Sehari bersama B10 – Dev Alpha C (BB Q10 yang sedang menyamar).

Teman-teman,

Menyambut kehadiran BBM4all di Indonesia, beberapa waktu yang lalu, diadakan kuis berhadiah 1 unit BB10 Dev Alpha C.

Dengan semangat ikut meramaikan acara yang berlangsung, saya mengikuti acara tersebut. Puji syukur, setelah 10 hari non-stop acara kuis, saya dinyatakan sebagai pemenang dan memperoleh 1unit BB10 Dev Alpha C.

Perasaan? Tentunya senang banget! (walaupun kiranya akan dibukakan “pintu” aka “Z30”) Kebetulan BB Onyx2 lawas sudah muncul dead-pixels… saatnya Onyx2 masuk service center atau di lego saja ya (#ehem).

Balik, pengalaman pertama memiliki BB ber-OS BB10 sangat luar biasa, apalagi perkembangan terakhir yang (katanya) sudah bisa langsung menginstall APK (program aplikasi android) langsung ke BB10 (minimum versi: 10.2.1.xxxx), karena di dalamnya sudah termasuk runtime engine Android Jellybeans…. sangat lezat sekali. Nikmat!

Sesampainya di rumah, bersama anak-anak, segera dibuka bungkusnya, SIM card yang sudah dipersiapkan, segera dikeluarkan.. begitu mau memasukkan SIM card, baru bengong.. ternyata BB10 menggunakan MicroSIM (bukan SIM card ukuran normal). *tepok jidat*. Cutter SIM card ada di kantor, tidak jadi icip-icip BB10 hari ini donk ya…?

Sambil berbengong ria, kepikiran lagi, bahwa si BB10 kan bisa connect WiFi, kenapa tidak dicoba langsung koneksi WiFi dan mulai di oprek? Betul juga… semangat datang kembali.. berhasil masuk dan membuka Blackberry Apps World.

Segera download beberapa apps yang dibutuhkan + gratis (25 hari apps gratis dari RIM).

Sudah senang sekali…. kemudian, seperti device lainnya yang terlalu semangat di-abuse, battery minta di-isi ulang… segera dikoneksikan ke charger. Sambil menunggu battery penuh, kembali terpikir, selama ini ada memotong SIM card, kemudian sudah ada pola, kenapa tidak menjeplak pola tersebut ke SIM card standard ini, agar bisa dipotong manual?

Segera bongkar-bongkar laci, dan menemukan pola yang dicari… pas-kan ke SIM card baru, dan potong manual menggunakan gunting… ya gunting biasa.😀 Jadi juga MicroSIM yang dibutuhkan… seraya menunggu battery penuh agar bisa segera memasang MicroSIM, browsing-browsing Internet mencari informasi cara menggunakan BB10. Misalnya cara melakukan sync contact & calendar ke google.

Hasilnya, cukup tambahkan account gmail (atau Google Hosted Service) yang di-ingin-kan, kemudian masing-masing item dapat dipilih sendiri waktu sync-nya. Misal e-mail setiap 5menit sekali, Contact: 15 menit sekali, serta Calendar: 30 menit sekali, atau semaunya anda deh. Kebanyakan di Internet, menyarankan agar menambahkan account 2x, 1 khusus untuk mengatur waktu sync e-mail, dan 1 lagi untuk mengatur waktu sync Contact & Calendars.

Nah, si Dev C sudah penuh, segera matikan charger dan cabut battery… masukkan SIM Card yang telah dipotong tadi, loh kok malah ketemu pesan ini… gagal lagi menggunakan Dev C deh (#eh, BB10).

Karena Dev C sebenarnya adalah device untuk pengembang aplikasi di platform Blackberry, dan programnya telah berakhir.. waduh.. apa yang memberikan ini tidak memikirkan perasaan orang ya? Jadi Dev C bisanya buat pajangan saja nih?😀 Tanya-tanya kawan-kawan dan iseng buka website yang diminta (http://developer.blackberry.com)

Nah itu dia, ternyata bisa mendownload firmware terbaru untuk si Dev C. Timbul kembali semangat yang hilang ditiup “thank you note” tadi. Weleh, file size firmware lumayan besar ya… 1.4GB, dan untuk menuliskannya ke Dev C (atau BB lainnya) membutuhkan PC berbasis Windows. Akhirnya download selesai.. segera dijalankan, ajaibnya, pertama tidak mau deteksi… gawat, cobaan apalagi ini… Pada saat “Connecting to Bootrom:” tidak pernah keluar pesan bahwa Dev C berhasil dikenali. Kembali berburu informasi di google, akhirnya coba – coba cabut colok, dan hola… Dev C berhasil dikenali dan program upgrade segera melaksanakan tugasnya!

Selesai upacara tersebut, Dev C kembali hidup dan bisa digunakan.. akan tetapi dengan pengalaman seperti itu, tidak berani menjadikan Dev C sebagai main gadget, karena… boleh dibilang device tersebut hanya untuk uji coba.😀

Satu hal yang sangat membuat penasaran adalah fungsi BBM terbaru, dimana ada yang namanya “BBM Channel” Setiap dari kita, dapat membuat “channel” yang diinginkan. BBM Channel bisa di-analogi-kan sebagai “Fan Page” di Facebook, serta memiliki pengikut. Para bisnis dapat membangun brand-nya dengan membuat Channel ini, serta para penyuka, dapat mendaftar (subscribe) untuk menerima update terbaru. Oh ya, update bukan sekedar photo, tapi bisa juga berupa Video loh!😀 Keren?

Seperti perkiraan saya sebelumnya, menggunakan BBM versi terbaru (BBM v8) lebih intuitif di touch-screen dibandingkan menggunakan trackpad (apalagi trackball). :p Masih ada lagging-lagging sedikit, akan tetapi masih acceptable.

Apps yang sudah terinstall: Whatsapp, Facebook, Twitter, LinkedIn. Untuk capture screen, sudah bawaan BB10, dapat dilakukan dengan menekan kombinasi tombol Volume UP & DOWN secara bersamaan. Otomatis gambar akan disimpan dalam memory.

Sekian laporan pandangan mata menggunakan BB10. Tunggu update selanjutnya….

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: