“Melihat” Peluang…

Sewaktu kecil, istri dan saya sering bingung, karena anak tidak pernah diberikan uang jajan, tapi bisa pulang dengan membawa uang.. khawatirnya dia mendapatkan uang dari cara yang tidak benar.

Akan tetapi, dari hasil percakapan yang terjadi, ternyata dia menemukan uang itu di jalan.  Kami hanya berpesan bahwa fokus dia adalah sekolah untuk menimba ilmu dan bukan mencari uang (walaupun kami masih khawatir kalau-kalau anak kami tersebut mengambil uang yang bukan miliknya).
Uang Logam.jpg

Tentunya banyak dari kita yang bingung, di saat ekonomi yang naik turun seperti saat ini, masih banyak juga rekan-rekan seprofesi yang dapat menghasilkan profit yang lumayan.  Tentunya mereka telah menemukan kunci keberhasilan…  apakah mereka akan berbagi kunci tersebut dengan anda?  Jawabannya tergantung…. 😀

Alkisah:

Seorang Ayah menyuruh Anaknya membawa batu yang dimilikinya dan meminta Anaknya untuk membawa batu itu ke pasar. Ayahnya mengatakan “Bila ada orang yang menginginkan batu tersebut kemudian ditanya berapa harganya, kamu jangan berkata apa-apa tetapi tunjukkan saja kedua jarimu”. Maka dibawalah batu tersebut ke pasar lalu ada seorang Ibu menghampiri anak tersebut menanyakan berapa harga batu tersebut. Si Anak tidak berkata apa-apa tetapi hanya menunjukkan kedua jarinya saja. Kemudian Si Ibu mengambil uang 2,000 rupiah dan memberikannya kepada Si Anak.

Anak tersebut pulang ke rumah mengatakan pada Ayahnya bahwa ada seorang Ibu yang memberinya uang 2,000 rupiah untuk batunya. Kemudian Si Ayah menyuruhnya membawa batu lainnya, serta meminta Anaknya pergi ke museum untuk melakukan hal yang sama. “Bila ada seorang yang menginginkan batu tersebut, jangan berkata apa-apa tetapi tunjukkan saja kedua jarimu”. Si Anak pergi ke museum, namun tidak berapa lama ada seorang turis yang melihat-lihat batu tersebut. Kemudian bertanya “Berapa harga batu tersebut?”. Si Anak menunjukkan kedua jarinya, dan Si Turis tersebut memberikan uang 200,000 rupiah sambil mengatakan bahwa “Batu tersebut sudah cukup tua umurnya dan jarang ditemukan”.

Untuk ketiga kalinya Si Ayah menyuruh lagi Si Anak membawa batu. Kali ini disuruh pergi ke toko penjual diamond untuk melakukan hal yang sama. “Bila ada seorang yang menginginkan batu tersebut, jangan berkata apa-apa tetapi tunjukkan saja kedua jarimu”. Setelah sampai di toko diamond, ada seseorang yang menghampirinya. Ia bertanya berapa harga batu tersebut kemudian Si Anak menunjukkan kedua jarinya. Orang tersebut memberikan uang sebanyak 2,000,000 rupiah kepada Si Anak, sambil mengatakan bahwa “Batu tersebut sudah cukup tua umurnya dan jarang ditemukan”.

Setelah pulang ke rumah menemui Ayahnya dan menceritakan bahwa ada orang yang memberi uang 2,000,000 rupiah. Si Ayah mengatakan pada Anaknya bahwa harga batu yang sama dengan tempat yang berbeda maka orang akan menilai berbeda. Si Ayah memberikan nasehat pada Anaknya bahwa setiap orang mempunyai diamond di dalam dirinya. Diamond tersebut akan nampak bernilai tergantung di mana tempat diamond tersebut berada. Pada saat Si Anak membawa diamond tersebut ke pasar maka diamond tersebut dianggap batu yang dapat digunakan untuk mengganjal pintu, nilainya sangat rendah sekali. Pada saat diamond tersebut dibawa ke tempat yang tepat yaitu toko diamond maka nilai batu tersebut menjadi tinggi.

Moral of the story:

Harga kita ditentukan oleh diri kita sendiri, seberapa ngotot kita ingin menggali potensi diri, menemukan diamond-diamond kita?

Tentunya tempat/lingkungan dimana kita berada mempengaruhi nilai diri.  Untuk itulah, kita memerlukan sparing partner yang seimbang, komunitas positif untuk mendorong diri kita terus maju & berkembang.

Enagic Training Center Jakarta Raya dan Sekolah Bisnis 501 Sistim Indonesia membuka peluang belajar dengan biaya ringan.

Anda memerlukan komunitas untuk mengasah diri anda, menjadi lebih baik dari hari kemarin?  Kontak kami secara pribadi dengan meninggalkan komen di bawah.

Advertisements

Mengapa (ada) orang “bodoh” lebih sukses dari orang “pandai”?

career-300x225

Fakta kehidupan bahwa sebagian orang “bodoh” yang lebih sukses dari orang pandai. Baik secara karir maupun ekonomi. Apa penyebabnya?

Apa karena faktor keberuntungan semata?

Ya, terkadang orang dengan prestasi akademik atau IPK yang tinggi malah bingung  menjalani kehidupan setelah kuliah. Boro-boro punya karir yang bagus, dipanggil untuk interview saja sudah untung.

Kenapa bisa demikian?

Berikut penjelasannya:

# Terlalu banyak ide
Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan.

Sebaliknya, orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

# Takut untuk memulai
Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar. Kenapa? Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Justru inilah yang kadang membuat orang bodoh lebih beruntung. Keberaniannya justru membuatnya selangkah lebih maju dari orang pintar.

Sebaliknya, orang pintar terlalu banyak pertimbangan, yang akhirnya membuat dia jalan di tempat.

# Terlalu pandai menganalis
Sebagian besar orang pintar sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Kepandaiannya ini membuat orang pintar tidak mau memulai jika hasil analisisnya tidak sesuai.

Sedangkan orang bodoh tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat bertindak dan memulai usaha.

# Tidak berani mimpi besar
Orang pintar sangat memakai logika sehingga ia takut untuk memiliki harapan yang besar. Ia hanya berharap sesuai dengan logikanya saja.

Sedangkan orang bodoh tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu yang sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain. Tapi justru itulah yang kadang membuat orang bodoh sukses. Karena kadang sikap nekat membuat orang bisa mewujudkan mimpinya.

# Berpikir negatif sebelum memulai
Orang pintar yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak.

Sedangkan orang bodoh tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

Nah bagaimana dengan anda? Tuliskan komentar anda pada kolom di bawah ok?

Dikala eFilling DJPONLINE ngambek.

Alkisah, pada suatu hari, karena sudah merupakan keharusan menyampaikan laporan SPT secara elektronik, kami pun mencoba mengakses via djponline.pajak.go.id

Akan tetapi, betapa mengejutkannya, ketika kami tidak dapat mengakses fungsi eFilling pada website DJPONLINE tersebut.  Pada saat di click, hasilnya tetap kembali pada halaman tersebut.

Alhasil, kami pun menyambangi KPP tempat kami terdaftar dan mencoba dilakukan via komputer milik KPP.  Hasilnya sama saja.  Dan karena keadaan yang aneh tersebut, kami diijinkan untuk melakukan laporan secara manual.

Hari ini baru kami dapatkan obat-nya, dengan menghubungi Kring Pajak 1500200 ternyata obatnya sangat sederhana..  RESET PASSWORD.

Pada halaman login sebelah bawah, ada pilihan untuk forget password.

Click pada “Lupa password? reset di sini

Kemudian ikuti petunjuknya, maka anda akan menerima sebuah link yang dikirimkan ke email anda.  Klik link pada email tersebut dan anda akan mengganti password untuk mengakses situs DJPONLINE.

Selesai mengganti password, maka anda sudah dapat mengakses aplikasi eFilling kembali.

Suatu terobosan yang baik dari pihak Direktorat Jendral Pajak, dimana kita bisa hemat waktu dalam menyampaikan laporan SPT, tidak perlu pergi ke KPP.  Caranya pun sangat sederhana.

Kerja yang bagus kawan!

 

Salam,

B2B

Melihat, Mendengar & Merasakan dari sudut lain….

Halo, Aloha, Bonjour….

Setelah sekian tahun meeting pada tempat yang sama, minggu lalu kebetulan melakukan meeting pada tempat yang lain, gedung belakangnya.  Ternyata pemandangan yang telah dilihat bertahun-tahun, saat dilihat dari tempat yang berbeda, memberikan kesan yang berbeda pula.

Saya seperti disadarkan, masalah apa-pun yang kita miliki, baik itu kesehatan badan maupun finansial, mungkin saat dilihat dari posisi kita, tidak terlihat solusinya, kita belum mendengar dan menemukan solusi atas masalah tersebut.  Banyak orang diluar sana yang berhenti sampai disitu.  Bukan hanya 1-2 hari, 1-2 bulan, bahkan bisa bertahun-tahun hingga mereka meninggal dunia.

Solusinya sebenarnya mudah, cukup dengan menurunkan ego kita, mengosongkan hati (tidak berasumsi) serta membuka pikiran, baru solusi yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan/terlihat dapat kita temukan.

Contohnya bapak Agus & ibu Fika ini.. sebagai seorang tenaga pengamanan di sebuah bank, beliau berjuang untuk memperbaiki nasib keluarga, untuk masa depan anak-anaknya.  Hasil tidak menghianati usaha!

Mas Agus Sutanto n Fika - Satpam BRI - 130218.jpeg

Bagi rekan-rekan diluar sana, yang mungkin sudah bosan dengan hidupnya yang begitu-begitu saja, sudah bekerja puluhan tahun dengan hasil dibawah inflasi, juga para pengusaha yang sekarang sedang kebingunggan bisnis melambat, kesulitan bahan baku, tenaga kerja, pembeli, yuk, mari berhenti sejenak dan merenungkan..

Saat ini, sekiranya kesehatan & keuangan sudah bukan masalah, apa yang sangat-sangat ingin dilakukan sekarang?

Apakah dengan melakukan apa yang kita lakukan saat ini, hal yang kita impikan tersebut dapat terwujud dalam waktu 5 tahun ke depan?

 

Sekiranya tidak, apa yang harus kita rubah agar dapat mencapai impian kita tersebut? (Einstein berkata “Adalah suatu kegilaan, melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda).

Mas Agus & mba Fika telah membuktikan, latar belakang tidak penting diusaha ini, yang penting terus bergerak mendekati impian kita.  Karena sukses adalah hak semua orang!

Keberuntungan adalah bertemunya Kesempatan dengan Kesiapan, serta berani mengambil keputusan bergerak.  Kesempatan bisa datang kapan saja, pertanyaannya, siapkah kita saat kesempatan itu mengetuk pintu rumah anda?

Ini kesempatan anda merubah hidup anda 1-3 tahun ke depan, bagi yang sudah siap, , ambil kesempatan ini dengan menjapri mereka yang share #AKD atau hubungi penulis

A WINNER IS A DREAMER WHO NEVER GIVE UP!

#ChangeYourWaterChangeYourLife

GoPro, nasib-mu kini….. ?

Hi,

Life isn't perfect

Life is not always perfect, but …..

Sebentar lagi sebelum tahun baru Cina, yang lebih dikenal sebagai Xin Cia.  Apa kabar semuanya?  Bagaimana perkembangan bisnis serta diri anda di tahun yang lalu?

Saat ini penulis sedang ingin berdiskusi mengenai sebuah perusahaan… perusahaan ini membuat action camera.. termasuk leader (pada jaman-nya), akan tetapi di awal tahun 2018 ini, pendirinya, Nick Woodman telah siap menjual perusahaan GoPro dengan bantuan JPMorgan.

Menurut kawan-kawan mengapa perusahaan GoPro bangkrut hingga harus dijual?

Mengutip tulisan Jenni M. Xue (Kolumnis International serial Entrepreneur & pengajar bisnis, berbasis di California) sebagian adalah:

  1. Kenaikan biaya operational, yang dipicu, karena perusahaan public perlu tampil aktif untuk meningkatkan nilai.  GoPro yang telah miliki penggemar fanatik ini mulai memasang iklan di acara SuperBowl yang luar biasa mahal.  Resikonya: biaya operational meningkat hingga 50% setiap tahun dari tahun 2014.  — (Kesalahan strategi bisnis).
  2. GoPro juga tidak lagi bersaing dengan teknologi kamera video terbaru, yaitu 360 camera.  Bahkan iPhone dan Android, dapat menggunakan fitur kamera 360 derajat ini dengan aplikasi kamera.  Teknologi 360 ini membuat GoPro sangat ketinggalan zaman.  Apalagi berbagai aksesoris iPhone & Android yang menggantikan fungsi GoPro dengan sangat mudah dan praktis.
  3. Ponsel iPhone dan Android jelas memungkinkan mengirim video secara langsung dengan bandwidth dan kecepatan generasi keempat (alias 4G).  Fitur ini tidak dimiliki GoPro, yang sebenarnya telah ketinggalan selama sepuluh tahun.
  4. Kesalahan terbesar terjadi ketika dana IPO menggiurkan manajemen mendirikan perusahaan media.  Langkah tersebut diawali dengan memasang iklan di SuperBowl, padahal dana tersebut dapat digunakan untuk riset dan pengembangan teknologi GoPro (agar lebih up-to-date).

    Strategy menjadi media company ini sangat bertolak belakang dengan kemampuan inti GoPro, yaitu penemu teknologi kamera video, bukan pencipta konten.  Konten adalah kompetensi para pengguna.  GoPro rupanya lupa hal tersebut.

Kita dapat memetik pelajaran dari GoPro.  Setiap bisnis dan individu punya kemampuan inti unik sendiri.

Anda dan saya punya kelebihan serta kekurangan masing-masing.  Tetaplah berada di jalur ini, apa-pun yang terjadi, karena apa yang mudah buat kita, belum tentu mudah bagi mereka.

Namun ini bukan berarti statisBerkembanglah terus dengan meningkatkan diri secara kontinyu.  Di perusahaan, ada divisi penelitian dan pengembangan alias research & development (R&D).

Bagi diri pribadi, kita bisa meningkatkan diri secara berkesinambungan di era internet ini dengan banyak membaca dan belajar dari kesalahan diri dan orang lain.

Selamat menyambut tahun baru Cina….  Stay Positif!
*Change Your Water, Change Your Life.

# Formal Education Give Us Living, Self Learning Give Us Fortune #

STOP PRESS: Kangen Water – Enagic bukan obat!

Dear friends,

Menyikapi informasi yang beredar di sosmed dan ditanyakan oleh rekan-rekan di sosmed, ijinkan saya sedikit sharing menanggapi hal tersebut.

DISCLAIMER ON:
Semua yang ditulis dibawah ini adalah pemikiran pribadi, dan tidak mewakili PT. ENAGIC INDONESIA.

DILARANG MENGUTIP/MENGURANGI/MENAMBAHKAN sebagian atau/pun seluruh bagian, dari tulisan ini, untuk kepentingan apa-pun tanpa ijin tertulis dari penulis.

Surat Kemenkes - Dirjen Kefarmasian alat kesehatan - GerMas

Pict: Asal-Muasal Kehebohan mesin Kangen Water dengan beredarnya surat ini.

Melihat dari surat tersebut, yang dikeluarkan oleh DirJen “kefarmasian & alat medis” serta GERMAS, sebuah gerakan yang kesemuanya berada di bawah naungan DepKes, mereka menyoalkan/berkeberatan soal klaim yang umumnya tercetak di brosur Kangen Water (yang digunakan oleh kebanyakan distributor Enagic yang menjual Air KanGen di Indonesia) tentang:
1. Manfaat kesehatan yang diberikan oleh KanGen Water,
2. Tentang pengakuan negara R. I. terhadap produk ini &
3. Tentang sertifikasi Enagic sebagai alat medis di Indonesia.

Sebenarnya ini adalah budaya yang lazim & umum terjadi di negara kita ini. Apapun yang diakui oleh dunia luar, jika hal itu belum melalui prosedur & keputusan instansi2 terkait dan lain-lain di sini, masih dianggap belum sah.

Jadi, sebenarnya saat ini tuntutan pihak2 yang saya sebutkan tadi masih hanya sebatas menarik dari peredaran brosur2 KanGen Water yang berisikan klaim2 & point2 yang disebutkan diatas.

Surat tersebut ditujukan kepada independent distributor yang menjual air kemasan (berlogo Enagic / berlabel Kangen Water) …

ENAGIC adalah perusahaan manufaktur berstandar medis, produknya mesin ionisasi air yang telah diakui di negara Jepang & Canada sebagai alat medis, bukan sebuah perusahaan yang menjual air dalam kemasan.

IZIN yang diperlukan adalah dari Kementrian Perdagangan..

Dalam berbisnis tantangan itu hal biasa.. Entah bagaimana asal-muasalnya, surat tersebut dapat beredar luas di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, pihak legal Enagic (SAP Advocates) telah mengeluarkan pengumuman resmi di koran Tempo tanggal 17 Nov. 2017 (terlampir dibawah). Pada intinya, brosur yang dipermasalahkan bukan dibuat oleh Enagic dan bahkan Enagic menegaskan:

1. Enagic Indonesia tidak pernah mengadakan kerja-sama dan/atau memberikan kewenangan dan/atau izin kepada pihak manapun untuk melakukan kegiatan usaha menjual/mengedarkan/mendistribusikan air dalam kemasan berlogo atau bertulisan “Kangen Water”

2. Di dalam memperdagangkan produknya, Enagic Indonesia tidak membenarkan mitra usaha dan jaringan di bawahnya untuk memberikan informasi-informasi baik melalui brosur, media cetak, media online, maupun media sosial yang menyesatkan dan melanggar peraturan yang berlaku di Indonesia.

Lengkapnya silahkan dibaca sendiri pada di bawah ini ya.

SAP - Tempo - 17Nov17

Pict: SAP Advocates di Koran TEMPO – 17 Nov. 2017

ENAGIC… adalah perusahaan yang memproduksi alat medis (diakui Departemen Kesehatan negara Jepang) dengan managemen mutu berstandar medis terbukti dengan menyandangan ISO13485..

Certifikat-MedDev-Jepang

Sertifikat: Mesin yang diproduksi oleh Enagic diakui sebagai medical device, dikeluarkan oleh DepKes Jepang

Bagi yang penasaran, ISO13485 itu apa sih, silahkan baca di sini:

https://www.amazine.co/…/apa-itu-sertifikasi-iso-13485-def…/

Dalam proses memperoleh sertifikasi ISO, sebuah perusahaan melewati proses panjang (memakan waktu, biaya dan sumber daya yang tidak sedikit), setelah mendapatkannya pun tetap harus di-uji dan di-audit oleh independent auditor secara berkala (biasanya setiap 6 bulan sekali a.k.a surveillance audit).. untuk membuktikan apakah sebuah perusahaan TETAP LAYAK menyandang ISO CERTIFICATION yang telah disandang-nya…

Pertanyaan kecil bagi kita semua, seandainya, perusahaan Enagic tidak memproduksi sebuah alat kesehatan, perlu kah Enagic bersusah payah mengeluarkan uang, waktu serta sumber daya yang tidak sedikit untuk sekedar mendapatkan sertifikat ISO13485? 🙂

Di bawah terlampir hasil audit dari PRESAFE (auditor independent yang ditunjuk oleh ISO organization untuk pengujian ISO). Dan terbukti ENAGIC lulus.. dilihat dari hasil audit nya..

Certificate-SA-13485

Pict: ENAGIC LULUS.. (sertifikat terlampir, dari standard ISO23485:2003 dan diperbaharui dengan standar yang lebih baru ISO13485:2012).

Jadi sertifikat ISO tidak otomatis garansi tersandang terus menerus… dan harus melewati proses audit ulang secara berkala..

Scope 13485

Sertifikat ISO13485 yang dimiliki Enagic dengan jelas menyebutkan (scope dari sertifikasi-nya):

Design, Manufacture, Service and Distribution of Electrolysis Water Generators FOR medical use.

Jelasnya, Enagic adalah perusahaan yang memproduksi alat medis dan menerapkan quality management system Standard Medis terhadap barang2 yang diproduksi-nya..

JAB Certificate

Pict: Mesin Kangen Water Enagic digunakan dilebih dari 200 rumah sakit di Jepang.

Hanya saja, di Indonesia, alat medis dengan kategori mesin ionisasi air belum ada dalam katalog Departmen Kesehatan.  Oleh karena itu, maka memang belum dapat diakui sebagai alat medis di Indonesia.

Keluarga saya dan saya sendiri, walaupun telah mendapatkan banyak manfaat kesehatan tubuh, tidak pernah meng-klaim bahwa air Kangen ini dapat menyembuhkan penyakit apa-pun, karena air Kangen ya air putih bukan obat, yang selalu kami lakukan adalah berbagi/sharing air-nya.

Di USA, terdapat panduan agar para independent distributor tidak melakukan over-claim, karena air yang dihasilkan ini hanyalah air putih dan bukan obat (dokumentasi terlampir dibawah).

Himbauan

Pict: Himbauan kepada para independent distributor di USA (kantor: New York)

Walaupun di Jepang, asosiasi dokter yang menaungi >6500 dokter telah menguji memberikan terapi Kangen Water sebagai pengganti obat, dan hasilnya terbukti efektif maka mereka mengeluarkan rekomendasi terlampir di bawah.

Kita paham kultur budaya masyarakat Jepang, dimana baru-baru ini, ada menteri yang mengundurkan diri, hanya karena salah menggesek kartu kredit saat makan?  Pada acara makan pribadi tapi salah ambil kemudian menggunakan kartu kredit negara. Apalagi ini saat mereka mengeluarkan pernyataan sebagai “preventive medicine for adult diseases“?

JapanMedAssociation

Sertifikat: Enagic dari asosiasi beranggotakan >6500 dokter di Jepang yang telah menggunakan terapi air Kangen sebagai pengganti obat. Hasilnya: Enagic mendapatkan persetujuan (approval) dari Japanese Association of Preventive Medicine for Adult Diseases.

Beberapa bukti lain bahwa produk Enagic diakui sebagai medical device terlampir di bawah, beserta paten yang diterima Enagic atas merek Kangen Water (Japanese word, meaning “return to origin” / “kembali ke asal”).

Cert-MedDev-Marketing

Sertifikat: Ijin memarketingkan mesin Enagic sebagai medical device, dikeluarkan oleh DepKes Jepang

 

Sertifikat: Hak Patent Enagic “Kangen Water”, tidak ada perusahaan lain yang boleh menggunakan istilah “Kangen Water”

WAQ

Sertifikat: Gold Seal untuk Enagic dari Water Quality Association – USA

Majunya suatu bisnis tentu disertai dengan tantangan yang makin besar, dengan meningkatnya pemahaman & kepedulian masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan & dengan berkembangnya KanGen Water di Indonesia, hal seperti ini adalah sesuatu yang wajar-wajar saja. Di negara2 maju seperti USA, Germany, Australia, Japan, Hongkong, Taiwan, Singapore, Malaysia, dan lain-lain (ada di 23 negara dengan 38 kantor cabang), hal ini belum pernah dijadikan masalah. Bahkan Enagic baru saja membuka kantor baru di Dubai – UEA. Sosok dunia seperti Bill Gates pun berkenan hadir di salah satu global conventionnya Enagic untuk berbicara & menuangkan buah fikirannya tentang kebaikan KanGen Water.

Yang perlu kita sadari adalah kebaikan & manfaat yang telah dirasakan orang banyak dari KanGen Water & Enagic, dan saya sendiri belum pernah dengar tentang hal negatif mengenai Enagic KanGen Water (mereka telah berbisnis di dunia selama 43 tahun – dari tahun 1974 dan hanya membuat mesin ionisasi air a.k.a Kangen Water).

Dengan adanya kondisi seperti ini, saya sendiri sangat antusias bahwa di kemudian hari, ini akan menjadi sesuatu yang luar biasa besar bagi kita semua (bangsa Indonesia) yang telah memutuskan untuk memiliki mesin ionisasi terbaik di dunia ini.

Gambarannya seperti berikut ini:

Kita bangun bisnis ini dengan segala daya upaya agar orang2 aware/ tahu tentang KanGen Water (KW). Kita sharing info, video, cerita & testimony tentang kesehatan, kesembuhan dll. Sampai beberapa waktu yang lalu saat semuanya masih adem-ayem, terkadang sharing kita tersebut tidak terlalu digubris orang.

Sekarang, coba bayangkan dengan situasi yang ada saat ini.  Orang yang sebelumnya tidak terlalu menggubris KW ataupun yang belum pernah dengar, akhirnya jadi semakin banyak orang yang tahu KW.  Apapun cerita & asumsi yg mereka miliki tentang KW saat ini, menurut saya tidak jadi masalah.  Yang penting sikap kita sendiri.  Selama kita terus bergerak, terus berbagi, fakta & kenyataan bahwa air ini membawa perubahan yang luar biasa secara positif bagi orang banyak pada akhirnya menjadi fakta yang tidak dapat disangkal/ ditolak/ atau dipungkiri.

Saat itu terjadi, kita akan benar2 merasakan hasil atas kerja keras kita ini 🙏

Fakta sederhana yang saya jumpai sampai saat ini adalah bahwa banyak saudara2 kita yang kurang mampu yang akhirnya terbantukan kesehatannya oleh KanGen Water dari meminum airnya. Pada akhirnya faktalah yang akan berbicara dengan sendirinya.

Ini adalah air yg sama yg ada di tubuh kita. Mungkin ini yg dimaksud oleh Mr. Oshiro dgn Let’s Unify! Ayo Bersatu!

Kita dipersatukan dgn air yg sama…

We are united by the same water in us… KanGen Water 👍

Terus berbagi kebaikan, terus bantu banyak orang 🙏🙏🙏

Bagi rekan-rekan yang memerlukan informasi tambahan dapat inbox saya. Saya akan sangat gembira dapat berbagi informasi penting ini dengan anda.

PROUD to be partners OF ENAGIC CERTIFIED ISO13485

#ChangeYourWaterChangeYourLife

PS:
Copy dari sertifikat Enagic, dapat anda unduh dari link berikut ini…
http://enagic.co.id/nv3/downloads/

Battle of Cast Dongles! (Samsung AllShare cast vs Google Chromecast 2 vs Ezcast 5G)

Hi B2B-ers,

Pa kabar semua?

Setelah tergelitik membaca sharing dari seorang sesepuh per-gadget-an Indonesia (Lucky Sebastian aka @Gadtorade), jadi gatal ingin menulis lagi, dan kebetulan baru sempat juga sih… 🙂

Menurut kang Lucky, yang perlu dicari adalah penyampaian sebuah sudut yang biasanya terlewatkan oleh reviewer lain. 🙂 Nah kali ini, karena (kebetulan) anak saya sendiri berkomentar, kok dongle cast sampai berbuah-buah dan macam-macam, memangnya bedanya apa sih? Nah di mulai lah tulisan ini…

Pertanyaan mendasar..

1. Apa fungsi dasar sebuah dongle cast?
Kegunaan penting sebuah Dongle Cast adalah menampilkan isi layar (berikut audio/suara) handphone/tablet ke layar besar (misal TV atau LCD Projector). Se-enak-enaknya nonton film di layar handphone terbaru, tentunya lebih nikmat bila ditonton di layar bioskop bukan? 😀

2. Jenis koneksi dari dongle cast ke handphone?
Tujuannya adalah menampilkan layar serta suara dari handphone ke layar besar secara nir-kabel.. jadi tidak ada kabel berseliweran di antara handphone kita dengan layar/TV. Enak toh? 🙂

Kebetulan saya memiliki 3 buah dongle cast, mulai dari Samsung AllShare cast, Google Chromecast 2 dan Ezcast 5G. Penasaran mau tahu keunggulan dan kekurangan dari masing-masing dongle cast tersebut? Yuk, mari lanjut dibaca…

Yang akan dibahas di mulai dari Samsung AllShare Cast dongle (paling tua), baru Google Chromecast 2 dan Ezcast 5G ya.

A. SAMSUNG AllShare Cast Dongle

Awal-nya menggunakan device Samsung, kebetulan sudah bisa melakukan presentasi menggunakan PowerPoint mobile. Terbayangkan betapa nikmatnya apabila bisa melakukan presentasi tanpa harus berdiri disamping LCD projector, atau kalau kebetulan hanya membawa handphone dan tidak membawa laptop, bagaimana caranya bisa presentasi ke sekelompok orang yang lebih besar? Sering juga setelah anak mengikuti kegiatan di sekolah, orang tua ingin melihat cucu-nya, dan selama ini kesulitan, karena harus memindahkan dulu file dari dalam handphone agar dapat diputar di TV.

Saat ada kesempatan, segeralah di pinang sebuah Samsung AllShare Cast Dongle..Awal dikeluarkan, harganya cukup indah menguras kantong (> IDR 800.000), apa sih isi paket AllShare Cast?

Sebuah dongle AllShare Cast, sebuah cable MicroUSB – USB, sebuah adaptor 5V 1A dan sebuah kabel HDMI untuk mengkoneksikan ke layar/TV.

Keunggulan yang di dapatkan dalam menggunakan AllShare Cast:

1. Pairing antara dongle dengan perangkat sangat mudah. Cukup menekan tombol di belakang AllShare Cast Dongle (sekitar 1 detik hingga warna led berubah-ubah biru & merah), kemudian kita cari dari perangkat yang ingin dihubungkan.

2. Selain perangkat Samsung, AllShare Cast juga mendukung protokol MiraCast, jadi bisa melakukan mirroring menggunakan perangkat Blackberry maupun Intel Wireless Display.

3. Direct koneksi via WiFi antara perangkat dengan dongle, tanpa memerlukan router.

4. Sudah mendukung resolusi 1920 x 1080 (FullHD)

Kekurangannya:

1. Perangkat Apple belum dapat terhubung ke dongle ini

2. Karena koneksinya masih 802.11n, saat kita di-area interference tinggi kadang suka putus-putus. Wajar, karena teknologi 802.11n sudah lumayan “lama” tapi pada masa-nya merupakan yang terbaik.

3. Saat mirroring, kita tidak dapat menggunakan perangkat kita untuk hal lain.

4. Apabila perangkat kita tidak mendukung dual-band WiFi, maka otomatis tidak dapat terhubung ke internet saat kita terhubung ke AllShare Cast Dongle.

B. Google Chromecast 2

Setelah menemukan AllShare Cast suka putus-putus, serta belum mendukung perangkat Apple (AirPlay), maka pencarian menemukan perangkat dilanjutkan.

Kebetulan (lagi), menemukan penawaran asik dari salah satu toko online. Dan tersedia warna yang tidak pasaran, yaitu merah (penting banget ya?) Maksudnya apabila digunakan saat event, tidak akan ada yang menyamai, karena biasanya orang memiliki Chromecast berwarna hitam. 😀 Oh ya, yang terbaru adalah Google Chromecast 4K, akan tetapi karena perangkat 4K masih mahal dan jarang serta harganya masih mahal, jadi diputuskan untuk meminang Google Chromecast 2 saja.

 

Dalam bagian dalam cover Google Chromecast, tersedia petunjuk cara memulai mensetting / menggunakan Chromecast ini.

 

Keunggulan:

1. tidak memerlukan kabel HDMI terpisah, karena kabelnya sudah menempel jadi 1 dengandongle.

2. Cara kerja perangkat – router – google Chromecast 2; untuk setup awal, memerlukan aplikasi Google Home (tersedia baik di Android Playstore maupun iTunes Store).

3. dapat di kustom menggunakan wallpaper photo-photo yang telah kita upload di account Google Photos.

4. Saat kita men-cast suatu tayangan misal youtobe, maka layar handphone bisa dimatikan dan film tetap tambil dilayar, karena Chromecast yang langsung terkoneksi ke-internet via router.

5. Setiap awal dihidupkan, otomatis mengupdate firmware terbaru (apabila ada).

6. Karena koneksi via router, kekuatan router menjadi penentu apakah presentasi lancar / putus-putus.

7. Dapat menampilkan isi layar dari iOS/Android, PC Windows maupun Mac.

8. Menggunakan standard WiFi 802.11ac

Kekurangan:

1. Dalam bekerja memerlukan koneksi ke router yang terhubung ke internet. Tidak bisa bekerja tanpa router & koneksi internet.

2. Bentuknya masih tidak agak gemuk dan dilengkapi dengan magnet yang cukup kuat, khawatir merusak data di flashdisk dan lain-lain apabila diletakan dalam tas.

3. Audio tidak dapat di pilih agar dikeluarkan dari perangkat, semua otomatis di keluarkan via HDMI (video & audio).

4. Memerlukan google account untuk mensetup dan menggunakan Chromecast.

5. Mirroring dari laptop, hanya dapat dilakukan via Google Chrome, jadi kita perlu menginstall Google Chrome sebagai peramban di laptop tersebut.

C. EZCAST 5G

Dikarenakan kekurangan google ChromeCast no 3 & 4 diatas, akhirnya saya kembali mencari dongle yang dapat menampilkan isi layar iOS/Android maupun PC Windows & Mac. Awal-awalnya banyak barang palsu bertebaran di online market maupun offline. Sampai suatu ketika menemukan yang sama persis seperti yang tercantum di website resmi Ezcast (iezvu.com). Hampir membeli produk yang salah, karena gambar yang ditambilkan memang Ezcast 5G, akan tetapi deskripsi berbeda dengan iezvu, kemudian setelah berdiskusi akhirnya diputuskan untuk membatalkan pesanan dan mencari seller lainnya.

Jreng… original EZcast 5G ditemukan dan dipesan… saat pesanan sampai, langsung saya cek…

 

Bagian bawah kardus memiliki informasi sebagai berikut:

Isi dari paket penjualannya:

Khusus untuk Ezcast 5G, pastikan pada perangkat WiFi adapter terlampir, tertera tulisan dual-band (2.4GHz / 5GHz). Frekuensi 5GHz, biasanya masih jarang interferensi serta memiliki bandwidth yang besar, sehingga presentasi anda tidak putus-putus.

Keunggulan:

1. Koneksi ke EZcast di awal menggunakan aplikasi yang dapat di download pada Playstore maupun iTunesStore. Selebihnya bisa langsung mengakses informasi yang tertera di layar.

2. Mendukung koneksi dari iOS / Android maupun PC Windows & Mac.

3. WiFi sudah dual-band seperti Google Chromecast 2.

4. Standard WiFi terkini 802.11ac

5. Cara menghubungkan ke dongle bisa dipilih salah satu direct link antara perangkat ke dongle tanpa melalui router atau melakukan hubungan via router.

6. Saat perangkat terhubung ke dongle tetap bisa mengakses internet.

7. Lebih ringan dbandingkan Google Chromecast 2.

Kekurangan:

1. dalam paket penjualan tidak disertakan power adaptor

2. banyak palsu-nya, harus hati-hati dalam memilih.

Kira-kira demikian review part 1 ya.. apakah ada yang tertarik melihat vlog masing-masing device in action? Coba tinggalan komen dibawah, agar saya tahu yang ingin diketahui kawan-kawan apa sih? 🙂 Semoga bisa jadi vlog-nya ya.

Sementara sekian, sampai ketemu lagi di blog maupun VLOG….

%d bloggers like this: