Seberapa mudah untuk menjadikan si Apple Kroak sebagai webserver CMS?

B2B-ers, Ola….

Apa kabar? Saatnya ngoprek (apabila untuk yang lagi bingung mau ngapain)😀

Setelah beberapa bulan menggunakan si apel kroak (mac), butuh banyak adaptasi karena terbiasa dengan OS Windows, semua bisa diketahui / temukan dengan mudah, sedangkan di mac, yang terlihat sebagai 1 file, ternyata di dalamnya masih ada folder serta file-file lainnya. Konsep yang baru bagi saya.

Kebetulan, saya ingin bermain-main dengan salah satu CMS yaitu Joomla.. nah petualangan seru pun dimulai.. seperti di Windows, untuk menjanlankan Joomla memerlukan aplikasi pendukung sebagai berikut:
1. Web Server
2. PHP compiler
3. Database server

Setelah sibuk googling, ternyata 2 yang pertama itu sudah terinstall di mac tanpa ada yang menyadarinya.🙂 Sudah terinstall tapi belum aktif ya. Butuh perjuangan untuk mengaktifkannya bagi yang belum tahu. Nah, saya membagikan penemuan saya, agar B2B-ers, bisa lebih cepat mengaktifkan apa yang perlu dan bisa segera menggunakan CMS yang diinginkan, tidak seperti saya menyita waktu sampai 4 hari.😀

Selesai membaca artikel ini, maka B2B-ers akan bisa mengaktifkan serta mensetting Webserver (Apache), PHP 5, serta MySQL Community di machintosh yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya CMS (Joomla, Drupal, dll).

Aplikasi mac yang saya pergunakan:
1. Snow Leopard 10.6.6 atau yang lebih baru (pasti la yau..)
2. webserver: Apache2 (pre-installed)
3. PHP Compiler: PHP v5 (pre-installed)
4. Database server: MySQL v5 community edition (unduh dari http:\dev.mysql.comdownload pilih untuk Mac OS X x86 – 64 bits.)
5. TextEditor: TextWrangler (jangan gunakan text editor bawan mac, karena tanda ascii end-of-line menggunakan “r” dan bukan “n”)
6. PHPMySQL: phpMyAdmin (untuk manipulasi database SQL)

Langkah yang harus dilakukan:
I. Mengaktifkan webserver (apache)
II. Mengaktifkan PHP server (PHP)
III. Mengaktifkan database server (MySQL)
IV. Menginstall CMS (contoh: Joomla)

Semua tutorial dibawah, diasumsikan anda sudah mendownload dan menginstall TextWrangler (hint: bisa click link diatas).

I. Mengaktifkan webserver
1. edit file httpd.conf yang berada di folder /etc/apache2/
Folder tersebut dalam kondisi di hidden, lebih mudah menggunakan TextWrangler kemudian pilih File -> Open file, langsung ketikkan /etc/apache2/httpd.conf

Pict #I.1: Bagian dari file httpd.conf yang harus di edit

2. Gunakan fungsi search (Command+F), masukkan “php5_module” sebagai kata kunci pencarian
3. Hilangkan tanda # pada bagian depan “LoadModule php5_module libexec/apache2/libphp5.so”
4. Simpan kembali file httpd.conf (masukkan password account administrator mac apabila ditanyakan).

Langkah selanjutnya, aktifkan dahulu user root. Root ini adalah superuser, bisa melakukan apa-pun, setelah selesai setup, sebaiknya user ini kembali dimatikan (non-aktifkan).

Pict #I.2: Panel System Preference, click pada Accounts.

Pict #I.3: Click pada “Login Options” (apabila tidak bisa, click dahulu pada gambar kunci, kemudian masukkan password anda)

Pada waktu anda berada disini, sekalian buat satu buah user standard baru bernama MySQL, dengan password terserah anda. User ini akan berguna nanti sewaktu menginstall aplikasi MySQL. Hal ini memakan 6 jam waktu saya untuk menemukan penyebabnya.

Pict #I.4: Sekarang click tombol “Join…”

Pict #I.5: click pada tombol “Open Directory Utility”

Pict #I.6: Click pada tombol kunci agar terbuka (masukkan password anda)

Pict #I.7: Lihat pada menu bar, pilih Enable Root User. Setelah proses setup selesai, jangan lupa untuk mematikan kembali Root User (disable root user)

Untuk menjalankan fungsi webserver, pergi ke System Preferences, kemudian click pada Sharing

Pict #I.8: System Preferences -> Sharing

Pict #I.9: Pastikan ada tanda tick-mark di depan Web Sharing; kemudian informasi di bagian kanan Web Sharing: ON

Untuk memastikan bahwa Apache sudah aktif dan berfungsi, buka Safari, kemudian ketik
http://localhost/
localhost adalah nama spesial yang merujuk pada komputer kita. Apabila Apache sudah berjalan dengan baik, maka anda akan menemukan IT WORKS!

Untuk membaca manual mengenai Apache webserver, dapat membuka link berikut ini
http://localhost/manual/

NOTE:
Setiap perubahan pada file *.ini, mengharuskan webserver untuk di restart. caranya adalah dengan mematikan tanda tick-mark di depan Web Sharing. Tunggu statusnya berubah menjadi OFF, baru kemudian di ON kan kembali.

Ok, anda sudah berhasil mendapatkan IT WORKS! tapi itu belum berarti PHP sudah aktif, mari sekarang kita mulai mengaktifkan PHP.

II. Mengaktifkan PHP server
1. jalankan Terminal Utility (Applications -> Utilities -> Terminal
2. ketikkan “cd /private/etc” kemudian enter

Pict #II.1: Perintah Terminal untuk pindah ke directory /private/etc/

3. Ketikkan “sudo cp php.ini.default php.ini” kemudian enter
arti dari perintah terminal diatas cp = copy
file php.ini.default menjadi php.ini

Pict #II.2: Perintah untuk mengcopy file php.ini.default menjadi php.ini

Baik, sementara kita tinggalkan dahulu jendela Terminal, dan sekarang kita instalasi dahulu MySQL.

III. Mengaktifkan database server (MySQL)
1. click dua kali pada file dmg yang telah di download dari http://dev.mysql.com
2. Click pada file MySQL-x.x.x-osx10.x-x86_64.pkg kemudian ikuti petunjuk instalasi lebih lanjut.

Pict #III.1: Isi dari MySQL.dmg

3. Setelah selesai click pada MySQL.prefPane dan install
Khusus “MySQLStartupItem.pkg”, tidak perlu di-install.. untuk menghidupkan / mematikan MySQL bisa diatur dari MySQL.PrefPanel.

4. Selesai step 3 diatas, buka System Preferences, maka akan anda temukan icon baru bernama MySQL

Pict #III.2: Icon untuk memanage MySQL server muncul di System Preference

5. Untuk menghidup/matikan database server anda, click pada icon MySQL, maka jendela berikut akan muncul.

Pict #III.3: untuk mengaktifkan MySQL sevrer, cukup click tombol “Start MySQL Server”

6. Kembali ke jendela Terminal
7. sekarang kita akan menset root password untuk mengakses database server kita. ketik mysql kemudian enter
8. apabila tidak ditemukan, maka kita harus menambahkan PATH ke profile dengan cara ketikan “sudo nano /etc/profile” (masukkan password admin anda, sewaktu ditanyakan).
9. kemudian pada baris ke tiga dari jendela yang terbuka ketikkan
PATH=”/bin:/sbin:/usr/bin:/usr/sbin:/usr/local/mysql/bin”

Pict #III.4: contoh Terminal yang berisi perintah untuk memodifikasi path.

10. tekan CONTROL + X, jawab “Y“, kemudian ENTER
11. tutup dan buka kembali Terminal
12. bantuan yang sudah disiapkan dalam membantu kita memproteksi database, cukup ketikkan
mysql_secure_installation kemudian ENTER
(Pastikan via System Preferences -> MySQL; server SQL anda sudah started ya).
13. Contoh script dari perintah diatas:
Enter current password for root (enter for none):
OK, successfully used password, moving on…

Setting the root password ensures that nobody can log into the MySQL
root user without the proper authorisation.

Set root password? [Y/n] Y
New password: (password pilihan anda)
Re-enter new password: (password pilihan anda)
Password updated successfully!
Reloading privilege tables..
… Success!

By default, a MySQL installation has an anonymous user, allowing anyone
to log into MySQL without having to have a user account created for
them. This is intended only for testing, and to make the installation
go a bit smoother. You should remove them before moving into a
production environment.

Remove anonymous users? [Y/n] Y
… Success!

Normally, root should only be allowed to connect from ‘localhost’. This
ensures that someone cannot guess at the root password from the network.

Disallow root login remotely? [Y/n] Y
… Success!

By default, MySQL comes with a database named ‘test’ that anyone can
access. This is also intended only for testing, and should be removed
before moving into a production environment.

Remove test database and access to it? [Y/n] Y
– Dropping test database…
… Success!
– Removing privileges on test database…
… Success!

Reloading the privilege tables will ensure that all changes made so far
will take effect immediately.

Reload privilege tables now? [Y/n] Y
… Success!

Cleaning up…

All done! If you’ve completed all of the above steps, your MySQL
installation should now be secure.

Thanks for using MySQL!

14. Selamat! Anda telah selesai mengkonfigurasi database server anda.

15. selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi PHPMySQL

16. Struktur web document di mac adalah sebagai berikut:
main root, berlaku untuk semua user di mac tersebut
/Library/WebServer/Documents
Semua html / php yang diletakkan disini, bisa langsung diakses via Web Browser ke http://localhost

17. Contoh, create sebuah text file, berisi
<?php phpinfo(); ?>
Antara <? dengan php tidak ada spasi. Hapus kalau ada.

18. Simpan dengan nama info.php di folder /Library/WebServer/Documents

19. Menggunakan web browser, ketikkan http://localhost/info.php kemudian ENTER. anda akan melihat jendela berisi informasi instalasi php anda.

20. Selain root yang bisa diakses oleh semua orang, ada juga root bagi user name anda. contoh: apabila user name saya adalah B2B, maka fisiknya, file php bisa ditempatkan pada /username/Sites/ ( contoh: /B2B/Sites/ ) dan bisa diakses melalui url http://localhost/~B2B/

IV. Instalasi CMS (Joomla)
1. Sekarang mari kita instalasikan Joomla ke web server kita. download Joomla terbaru dari http://joomla.org

2. Letakkan pada folder /Username/Sites/

3. Ketikkan http://localhost/~username/

4. Secara otomatis, anda akan dibawa ke screen instalasi Joomla. Step-step instalasi adalah sebagai berikut:

Pict #IV.1: Pilih bahasa yang ingini digunakan.

5. Click Next.

Pict #IV.2: Checklist dari instalasi yang akan dilakukan.

6. Apabila dinyatakan configuration.php tidak writeable, tidak masalah, nanti pada bagian akhir, copy configuration yang di display oleh system, kemudian create text file dan namakan filenya configuration.php tempatkan pada folder /UserName/Sites/

Pict #IV.3: Notifikasi untuk general license.

7. Click NEXT.

8. Database type: MySQL, user name “root”, password: gunakan password yang telah anda set diatas (pada saat mensecure MySQL installation via terminal).

9. Database name, coba gunakan yang tidak umum, agar tidak mudah dihack. table prefix juga dirubah. Joomla tetap akan berjalan dengan baik.

Pict #IV.4: Configuration dari CMS server Joomla yang ingin digunakan.

10. Step 5 (FTP Configuration) can be skipped.

11. Apabila ini pertama kalinya anda bermain dengan Joomla, silahkan menginstall sample data.. agar anda paham, kemana akan muncul data yang dimasukkan. Untuk yang telah mahir, tidak perlu menginstall sample data.

Pict #IV.5: Contoh site configuration

12. Instalasi & setup selesai. Selanjutnya, tinggal menghapus folder /installation dari /username/Sites/

13. Demikian bunyi pesan agar kita membuat file configuration.php sendiri

Pict #IV.6: Screen untuk mengcopy configuration file.

14. apabila kita mencoba mengakses website yang baru kita buat, sebelum mendelete folder /Installation, maka screen berikut ini akan muncul.

Pict #IV.6: Finished Joomla setup, delete the installation folder from /UserName/Sites/.

Sebelum folder installation di remove (delete), maka anda belum bisa masuk ke website Joomla yang baru anda buat.

Semoga bermanfaat.

Salam SUKSES LUAR BIASA,

B2B SOLUTION

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: