada waktu “Kids weekdays” diperbolehkan, sisanya tidak boleh.

Setelah menekan tombol “Save” dan kembali ke halaman awal, selanjutnya, pastikan ada tanda centang pada depan “Enable Internet Access Control” (panah orange), Deny the packets not specified by any access control policy to pass through the Router (panah merah), dan jangan lupa tekan tombol “Save” untuk menyimpan perubahan yang telah anda lakukan (panah hijau).

Kelompok sudah dibentuk, pengaturan telah dibuat, sekarang apa? Loh, yang berikut ini harus dilakukan, agar semua yang telah dilakukan tadi dapat berfungsi dengan baik, yaitu pengaturan device mana saja yang masuk kelompok tertentu, untuk yang satu ini, kita perlu mengetahui dengan pasti, informasi MAC Address dari perangkat yang ingin kita atur.

Contoh berikut ini: ada pengaturan Mac Address untuk 1 perangkat, dan kebetulan IP-nya memang sengaja diberikan diluar yang biasa digunakan.

Informasi MAC Address, tersedia langsung diperangkat, biasanya pada bagian info mengenai perangkat tersebut, formatnya 6 pasang angka & huruf, kadang ditulis dalam bentuk XX:XX:XX:XX:XX:XX, bisa juga ditulis XX-XX-XX-XX-XX-XX

Setelah anda mengetahui informasi tersebut, sandingkan dengan alamat IP sesuai kelompok yang diinginkan, misal apabila masuk kelompok Big Boss, maka alamat IP harus 192.168.0.201, perangkat berikutnya di 192.168.0.202, selanjutnya di 192.168.0.203 dan seterusnya. Untuk kelompok Kids gunakan alamat IP 192.168.0.101 .. dan seterusnya. Alamat IP ini tidak boleh sama untuk 2 perangkat berbeda, prakteknya 1 perangkat (device) = 1 alamat IP.

Dan untuk pembatasan lebih jauh, di TP-LINK dapat juga dilakukan pembatasan speed bandwidth pada koneksi ke Internet, misalnya ada orang yang gemar download, maka kita batasi bandwidth unduh-nya (download / Ingress) hanya 512Kbps, sehingga otomatis dia tidak bisa lebih dari batasan tersebut dan pengguna lainnya tetap mendapatkan bandwidth yang layak.

Contoh pengisian Bandwidth control sekiranya anda menginginkan-nya.

Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya, pastikan waktu router anda sudah sesuai, karena router tidak memiliki built-in battery, oleh karenanya setiap sehabis restart (misal mati lampu), biasanya pengaturan ini berubah.. Dan karena kita menentukan akses berdasarkan waktu, hal ini bisa berakibat orang kehilangan akses pada saat seharusnya dia bisa akses. Untuk dikantor, bisa dengan menghubungkan daya ke UPS, dan untuk di rumah, pastikan selalu mensetting tanggal & waktu sesuai keadaan (setelah kehilangan daya). Bisa juga mengambil waktu dari Internet, dengan cara sync ke NTP server.

Demikian sharing yang kami lakukan, berikut pengumuman yang kami sampaikan ke anak-anak kami.
Jadwal yang saat ini diterapkan… Semoga memacu mereka untuk konsentrasi belajar.🙂

Demikian sharing kami kali ini, semoga bermanfaat bagi kita sekalian.🙂

Mau dapat duit sebagai seorang VBlogger?

Hi B2B-ers,

Apa kabar kalian? Semoga semua dalam keadaan baik selalu ya.🙂

Bagaimana keadaan kondisi pekerjaan? Hadapi, ini kenyataan hidup, seluruh sendi-sendi perekonomian serasa mengendur, toko-toko retail besar telah mengalami kemunduruan penjualan sejak 3 tahun belakangan, oleh karena itu kita sering melihat iklan diskon di koran-koran ternama. Coba dipikirkan dengan baik, kalau penjualan sedang baik, buat apa memberikan diskon? Diskon diberikan demi mendorong konsumsi masyarakat..🙂

#Eh, kok jadi ngomongin ekonomi sih?😀
Jadi sebenarnya seperti ini… Ditengah ekonomi dunia yang tidak menentu, sebenarnya masih banyak kesempatan untuk mendapatkan uang secara halal bagi yang mencarinya dengan tekun… Salah satunya yang asik adalah dengan menjadi seorang VBlogger.. V-Blogger itu adalah seorang/sekelompok orang yang melakukan Video Blogger…

Kerjaan V-Blogger itu apa sih kak?
Intinya sama seperti seorang blogger yang menggunakan tulisan biasa.. cuma bedanya yang ini mengupload pokok pikiran dalam bentuk video.

Cara dapat uangnya darimana kak?
Dengan makin banyaknya pemirsa/penonton video yang kamu buat, otomatis akan menarik pengiklan untuk meletakkan iklan mereka pada video kamu. Cara paling mudahnya adalah menggunakan Google Adsense.🙂 Pastinya kamu sering/pernah nonton YouTuBe kan? Pernah menemukan, sebelum film yang kita inginkan diputar, biasanya suka ada iklan yang setelah beberapa detik baru dapat kita skip (lewati)? Nah kurang lebih seperti itu.

Tapi sharing kali ini akan lebih menitik beratkan bagaimana caranya meningkatkan kualitas audio pada video film kamu, agar penonton kamu mendapatkan pesan kamu secara jelas. Percaya deh, bagaimana menariknya konten dan bagusnya kualitas video kamu, kalau audio-nya hancur, pastinya film tersebut tidak akan ditonton orang.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu, kami mendapatkan kesempatan menjajal sebuah Microphone external yang di-distribusikan oleh pihak Kairos. Produk tersebut masuk dalam kategori pro-audio..

Yang kami coba adalah Audio-Technica tipe AT-8024. Mic ini adalah tipe mic external XY (mid-stereo Mic).

Guna-nya mic tambahan apa sih kak?
Memang kebanyakan DSLR sudah dilengkapi dengan mic internal (built-in), akan tetapi karena posisi microphone built-in itu ada di body kamera,
menyesuaikan dengan posisi mic tersebut, biasanya polar pattern yang digunakan adalah omni direction (suara dari segala arah akan tertangkap), contoh pada saat mekanis kamera bekerja, misal mencari fokus dan lain-lain, suara tersebut akan ikut terekam dalam video yang sedang kita buat, alhasil film kita akan memiliki noise tersendiri. Hal ini mengurangi ke professionalan kita dimata penonton kita.

Belum lagi Mic tersebut tidak dapat kita arahkan hanya menangkap suara dari subject yang kita inginkan saja… suara dari mana disekitar kamera akan terekam. Pertanyaannya bisa ngak sih kita hanya merekam suara yang kita inginkan saja? Jawabannya bisa! Oleh karena itu kita menggunakan bantuan Mic external tersebut.

Berikut ini beberapa penampakan AT-8024 dalam kondisi terpasang di DSLR ..🙂

Kabel model begini asik, jadi tidak mengganggu pegangan/handling kita ke kamera.. dan apabila tidak sengaja tertarik, tidak membuat putus.🙂

Ok, kami sudah mengerti kelebihan dari external mic, kemudian kelebihan dari AT-8024 ini apa kak?🙂

Keunggulan Mic external ini adalah:
1. Sebuah mic external tambahan untuk DSLR / Handycam / any recording audio yang menerima input 3.5mm.
2. Mendukung peralatan rekam yang tidak memiliki phantom power, karena mic bisa diisi dengan 1 buah battery AA.
3. Kabel lentur, sehingga tidak khawatir apabila tertarik secara tidak sengaja
4. Bisa diatur, apakah mau suara mono suara stereo; lihat photo dibawah.

Selama percobaan, yang jadi kadang jadi masalah adalah, lupa menghidupkan Mic dengan cara menggeser switch ke posisi Stereo / Mono.🙂 Oh ya, mic external AT-8024 ini adalah sebuah Mic jenis Boom, artinya suara yang ditangkap hanya yang berasal dari depan microphone (terarah), suara-suara lain (misal dari samping) akan tereliminasi. Dalam paket penjualan, selain windshield dalam bentuk sponge juga di sertakan deathcat serta sebuah battery AA.

Pada saat diaktifkan, maka lampu indikator akan berwarna hijau.

Hal lain yang dapat dilakukan dengan Mic external AT-8024 (selain pengaturan Stereo / Mono) adalah:
1. Kekuatan suara yang ingin ditangkap, pengaturannya mulai dari Off, -10dB hingga -20dB.
0dB digunakan apabila suara dalam ruangan cukup hening…
-10dB digunakan saat tempat dimana kita ingin merekam suara cukup hening / kurang berisik (link video di paling bawah post ini, menggunakan pengaturan -10dB)
-20dB digunakan pada perekaman di tempat yang sangat berisik.
2. Tombol pengaktifan fungsi penyaringan frekuensi ON/OFF terdapat pada sisi bagian kiri bawah (sebelah gain control).
Apabila switch berada di sisi garis lurus, artinya fungsi penyaring frekuensi tidak bekerja, agar dapat bekerja switch harus di-posisikan pada bagian kurva.

Berikut ini adalah contoh rekaman di tempat umum, dimana biasanya terdengar suara gema ruangan + suara bising Air-Conditioner & motor/mobil wara-wiri… klik disini.

Total berat mic AT-8024 termasuk battery AA, adalah sekitar 150gr.. lumayan buat latihan fitness.🙂

Sudah lihat link video diatas?
Apa pendapat kalian?
Baguskah suaranya?

Sekiranya ada yang membutuhkan, silahkan contact: Online+blog(at)BduaB.com,
Tersedia juga tipe-tipe pro-audio grade Audio-Technica lainnya.

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

Apakah mungkin membuat video seperti seorang PRO?

Pertanyaan diatas sangat-sangat sulit, dan sering kali menjadi perdebatan antara bisa atau tidak, lebih banyak akan berpendapat, ya mungkin saja kalau dia (orang itu) sedang beruntung (lucky shoot), atau pendapat lainnya, mungkin saja asalkan ….. menggunakan / didukung peralatan yang memadai, yang lain akan berpendapat, paling penting man behind the gun (orang yang memegang alat yang menentukan apakah hasil-nya bagus/tidak).

Apa-pun pendapat yang muncul, kebetulan kali ini kami mendapatkan pinjaman sebuah tongkat video, yang lebih dikenal sebagai DJI OSMO.

Mungkin banyak yang bingung, DJI OSMO itu barang apa ya? Merek DJI biasanya terkenal untuk sebagai pembuat drone yang bagus (tapi mahal banget!). *he he he he*😀

Ya, anda benar, DJI membawa teknologi drone yang telah dimodifikasi agar dapat dipegang oleh tangan. Kelebihan-nya adalah: Karena memiliki 3 ways sensors (lebih dikenal sebagai GIMBAL), maka video/gambar yang dihasilkan bebas dari getaran. Foto alat DJI OSMO dapat dilihat dibawah ini.

Loh, ternyata DJI OSMO itu tidak memiliki layar sendiri ya? Benar, walaupun tanpa “layar”, perekaman tetap dapat dilakukan, hanya saja kita tidak mengetahui apa yang sedang direkam bukan? Untuk itu diperlukan alat bantu berupa ponsel pintar. DJI OSMO mendukung baik ponsel yang berbasis iOS (iPhone) maupun berbasis Android. Jadi apa-pun ponsel yang anda gunakan, seharusnya telah mendukung konektifitas ke DJI OSMO.

Cara menghubungkan DJI OSMO ke ponsel-pun terbilang unik. Pertama anda perlu mendownload aplikasi DJI GO di AppStore sesuai sistim operasi ponsel anda. Kemudian hidupkan DJI OSMO dan cari WiFi-ID OSMO_xxxxxx; koneksikan ponsel ada ke WiFi-ID OSMO_xxxxxx tadi dengan password standar 12341234.

Setelahnya baru anda buka aplikasi DJI GO yang sebelumnya telah anda download. Nah, pengaturan lebih lanjut dari DJI OSMO dapat anda lakukan via aplikasi DJI GO ini. Mau shooting manual (pilih ISO dan Shutter Speed sendiri), menggerakan/mengontrol pergerakan camera, atau apa-pun itu.

Untuk contoh shoot menggunakan DJI OSMO akan di share dalam bentuk link youtube di update berikutnya… So stay tune ya…

Kesimpulan mengenai perangkat DJI OSMO:

KELEBIHAN:
+. Hasil video kualitas cinematic dan sangat stabil (tidak goyang-goyang)
+. Mendukung resolusi sampai 4K 30frames (paling kecil HD 1280x720p 24frames)
+. Battery tahan +/- 45-60menit
+. Lensa standard Zenmuse X3 viewing angle-nya cukup lebar
+. Build-in WiFi (2.4GHz/5GHz), bisa langsung diintip hasilnya menggunakan mobile devices (iOS/Android)
+. Perlu sedikit latihan agar dapat menghasilkan efek-efek yang diinginkan (misal seolah-olah gambar diambil dari Jimmy Jeep)
+. Kapasitas penyimpanan menggunakan MicroSD card UHS-1 atau Class10 (ilustrasi penyimpanan video 4K di 16GB up-to 36 menit dan up-to 145menit menggunakan 64GB MicroSD Card)

KEKURANGAN:
-. Suara kipas pendingin akan terekam masuk (harus dihilangkan saat post-pro)
-. Tidak bisa merekam langsung ke Device yang saat itu terhubung
-. Suara yang terekam cukup sayup-sayup, perlu di normalisasi pada tahap post-pro
-. Perpindahan dari mode record biasa ke slow-motion harus menghentikan proses rekaman kemudian mulai kembali
-. Tidak bisa sambil mengambil video kemudian melakukan photo

Mendapatkan bayaran dari internet marketing cuma mitos?

Hi B2B-ers,

Bagaimana weekens kalian kali ini? Pastinya seru ya.. dan sekarang dah santai-santai agar besok segera bisa beraktifitas luar biasa di kantor kembali.

Tadi pagi karena hujan deras sejak semalam serta jalanan banyak genangan, akhirnya stay di rumah… Nah, ada kesempatan baca koran KOMPAS (www.kompas.com). Kali ini dibahas sebuah topik yang menarik mengenai internet marketing. Dibagian kisah sukses dari 3 orang dengan berbagai latar belakang menjadi blogger (baik video maupun tulisan), dengan penghasilan fantastis, sebulan bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kamu kepingin ngak kaya mereka?

Pertanyaannya apakah kisah itu terlalu dibuat-buat atau memang ditengah himpitan hidup masih ada kesempatan bagi yang mau berusaha serta berdoa?

Jawabannya ADA! Buktinya disertakan dibawah ini…

Kami sendiri bukan seorang blogger aktif, dalam arti selalu menuliskan review gadget/IT terbaru (maklum dana-nya cekak rek). *he he he* Beberapa waktu yang lalu, kebetulan merasa membutuhkan perlindungan lebih dalam menggunakan internet dari tangan-tangan jahil… ingin membeli VPN (Virtual Private Network).

Setelah mencari diskon sana-sini, ketemu sebuah penawaran Lifetime Subscription seharga $39 saja. Lifetime disini berlaku 100 tahun. Ya siapa yang bisa hidup 100 tahun juga ya?😀 Nama website-nya www.stacksocial.com (klik aja di link sebelah atau gambar dibawah ini). Catatan: saat ini penawaran tersebut telah berakhir.

 

Oh ya, sebelumnya tentu saja kami tidak langsung menelan bulat-bulat pernyataan diskon tersebut, maka kami cek harga di website aslinya, ternyata Lifetime Subscription dihargai $129.99 (setelah diskon). Karena itu kami langsung beli penawaran dari stacksocial tadi.

Setelah melakukan pembelian, karena kami merasa mendapatkan produk yang baik dengan harga ekonomis, kami membagikan link tersebut ke sosmed, dan terus terang kami sudah lupa… setelah beberapa hari (atau minggu), waktu kami kebetulan login kembali ke account kami di StackSocial kami mendapatkan notifikasi mendapatkan kredit senilai $70! WOW, terus terang kami senang..

Ternyata pesan yang kami bagikan di sosmed, berguna juga bagi kolega-kolega kami yang lain, dan mereka pun mengikuti rekomendasi kami.

System yang digunakan oleh StackSocial ini adalah referral, apabila ada kawan-kawan kita yang membeli menggunakan link yang kita bagikan, maka kita akan mendapatkan kredit senilai $10.

Dari data diatas, kita akan mengetahui siapa-siapa saja kawan kita yang telah melakukan pembelian sehingga kita mendapatkan kredit senilai @ $10. Tentunya tidak semua kawan kita melakukan pembelian, mungkin mereka belum memerlukan produk yang kita tawarkan, tetapi mungkin saja di waktu yang akan datang mereka melakukan pembelian.

Dari hasil yang awalnya iseng, sekedar membagikan kabar baik agar bersama-sama kita dapat melindungi keamanan aktifitas di internet, jadi berbuah manis!

Dari sini kami yakin, apabila memang dilakukan dengan tekun, internet marketing masih menjanjikan, akan ada lebih banyak orang mencari kesempatan mendapatkan penghasilan di internet.

Penawaran terbaru yang kami temukan di stacksocial saat ini adalah pelajaran mengenai white hat hacking & penetration testing.

Kita akan mempelajari bagaimana para hacker melakukan hacking sehingga kita dapat mengantisipasinya. Dengan berkembangnya eCommerce di dunia, pekerjaan ini akan makin dicari baik oleh perusahaan maupun per-orangan. Bukan mustahil untuk mendapatkan gaji US$120,000 per tahun!  Click saja pada gambar dibawah ini.

 

Yuk, mari kita bersama-sama belajar cara melindungi diri dari serangan dedemit dunia maya, dan semoga anda mendapatkan pekerjaan yang mencukupi kehidupan keluarga ditengah resesi ekonomi global.🙂

 

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

 

Update 1:

Tadi tidak sengaja lihat statistic, ternyata dari 102 orang yang click link pada broadcast, yang melakukan pembelian hanya 7 orang.😀  Sebagai awal yang bagus, karena segala sesuatu perlu waktu untuk tumbuh, tidak ada yang instan kecuali Mie Instan, Kopi Instan, Susu Instan.😀  Salam SUKSES LUAR BIASA…!!!

3 hari pertempuran Samsung Gear S2 vs Pebble Time.

Selamat tahun baru 2016,

Memenuhi janji kami di BBM, silahkan disimak pertempuran akbar antara wearable device terbaru dari Samsung (Gear S2) vs Pebble Time.

Tanggal 23 Desember 2015, akhirnya kiriman sebuah Samsung Gear S2 berwarna hitam datang. Akan tetapi dikarenakan kesibukan akhir tahun, baru tanggal 3 Januari 2016 uji coba mulai dapat kami lakukan.


Pict #1: Bukti masih segel sampai 3 Januari 2016.🙂

Tentunya pada penasaran isi dalaman kotak Samsung Gear S2 ada apa saja ya?


Pict #2: begitu dibuka langsung terlihat unit Samsung Gear S2.


Pict #3: disebelah bawah ada cradle wireless charger, adaptor MicroUSB 700mAh, buku panduan serta sebuah extra strap berwarna abu-abu.


Pict #4: paket isi Gear S2 yang kami terima.
(Catatan: entah apakah semua Gear S2 dari SEIN memang mendapatkan strap extra atau tidak).


Pict #5: Gear S2 di charge terlebih dahulu sebelum di utak-atik.

Mengikuti petunjuk di buku manual, kami melakukan charging hingga penuh. Menggunakan adaptor pihak ketiga, charging dari 70% menuju 100% membutuhkan waktu +/- 20menit.  Berdasarkan alat pengukuran arus, saat battery sisa 17%, arus yang mengalir dari catu daya ke wireless charging pad Gear S2 adalah sebesar 200mAh saja.


Pict #6: saat 100% lampu indikator di docking berubah menjadi hijau.

O ya, bentuk dockingnya agak unik, karena pada saat didekatkan ke charging pad, unit Gear S2 seperti menempel dengan magnet ke docking station-nya.

Ritual menghubungkan Gear S2 ke handphone, tidak cukup hanya mengandalkan aplikasi Samsung Gear yang terinstall di handphone, ada tambahan langkah penting (yang tidak terdokumentasikan), yaitu pertama-tama anda harus melakukan pairing Bluetooth secara manual antara Gear S2 dengan handphone.  Setelah melakukan hal tersebut, baru aplikasi Samsung Gear dapat terhubung ke Samsung Gear S2.


Pict #7: setelah terhubung otomatis mengunduh update untuk Gear S2.


Pict #8: masih harus menyetujui beberapa hal


Pict #9: akhirnya, dimulai dengan memilih aplikasi mana saja yang notifnya muncul di Samsung Gear S2.


Pict #10: menu utama aplikasi Samsung Gear setelah terhubung

Pict #11: Samsung Gear S2 sedang menyelesaikan update software / Sisa storage di Samsung Gear S2 (4GB – 1.87GB).

Tentunya pada bingung, Storage (penyimpanan), di jam tangan?  Apa tidak salah tulis?  Tentu saja tidak salah tulis,  ruang penyimpanan itu dapat diisi baik dengan berkas musik (lagu), maupun berkas foto.  Sayangnya, foto yang disimpan pada Gear S2 tidak dapat dijadikan background untuk watch-face, kecuali menggunakan aplikasi pihak ketiga (seperti MrTimeMaker.com)

Gear S2 memiliki 512MB RAM dan 4GB ruang penyimpanan.  Pada saat awal, ruang penyimpanan yang telah digunakan sebesar 1.87GB, sisanya dapat diisi sesuka hati, mau foto selfie terbaru ataupun berkas lagu semua boleh.  Dapat kita definisikan agar ada folder tertentu di HP yang secara otomatis sync ke Gear S2, setiap kali kedua alat terkoneksi.

Lalu apa gunanya menyimpan berkas lagu di jam tangan?  Dugaan anda benar, seandainya anda penggemar olah-raga lari, anda dapat memutar lagu langsung dari Gear S2 dan didengarkan lewat bluetooth headphone.  Dengan dukungan waterproofing IP68 pada Gear S2, tentunya anda tidak perlu takut berolah-raga lari dan tiba-tiba turun hujan.🙂  Simpan ponsel mahal (tapi tidak anti air) kita di tempat yang aman.😀

image31

Pict #12: Target olah-raga dengan pengukuran detak jantung sepanjang waktu

Detak jantung kita diukur bukan hanya pada saat melakukan olah-raga,  salah satu keunggulan Gear S2, setiap jam secara otomatis detak jantung kita dipantau dan di sync ke S-Health.  Pada akhirnya kita akan memiliki data detak jantung sewaktu-waktu.🙂

Kesan awal yang di dapatkan saat memegang Gear S2 vs Pebble.

Gear S2:
1. Secara material lebih tebal dan berat
2. Material strap (tali) dari bahan PVC kaki sama seperti keluarga Gear lainnya (biasanya suka pecah – pecah setelah beberapa waktu).

Pebble:
1. Secara keseluruhan lebih terasa ringan
2. Material strap (tali) dari bahan mirip karet lunak.

Software penghitung langkah kaki di Gear S2 lebih “pelit” dibandingkan Pebble “health” maupun “Misfit”.

Waktu pertama kali digunakan (charging ke 1), Gear S2 hanya bertahan sekitar 19jam (dari 100% -> 17%). Pada cycle ke-dua, setelah 25jam masih tersisa 35%. Pada cycle ke-tiga, dari jam 06AM sampai jam 16 sore masih tersisa 80%.

Perpaduan layar SAMOLED, rotating bezel & layar sentuh, membantu kita membaca pesan secara lengkap di Gear S2 serta memudahkan kita dalam membalas pesan.

Contoh mereply pesan BBM di Gear S2 vs Pebble. Di Gear S2 cukup menyentuh tombol reply (balas) kemudian memilih pesan yang diinginkan (2 langkah), sedangkan di Pebble harus menekan-nekan tombol fisik lebih dari 5 langkah untuk mendapatkan hasil yang sama.

image41

Pict #13: pesan BBM @ Gear S2

image51

Pict #14: scroll ke akhir pesan BBM dan langsung tap pada tombol Reply

image61

Pict #15: Pesan BBM di Pebble Time

image71

Pict #16: harus menekan beberapa tombol terlebih dahulu baru bisa sampai ke menu “Reply   >>

image81

Pict #17: Kembali menekan beberapa tombol baru bisa masuk ke menu “Template    >>

image91

Pict #18: (lagi) menekan beberapa tombol lagi baru mengirimkan balasan jawaban yang diinginkan.

Catatan:
Bagi anda yang menggunakan Samsung Gear S2 (baik tipe sport maupun classic), apabila anda tidak mendapatkan opsi yang sama persis dengan uraian kami diatas, coba install aplikasi Android Wear dari Google Playstore.  Aplikasi tersebut asli dari google, untuk memperluas fungsi smartwatch/wearable yang kita miliki.

Setelah menggunakan kedua-nya selama 3 hari sebagai perbandingan.  Kesimpulan yang kami dapatkan adalah:

Samsung Gear S2:

  1. Berguna dalam mengumpulkan data detak jantung sewaktu-waktu kita (selama 24 jam, bahkan saat kita tidur).
  2. Material strap perlu dicarikan alternatif, agar tidak mudah rusak
  3. Watchface dapat diganti langsung dari Gear S2 tanpa harus terhubung ke aplikasi Samsung Gear di handphone
  4. Ada ditemukan beberapa ketidaksesuaian UI, dimana seharusnya bisa melakukan pilihan dengan cara mengeser layar ke arah atas-bawah atau kiri-kanan, contoh: pada saat ingin setting watchface, ternyata fungsi geser layar ke arah atas-bawah harus menggunakan rotating bezel.
  5. Battery hanya tahan sekitar 1-2 harian (sebaiknya di charge setiap hari)
  6. Dapat digunakan sebagai standalone device untuk menelusuri RSS berita seperti Flipboard, dan ada watchface yang terhubung langsung ke CNN ataupun Bloomberg (bisa memasang stock watcher).
  7. Pada saat tidak terhubung ke handphone (melalui bluetooth), dapat terhubung langsung ke Internet via WiFi
  8. Layar SAMOLED lebih nyaman untuk dibaca, berwarna serta dapat menampilkan pesan panjang secara utuh
  9. Watch-face tidak selalu menyala seperti Pebble dengan e-Ink
  10. Dapat merekam voice memo dan hasilnya nanti ditransfer secara otomatis ke handphone menggunakan koneksi WiFi.
  11. Bobot jam secara keseluruhan lebih berat dibandingkan Pebble
  12. Tidak dapat melakukan tracking waktu tidur seperti GearFit
  13. Dapat membantu kita untuk lebih aktif, karena dapat diset untuk mengingatkan kita saat tidak beraktifitas selang beberapa waktu (misal setiap 1 jam sekali)
  14. Tersedia banyak watch-face, dan dapat juga menggunakan watch-face pihak ketiga (contoh: MrTimeMaker.com)
  15. Software penghitung langkah lebih akurat dibandingkan Pebble Health atau Misfit
  16. Bentuk-nya seperti jam biasa pada umum-nya (bulat) membuat kita lebih percaya diri (seperti menggunakan jam biasa)
  17. Getaran-nya (vibration) sangat halus, walaupun sudah di set ke yang paling keras, tetap lembut, sehingga kadang tidak terasa

 

Pebble Time:

  1. Dapat dihubungkan ke 2 perangkat (iOS & Android) secara bersamaan.  Fungsi Pebble di iOS hanya untuk menerima notifikasi, kontrol & kustomisasi Pebble dilakukan semua dari Android.
  2. Battery lebih tahan lama, dalam 1x charge cycle bisa tahan sekitar 3 harian baru minta di re-charge.
  3. Untuk membalas pesan, perlu effort yang lebih, karena harus menekan beberapa tombol fisik berulang kali.
  4. Secara umum bobot jam lebih ringan, tidak berasa menggunakan jam tangan
  5. Softwate Pebble Health / Misfit kurang akurat dalam menghitung langkah kaki
  6. Watch-Face selalu dalam kondisi hidup, terbaca baik di bawah matahari maupun tempat gelap (ada backlight)
  7. Tombol-tombol fisik agak keras
  8. Hanya dapat terhubung ke handphone lewat Bluetooth

Jadi kesimpulannya beli yang mana?

Bagi yang ingin memiliki smart-watch yang sekaligus bisa digunakan menyimpan berkas lagu yang bisa didengarkan lewat bluetooth headset, silahkan melirik Samsung Gear S2.

Sedangkan bagi yang memiliki lebih dari 1 perangkat, terlebih lagi apabila iOS & Android), dan ingin mendapatkan notifikasi dari kedua perangkat tersebut dalam 1 alat, silahkan melirik Pebble family.

Dan bagi yang tidak tahu menginginkan yang mana, sebaiknya membeli kedua-nya agar dapat digunakan secara bergantian maupun digunakan secara bersamaan seperti kami, masing-masing tangan 1 buah. :p

Bagi yang memiliki pendapat lainnya, silahkan dituliskan pada bagian komen dibawah ini🙂

2016

%d bloggers like this: