Rahasia mengganti HDD menjadi SSD di Mac?

Pagi semua,

Akhirnya kembali ingin menulis mengenai Mac. Mungkin saat ini, HDD komputer/laptop anda sedang dirasakan pelan sekali.. biasanya memang karena dah mau rusak (salah satu tanda HDD failure adalah akses jadi lambat).😀

Kali ini saya akan membagikan rahasia mengganti HDD Mac anda menjadi SSD, tentunya performa Mac anda akan meningkat dengan pesat.

Tentunya system yang mumpuni akan lebih joss kalau didukung perangkat yang luar biasa. Salah satu komponen pada Mac komputer yang bisa di-upgrade adalah HDD. Alasan untuk upgrade ke SSD biasanya karena akses baca tulis di SSD lebih gegas (ya iya lah, tidak menggunakan piringan & jarum), dan penghematan penggunaan daya (membutuhkan daya lebih kecil dibandingkan HDD).

Langkah pertama-tama, tentunya anda harus membeli sebuah SSD (kan mau dipasang), kapasitas boleh 120GB (atau 240GB sekiranya ada dana lebih), intinya disesuaikan dengan kebutuhan. Yang sebaiknya dimiliki juga (bagi Macbook generasi sebelum retina display; maupun iMac) adalah sebuah 2nd HDD caddy. Bentuknya seperti berikut ini:

Gunanya, mengganti optical drive (SuperDrive Macbook anda menjadi rumah bagi HDD kedua).

Sedikit latar belakang, mengapa saya menyarankan menggunakan SSD berkapasitas kecil, dibandingkan SSD langsung besar (diatas 240GB), adalah:
1. SSD menggunakan NAND flash, dimana kemampuan menyimpan serta menyalurkan electron (bit 0 / 1) terbatas usia pakainya. Hal ini dikenal sebagai IOPS. Makin tinggi IOPS makin bagus kemampuan membaca/menulis elektron yang dimiliki sebelum masa pakai habis.
2. Untuk menekan biaya produksi, teknologi SSD saat ini mengunakan metode layering, dalam 1 cell ada beberapa layer untuk menyimpan data (bit) yang berbeda. Makin besar artinya makin rentan cepat habis (dengan kata lain, cepat minta ganti baru).😀
3. SSD sebelum rusak tidak ada tanda-tanda akan rusak seperti HDD conventional yang menjadi lambat. Bagi SSD kalau mau rusak, langsung tiba-tiba rusak (mati total). Dengan kapasitas besar, backupnya juga makin repot.😀
4. Makin besar kapasitasnya, SSD yang baik IOPS (Input/Output per-second) tetap tinggi.  Jadi SSD jaman dulu, sequential read/write tinggi, tetapi begitu random read/write, speed langsung turun drastis, bahkan kadang performance drop tidak menentu.

Oleh karena sebab-sebab diatas, banyak pandangan yang menyampaikan sayang SSD digunakan untuk menampung data yang perlu diakses setiap saat. Biasanya SSD hanya digunakan sebagai system drive (booting, buka aplikasi, dan lain-lain), sedangkan data tetap ditempatkan pada HDD conventional (selain harga HDD biasa juga lebih ekonomis).

Untuk sebuah system Mac, OSX + apps yang diperlukan + sedikit ruang untuk scratch disc, kapasitas 120GB sudah mencukupi. Data diletakkan pada HDD conventional.

Pertanyaan berikutnya, bagaimana caranya saya memindahkan isi HDD saat ini ke SSD bukan?🙂

Prosedur pemindahan data:

Skenario A:

kapasitas SSD => kapasitas HDD saat ini (atau kapasitas SSD > isi HDD saat ini)
‎Dapat menggunakan aplikasi bernama carbon copy cloner (link: disini), perinsip kerjanya seperti Norton Ghost / Acronis Backup (di Windows). Selama jumlah data di HDD lebih kecil dari kapasitas SSD, cara ini dapat dilakukan.

‎SSD bisa langsung menggantikan HDD conventional, atau menggunakan caddy agar HDD conventional tetap dapat digunakan untuk menyimpan data, dan SSD digunakan untuk booting & apps.

Skenario B:

system OSX & apps diinstall ulang, data restore.
Cara ini sangat disarankan oleh para senior, agar system bekerja sempurna (system jadi bersih dari setting yang tidak perlu).
Pertama-tama, backup dulu data dari system saat ini menggunakan time machine (semua HDD berpartisi format HSF+ dapat digunakan untuk keperluan ini)‎.
‎Setelah selesai dibackup ke time machine, pasang SSD dan lakukan instalasi OSX + apps yang diinginkan, setelah selesai restore data menggunakan time machine backup.

Skenario C:

system OSX & apps diinstall ulang, data di HDD conventional.
Pasang SSD ke system, untuk Macbook harus melepaskan Optical Drive (SuperDrive). Setelahnya, lakukan instalasi system OSX + apps.
Selesai instalasi dan proses kustomisasi standar pemakaian anda, arahkan home folder, iTunes Library, iMovie + iPhoto Library ke HDD conventional yang juga ada di system.

‎Tada!😀 System utama OSX ada di SSD, sedangkan data di HDD conventional.

Semoga bermanfaat, apabila ada yang kurang jelas, silahkan bergabung di mailing list id-MAC (kirimkan e-mail kosong ke id-mac-subscribe)

Sampai berjumpa lagi.🙂 Selamat menikmati kecepatan SSD…

 

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– B2B –

4 Responses

  1. boleh copas gak oom??

  2. paling recomended skenario brp om? yg serasa kita bisa lebih ngerasain optimalnya kecepatan ssd?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: