Ini Tablet atau PC? Tepatnya Micro PC tablet! #loh?

Malam minggu kemarin adalah malam yang ditunggu-tunggu.. waktunya WaKunCar dengan kekasih baru. #eh, tepatnya karena kiriman sebuah MicroPC telah diantarkan oleh bapak RPX.

Setelah melewati proses yang sulit, seperti malam pertama.. yang tidak habis-habisnya melepaskan lapisan “baju” pengantin… akhirnya setelah terbuka seluruhnya tiba lah saat-saat yang sangat mendebarkan… kira-kira begini bentuk kotak & sleeve kulit dari Axioo Windroid 9G.

Warna kotak dan sleevenya keren ya… sama-sama coklat!😀

Isi dalam kotak Windroid 9G (full package – SRP @ Rp. 2.599.000) tentu saja terdapat:
A. 1 buah unit Windroid 9G
B. 1 buah kepala travel adaptor dengan output 5V 2A
C. 1 buah kabel USB – Micro (kabel data & charger)
D. 1 buah ballpoint Stylus – full package
E. 1 buah car charger 3.1A (dual-ports) – full package
F. Karena membeli full package; unit telah diberikan lapisan pelindung (laminating)

Bonus Full Package:

Car charger yang diberikan sebagai bonus:

Bentuk stylus yang diberikan sebagai bonus full package ternyata mirip dengan yang biasa digunakan untuk iDevice (seperti iPad). Ujung stylus-nya berbentuk bundar seperti ujung penghapus😀

Kira-kira ada yang tahu, kenapa paket penuh memberikan hadiah stylus?  Ternyata karena browser terbaru dari Microsoft Windows 10 (sekarang bernama Microsoft Edge), bisa langsung di-coret-coret kemudian dibagikan lewat e-mail dan lain-lain.  Selain itu, Windows 10 juga memiliki fasilitas pengenal tulisan tangan (paket bahasanya harus di unduh terlebih dahulu).

Satu hal yang pasti, pertama kali membuka SIM tray, sangat susah luar biasa… sepertinya waktu dipasang, lapisan cat SIM Tray belum kering dengan sempurna, sehingga lengket. Ini photo SIM Tray yang ada catnya lepas.🙂

Cara buka SIM Tray adalah ditarik ke arah luar, seperti ilustrasi dibawah ini.

Pada sisi yang sama dengan camera, dapat ditemui beberapa lubang konektor seperti:
USB, HDMI, Speaker/Headphone, serta Card Reader (MicroSD / TF-Card); di sisi paling kiri (tidak tampak pada gambar) ada lubang internal speaker.

Begini bentuk sisi kiri (atau atas tablet Windroid 9G), terdapat juga 1 buah port USB ukuran standard pada sisi kiri, tepatnya di bagian kiri docking keyboard.

Pada sisi yang dekat ke badan kita (posisi laptop) atau sisi kanan pada mode tablet, terdapat tombol power + volume.

Disisi sebelah kanan, terdapat sebuah lubang Mic kecil… dan sebuah konektor USB ukuran standard pada docking keyboard.

Bagian belakang dari Axioo Windroid 9G, dimana di dalamnya terdapat konektor penghubung unit Windroid 9G dengan keyboard docking + magnet sebagai engsel-nya.

Tablet & docking keyboard dianggap terhubung menggunakan USB, oleh karenanya, docking keyboard Windroid 9G tidak dilengkapi battery; menjadikannya ringan untuk dibawa-bawa.

Begini bentuk Notebook / tablet Windroid 9G pada saat terbuka.. Gagah bukan?🙂

Ngomong-ngomong, apakah ada yang tahu, kenapa dinamakan Windroid 9G? Dinamakan Windroid karena pada dasarnya, tablet ini bisa difungsikan sebagai perangkat berbasis Android maupun Windows secara bergantian… ya, dengan membeli 1 kali, anda mendapatkan tablet android (v4.4.4) maupun komputer ber-operating system Windows resmi (dapat gratis upgrade ke Windows 10 lagi!).

Axioo juga berbaik hati, dengan memberikan program Office 365 secara gratis selama 1 tahun bagi pemilik Windroid 9G. Dengan 1 license tersebut, kita dapat menggunakan Office 365 baik di Mac / Windows PC, serta sebuah tablet dan sebuah handphone (iOS / Android / Windowsphone)

Begini kira-kira perbandingan ukuran fisik serta layar Axioo Windroid 9G dengan Samsung Note 8 serta Samsung Galaxy Tab V.

Pada kondisi pencahayaan yang cukup, menggunakan tablet Windroid 9G sangat nyaman, akan tetapi pada waktu cahaya lingkungan temaram (atau kurang) ada baiknya kita merubah pengaturan intensitas cahaya secara manual, karena pada saat digunakan beberapa waktu, tidak seperti merek lainnya, intensitas cahaya tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi sekeliling secara otomatis.

Pada mode Android, storage yang tersedia adalah sebagai berikut:

Informasi mengenai system Android yang terinstall pada Windroid 9G

Bentuk stylus hadiah Windroid 9G (Full package) dan stylus yang digunakan pada iPad. Ada yang bisa menebak yang manakah stylus milik iPad?🙂

Kebetulan, ada Asus eeePC 900, Bagaimana kalau disandingkan berdampingan, seperti kakak beradik-kah mereka?

Perubahan dari Android menjadi Windows ataupun sebaliknya, harus dilakukan lewat cara restart (reboot), tidak bisa langsung.

Jangan lupa untuk mengaktifkan Office 365 yang diberikan secara cuma-cuma oleh Axioo Windroid 9G, sebelum anda meng-upgrade Windows 8.1 Windroid anda ke Windows 10.

Office 365 ini bisa diinstall pada 1 buah PC (Mac/Windows), 1 tablet, serta 1 smartphone, tak lupa, mendapatkan gratis telepon ke telepon darat (biasa – landline) lewat skype sebanyak 60 menit setiap bulannya, termasuk tempat penyimpanan sebesar 1TB pada layanan OneDrive cloud milik Microsoft.

Pada saat dihidupkan pertama kali, maka kita bisa memilih ingin masuk ke system Android atau Windows.

Upgrade ke Windows 10 cukup menguras tenaga (source sekitar 2.5GB) dan pikiran (perlu space 9GB), upgrade tidak dapat dilakukan karena space yang tidak mencukupi, ternyata ada solusi sederhana untuk memecahkan masalah tersebut, cukup menghubungkan Windroid 9G ke tempat penyimpanan luar (contoh: HDD atau flashdisk atau apa saja) dengan tempat kosong minimal 9GB. Berikut tampilan Windroid 9G pada saat melakukan upgrade ke Windows 10 home.

Saat pertama kali bertemu muka dengan Windows 10.🙂 Eits, jam & tanggal-nya salah tuh.. padahal sudah hari Senin pagi. *hahaha* Benar-benar terasa baru keluar dari gua deh… gua penantian.. seperti dilahirkan kembali. :p

Seperti ini tampilan antar-muka Windroid 9G dalam mode Windows 10, gambar background sengaja dipilih yang otomatis berubah-ubah secara mandiri & otomatis, agar ada unsur kejutannya serta tidak membosankan.

Menu start ala metro-tiles… apabila memilih bentuk tablet, otomatis menunya akan berbentuk seperti ini agar memaksimalkan fungsi sentuhan (touchscreen).. sewaktu mode tablet dimatikan, maka menunya akan kembali seperti biasa (komputer Win7 pada umumnya; dengan start menu pada bagian kiri). Oh ya, layar Android ini mendukung 5 titik sentuhan jari, sedangkan iPad mendukung 10 titik sentuhan jari.

Untuk membuktikan performa USB OTG serta kemampuan Windroid dalam memutar film High Definition; segera dihubungkan sebuah USB OTG yang berisi film 720p kemudian langsung ditonton menggunakan VLC di Windroid 9G dalam mode Windows 10.

Brum… brum…. lumayan tidak terasa lag, walaupun diputar langsung dari flashdisk serta memory RAM Windroid 9G hanya 1GB. Sedikit sayang, letak speaker di satu sisi *bagian atas pada mode tablet; (atau samping kiri pada mode lanscape) membuat suara terdengar tidak maksimal; dan kualitas suara internal speaker cenderung cempreng. Hal ini bisa diakali menggunakan headphone pihak ketiga… artinya nambah tentengan lagi deh.🙂

Menurut hasil penggunaan beberapa waktu ini, rangkuman kami terhadap Windroid 9G adalah sebagai berikut:

Pro’s:
+. Bobot unit (+ keyboard docking) sangat ringan
+. Layar jernih dengan resolusi 1280 x 800
+. Dual boot (Android v4.4.4 dan Windows 8.1 32bit *upgrade gratis ke Windows 10 Home)
+. Sudah mendapatkan gratis Office 365 – 1 tahun
+. Magnet penghubung layar ke keyboard cukup kuat (tidak lepas walaupun diangkat pada bagian layar)
+. Mendukung USB OTG
+. Layar touchscreen (5 points)
+. Sudah menggunakan Intel Quadcore processor
+. Storage 32GB (di partisi menjadi 12GB Android & 20GB Windows)
+. Disertakan dual-port car charger (Full package)
+. Mendapatkan sebuah stylus pen (Full package)

Con’s:
-. Bodi berbahan plastik terkesan ringkih
-. Trackpad terlalu imoet, sulit digunakan🙂
-. Posisi speaker bawaan dibagian atas; suara kurang terdengar keluar walaupun sudah di set penuh 100%; serta suara cenderung cempreng
-. Kamera terkesan seadanya; masih cukup sekedar untuk skype
-. Unit yang diterima cat pada bagian SIM tray menempel sehingga pertama kali sulit untuk dikeluarkan
-. Tidak disertakan konektor HDMI -> VGA agar dapat terhubung ke LCD Projector/layar besar
-. Keyboard tidak memiliki backlight serta tidak menjadi tambahan battery
-. RAM hanya 1GB (lebih nyaman 4GB atau 8GB)
-. ROM 32GB dibagi partisi peruntukan 12GB Android & 20GB Windows
-. Microphone kurang sensitif
-. Card Reader hanya mendukung MicroSD (TF Card)
-, Beberapa port masih kurang presisi, sehingga menyulitkan penggunaan
-. untuk menggunakan fitur telepon pada mode Android; dibutuhkan perangkat bluetooth headset

Kesimpulan:
Perbandingan antara harga jual dan keuntungan yang didapatkan Windroid 9G (OS resmi Windows 10 home; Office 365 resmi 1 tahun; bobot unit ringan); tidak berlebihan apabila anda melirik Windroid 9G untuk mendampingi pekerjaan anda; apalagi laptop ini bisa di charge di mobil dan sudah build-in modem 3G. Akan sangat menarik apabila Axioo mengeluarkan variant dengan RAM 4GB atau 8GB, yang pastinya akan membuat pekerjaan makin mulus.

Sampai jumpa lagi….

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

9 Responses

  1. kalau mau pakai keyboardnya harus selalu dihubungkan ke sumber power ya?

    • Kalau mau menggunakan keyboard-nya, pastinya si tablet harus dalam kondisi terhubung ke keyboard. Sebab, keyboard memerlukan sumber daya dari tablet. Tapi untuk penggunaannya tidak perlu selalu dihubungkan ke charger/adaptor (selama belum low battery).

      • keyboard saya yang tipe bluetooth, tapi setiap mau digunakan harus dicolok ke sumber daya baru keyboardnya bisa digunakan, jika tidak, meskipun bluetoothnya terkoneksi, keyboardnya tidak bisa digunakan..

      • Oh beda sama si Axioo Windroid 9G bu. Yang ini tidak menggunakan bluetooth keyboard. Oleh karenanya, apabila ingin digunakan harus terkoneksi ke tablet🙂

      • Saya punya yg Axioo Windroid 8G, mas… akhirnya saya malah beli keyboard lain yg ada kabelnya dan bisa dikonek ke tabletnya…keyboard bawaannya malah tak saya pakai..

      • Kebetulan saya belum pernah menggunakan Windroid 8G, untuk Windroid 9G, terhubung ke “otak” PC secara langsung, dianggap terhubung via USB kabel. Oleh karenanya tidak memerlukan external power. Apakah kendala ibu telah ditanyakan ke FB Axioo (resmi) bu?

      • Belum, Pak… saya masih berasumsi apakah memang semuanya seperti itu, maka saya tanya dulu kepada yg sudah pernah memakai… saya akan tanyakan langsung ke Axioo. Terima kasih..

      • Menurut saya seharusnya tidak begitu, karena apa gunanya keyboard bluetooth kalau dalam pemakaian, harus selalu terhubung ke sumber daya (power).🙂 Tapi mungkin saya salah, silahkan di cross-check dengan pihak terkait bu. Semoga cepat mendapat kepastian.

      • Baik, Pak… terima kasih banyak ya, Pak…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: