Bagaimana mengembalikan Fitbit Force yang telah ditarik dari peredaran?

Dengan naiknya tingkat kesadaran kita untuk hidup sehat, banyak berkembang alat bantu (motivasi) kesehatan, salah satunya Fitbit Force.

Keunggulan dari Fitbit dibandingkan alat sejenis:
1. Battery lumayan awet, pemakaian ala saya, bisa bertahan 2 minggu dalam 1x isi ulang daya.
2. Bisa wireless sync ke smartphone
3. Mendukung iOS maupun Android

Bagi yang memiliki Fitbit Force, apabila telah melakukan upgrade firmware dari .30 ke .74, maka Fitbit Force bisa menampilkan notifikasi (seperti telepon masuk).

Pict #1: Contoh notifikasi Fitbit Force dari iOS.

Sayangnya, notifikasi di fitbit force baru sekedar notifikasi telepon masuk (nama penelepon), belum bisa melakukan aksi lanjutan seperti menolak telepon masuk, memeriksa pesan & email yang masuk, dan seterusnya. Untuk lebih lengkapnya, kami sangat menantikan Fitness Super Watch: Fitbit Surge.

Pict #2: Fitbit Surge.

Fitbit Surge telah memiliki fungsi GPS Tracking, PurePulse Heart Rate, All-Day Activity, Multi-Sport, Long battery life, Notification + music, Auto Sleep + Alarms, serta wireless syncing. *yummy*… ini bakalan booming deh. 🙂

Bagi yang telah mengembalikan Fitbit Force, anda mendapatkan pemgembalian dana sebesar harga awal Fitbit Force yang telah dibeli. Tidak lupa… semua pemakai Fitbit Force, telah mendapatkan e-mail, beberapa waktu yang lalu… dalam email tersebut, terdapat kupon diskon 15% untuk membeli peralatan fitbit yang baru.

Pertanyaan bagi yang belum mengembailkan, dan sekarang ingin mengembalikan Fitbit Force (karena produsen telah melakukan recall terhadap product Force sejak February 2014), bagaimana caranya? Catatan: bagian dari alat fitbit force mengandung Nikel, sehingga menyebabkan gatal-gatal pada penggunanya.

Cara mendapatkan pengembalian dari Fitbit adalah sebagai berikut:
1. Kirim email ke fitbit4000
2. Setelah itu, biasanya anda akan mendapatkan reply untuk memberikan nama jelas + alamat. PERHATIAN: Nama harus yang sesuai KTP / data bank, karena nanti akan dikirimkan cek atas nama anda ke alamat yang diberikan.
3. Dalam surat tersebut juga disampaikan, cara membuang Fitbit Force secara benar, kemudian foto fitbit yang telah dipotong + formulir yang telah diisi dilampirkan kembali ke pihak terkait.

Pict #3: formulir pernyataan serta foto produk yang diajukan.

Setelah itu duduk manis, dan menunggu kiriman cek datang ke alamat anda. Mungkin proses ini akan memakan waktu antara 2 – 6 minggu.

Kira-kira itu cara mudah melakukan pengembalian Fitbit Force. Jangan lupa untuk memasang notifikasi agar anda tidak ketinggalan saat product baru mereka tersedia di pasaran.

Jangan sampai kehabisan ya… 😀

Pict #4: Foto Fitbit Surge yang baru 🙂

Capitan Buaya untuk menahan Tablet di mobil?

Setelah kemarin belum berhasil mencari siaran di wilayah Jakarta Barat, mungkin karena banyak interferensi sinyal. Pagi ini coba lagi di kantor… Sekalian mau mencoba capitan buaya dahsyat. Bisa mencapit ke bagian mana saja loh… (ie. meja, dashboard mobil, jadi bukan cuma di kaca).

Pict #1: mencari gelombang TV Digital di Note8.

Pertama-tama dicari di GNote8, kok setelah freq 562000KHz, jadi lemot ya? Tadi cepat tuh… sejauh ini juga belum menemukan siaran TV apa-pun.

Pict #2; mencari gelombang siaran TV Digital di Note4

Karena penasaran, langsung dicoba di Gnote4, eh, ternyata bisa mendapatkan sampai 14 channels TV digital loh… hem….

Pict #3: EPG TransTV

Contoh Electronic Programme Guide dari TransTV. Kenapa yang muncul cuma yang subuh tadi ya? *he he he*

Pict #4: nonton siaran TV tanpa internet (bisa di rekam lagi)

Ya sudah lah, langsung nonton saja… oh ya, siaran ini bisa langsung direkam menjadi MP4 ke dalam perangkat kita loh.. cukup tekan tombol camera di sebelah kanan dekat lambang jam, sinyal, dan battery.

Pict #5: beda antena loop dengan kuping “Y”

Balik mencari di GNote8, ternyata sekarang sudah ketularan.. dapat juga 14 channels seperti di GNote4. 🙂 Saudara kembar mungkin.  Sewaktu menggunakan yang loop (warna hijau pada photo diatas) dapatnya sekitar 8 channels, pakai antena “Y” bisa 14 channels.  🙂

Pict #6: bisa di rekam juga

Cobain Kompas TV nih.. mantap juga.

Pict #7: universal soldier (eh) holder… japitan buaya…

Tentunya ngak enak kalau harus meganggin perangkat terus.. ambil universal holder yang baru diculik dari tokonya. Agak ragu sih, apakah perangkat saya buat digigitnya?

Pict #8: hamp! Note8 aja bisa dicaplok dengan baik.

Ternyata…. oh ternyata… GNote8 pun habis dilahap oleh capitan buaya tersebut. Kekuatan engselnya juga cukup baik, karena perangkat duduk dengan diam (tidak goyang-goyang).  Paket penjualannya cukup sederhana, kotak hanya berisi: sebuah base (ada bagian kulit yang lengket agar bisa menempel pada semua jenis permukaan), + sambungan dudukan + bagian jepitan/dudukan gadget.

Ok, sampai kesempatan berikutnya ya…

Salam SUKSES LUAR BIASA,

BduaB.com

Menyulap Android (4.1 keatas) menjadi TV portable.

Bermula dari malam-malam membaca Path kawan, dimana dia baru membeli GNote4; pada posting tersebut, tampak sebuah alat kecil pada bagian buntut si GNote4 miliknya.

Terjadilah percakapan berikut di Path:
J: Alat apa tuh bro?
A: Buat nonton TV.
J: Pakai Internet?
A: Ndak, ini TV Tuner digital, DVB-T2. Jadi tidak perlu koneksi Internet lagi. Oh ya, harganya tidak sampai Rp. 300.000 loh! Lumayan, kalau Lagi perlu nonton breaking news. 😀
J: Loh??? (Panik, Sakau….)

Akhirnya jadi diboyong juga si mungil ke rumah.

Pict #1: beberapa alat yang menunggu giliran untuk dicobain.

Pad TV Tuner digital yang di tunggu-tunggu, akhirnya bisa di buka juga.

Sebelum membeli pastikan perangkat anda memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Dual Core minimal 1GHz
2. System operasi Android 4.1 atau yang lebih baru
3. Perangkat harus mendukung USB-OTG host.

Pict #2: isi paket penjualan Pad TV Tuner.

Isi paket penjualan MyGica Pad TV Tuner adalah: alat (dongle) TV tuner, kabel antena loop, ada 1 buah kabel antena remote berbentuk V, beserta suction cap, bisa untuk dipasang pada kaca mobil, buku manual berbahasa Inggris. 😉

Pertama-tama, ternyata kita harus mengunduh (download), Sebuah aplikasi dari google playstore, bernama Pad TV HD.

Setelah terinstall, berikutnya, sambungkan antena yang dipilih ke module Pad TV, baru pasangkan Pad TV ke lubang data Device yang anda miliki (tampak pada contoh: GNote8).

Pict #3: mencari gelombang siaran (pada contoh ini negara belum dipilih Indonesia).

Kali pertama menyambungkan Pad TV tuner ke perangkat, otomatis dikenali serta ditawarkan untuk menjalankan app Pad TV HD yang telah terinstall. Jawab “iya”.

Kemudian seperti TV Tuner conventional, setup dimulai dengan mencari gelombang siaran stasiun TV. Pastikan pada bagian Negara, sudah dipilih Indonesia (seperti gambar 4 dibawah ini).

Pict #4: mencari stasiun TV digital untuk Negara Indonesia.

Proses pencarian ini, membutuhkan beberapa waktu. Tergantung lokasi anda (serta antena yang digunakan), mungkin anda bisa langsung mendapatkan beberapa stasiun TV, atau mungkin belum sama sekali (seperti percobaan kami pertama kali).

Sedikit saran: apabila anda melakukan pencarian dari dalam rumah yang dikelilingi bangunan tinggi, coba lah pergi ke area terbuka dan ulangi proses pencarian.

Pict #5: MyGica in action with GNote8.

Sama seperti TV Tuner conventional pada umumnya, walaupun ini menangkap siaran digital, posisi tetap menentukan prestasi loh ya.

Yang pasti, siaran digital, sudah tidak ada “semut”nya lagi. 😀 kalau signal tangkapan jelek, paling gambar lagging atau putus-putus. 😀

Pict #6: MyGica in action with GNote4.

Terakhir, siaran yang bisa ditonton, bisa di “rekam” (record) langsung ke perangkat mobile anda.

Bagaimana menurut anda? Apakah alat ini cukup menarik?  Sedikit catatan kecil, sewaktu menggunakan alat ini, dipastikan perangkat dalam keadaan tanpa sarung, karena tidak muat. 🙂

Silahkan bagikan pendapat anda pada kolom komentar dibawah .. 😉 agar kita bisa sama-sama belajar.

Terima kasih.

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –
Sent from Jakarta, Indonesia

%d bloggers like this: