Membatasi akses Internet / Jaringan? Siapa takut?

Pagi!

Akhirnya sampai juga ke masa, dimana kami harus membatasi akses internet anak-anak, sebelum mereka terlalu jauh kecanduan, asik bermain di dunia maya, dan lupa akan tanggung jawab di dunia nyata. Apakah anda merasakan hal yang sama dengan kami?🙂 Apabila iya, anda tiba pada tempat yang tepat…

Disini, kami akan berbagi, cara membatasi akses internet orang yang menggunakan router kita (baik di rumah maupun di kantor). Di asumsikan, anda mengerti teknik dasar networking (jaringan), sekiranya tidak, minimal anda memahami logika cara berpikir-nya.

Cara membatasi akses yang kami lakukan disini adalah:
1. Mengatur jadwal, kapan perangkat yang digunakan dapat terkoneksi ke internet.
Biasanya, kalau perangkat mereka tidak bisa terkoneksi, otomatis anak-anak akan mencari perangkat lain yang bisa bukan?🙂 Jadi semua kita kontrol.😀 Jaman sekarang, tidak bisa kita tutup sama sekali, karena kebutuhan mereka untuk kegiatan belajar, mengerjakan tugas, dan lain-lain. Yang terbaik bisa kita lakukan adalah membatasi aksesnya.

2. Menentukan, perangkat mana saja yang bisa akses pada waktu kapan?
Tentunya, anda tidak ingin malah perangkat kerja anda yang tidak bisa terhubung ke Internet bukan? Bisa-bisa dimarah atasan di kantor kalau sampai tidak bisa dihubungi / membalas email.🙂

Router tidak terbatas pada Wireless router TP-Link, karena semua rata-rata saat ini telah memiliki fitur berikut ini… walaupun antar tipe router, memiliki kemampuan yang berbeda-beda, seperti contoh dibawah ini.

Pada tipe TP-Link MR-3420, fungsi parental control (PC) yang dapat didaftarkan ke router hanya satu. Sedangkan pada TP-Link WDR4300, bisa mencapai 4 unit.

Ini contoh halaman yang sama pada jenis router berbeda di TP-Link.

Oh ya, sebelum lupa, untuk mengakses halaman ini, anda menggunakan Internet browser, seperti Safari (Mac), Chrome (Mac/PC), maupun IE (WindowsPC), ataupun FireFox (Mac/PC). Pergi ke halaman administration, silahkan buka buku manual wireless router anda, misal 192.168.0.1 ada yang 192.168.1.1 ada juga yang 192.168.2.1

Hal dasar yang patut diketahui, setiap perangkat agar dapat berkomunikasi, sewaktu terhubung ke router, akan mendapatkan alamat tertentu yang dikenal dengan istilah “IP”. IP ini terdiri dari deretan angka 3 digit sebanyak 4 segmen, contoh: XXX.YYYY.ZZZZ.OOOO Biasa suka di set sebagai: 192.168.XXX.YYY (192.168.xxx.yyy dikenal sebagai IP class-C; biasanya digunakan untuk kebutuhan rumahan / SOHO).

Nah, kenapa saat perangkat kita terhubung otomatis kita mendapatkan alamat IP tersebut? Itu tugasnya DHCP server. Di dalam setiap router, biasanya sudah built-in DHCP server. Jumlah berapa banyak perangkat yang dapat dialokasikan alamat IP diatur dari bagian DHCP (pada contoh dibawah ini: disiapkan alamat IP dari 10.10.1.101 – 10.10.1.110; artinya disiapkan slot untuk 10 perangkat untuk terkoneksi ke wireless router ini). Saat alokasi alamat IP ini habis, maka otomatis perangkat berikutnya tidak dapat terhubung dengan router, sampai ada device yang tidak terkoneksi.

Bagaimana router bisa membedakan antara perangkat yang satu dengan yang lainnya? Menggunakan yang namanya “MAC Address”, pada setiap perangkat network, no “MAC Address” ini unique, tidak akan pernah ganda secara hardware. Oleh karenanya, masing-masing perangkat juga harus diberikan alamat IP khusus, agar tidak bentrok serta dapat berkomunikasi dengan lancar.

Contoh dibawah ini, perangkat yang sedang terhubung ke dalam jaringan kita, informasi MAC Address serta alamat IP yang sedang digunakan.

Nanti kita akan membuat group berdasarkan alamat IP yang digunakan perangkat, misal
kelompok IP A dari 192.168.0.101 – 192.168.0.120 dinamakan group “Kids”,
kemudian 192.168.0.201 – 192.168.0.220 dinamakan kelompok “OrTu”, dan
sekiranya diperlukan untuk membentuk kelompok SuperUser misal dari 192.168.0.231 – 192.168.0.240;
Banyaknya kelompok ditentukan oleh kebutuhan anda, seberapa rumit pembatasan yang anda perlukan.

Berikutnya, anda dapat masuk ke bagian menu ACCESS CONTROL, dan secara otomatis di TP-LINK aken membuka halaman Rule sebagai berikut:

Gambar diatas dalam kondisi adalah kondisi awal, dimana kita belum menerapkan pembatasan apa-apa, dan apabila anda tekan tombol “Add New…” (dibawah: ID Rule Name), maka anda akan masuk ke dalam halaman berikut ini:

Disini kita melakukan pengaturan sesuai keinginan kita.
Rule Name : Masukan sembarang nama yang mudah anda mengerti
Host : Untuk siapa-siapa saja pembatasan ini berlaku? (kelompok mana)
Target : Apa yang ingin dibatasi?
Schedule : Jadwal pembatasan?
Action : Diberikan / tidak diberikan akses?
Status : Apakah pengaturan ini aktif (enabled) / tidak (disabled)

Catatan:
Pastikan selalu menekan tombol “Save” untuk menyimpan perubahan yang telah anda lakukan.

Pada contoh ini, kita akan membuat 2 buah kelompok, 1 disebut “Big Boss”, dan 1 lagi adalah “Kids”.
Tentunya seorang “Big Boss”, diperbolehkan menggunakan seluruh fasilitas tanpa dibatasi, sedangkan “kids” hanya dapat menggunakan saat mereka selesai belajar (di waktu luangnya); sebagai contoh mungkin antara jam 18:00 – 19:00 di hari Senin – Kamis.

Maka yang harus anda lakukan adalah masuk ke menu ACCESS CONTROL, kemudian klik di HOST:

Selanjutnya anda klik pada tombol “Add New…”

Disini kita pilih mode IP Address, serta kita berikan panduan ke router dari alamat IP berapa sampai berapa yang akan dikenal sebagai kelompok “Big Boss”.😀 Contohnya disini kita mendefinisikan 192.168.0.201 – 192.168.0.220 sebagai perangkat yang termasuk dalam kelompok “Big Boss”.

Setelah itu, klik tombol “Add New…” dan definisikan untuk kelompok “Kids”, misal 192.168.0.101 – 192.168.0.110

Berikutnya kita tentukan, apa yang dapat dilakukan saat perangkat terhubung ke internet, apakah mereka hanya bisa menggunakan search engines, seperti google, yahoo, msn, bing, atau bisa melakukan hal lain-nya? Hal ini bisa diatur pada bagian “Target”.

Setelah anda masuk ke sub-menu Target, klik “Add New…” untuk memulai. Disini pilihannya dibagi 2, apakah kita mau membatasi menggunakan alamat IP (tujuan), atau menggunakan alamat domain? Saran kami menggunakan alamat domain, karena satu domain dapat memiliki beberapa alamat IP, dan sulit rasanya mengikuti perkembangan setiap waktu. Menggunakan keyword, menghemat tenaga dalam menjaga aturan minimal selalu sesuai keinginan.

Daftarkan target sesuai kebutuhan anda, mungkin selain search engines, ada bisa juga mengelompokan website-website berita, seperti detik, kompas, cnn, dan lain-lain.

Seperti penjelasan diatas, saat kita mengugnakan kata kunci (keyword) google, maka seluruh koneksi ke domain yang ada kata “google”-nya akan disaring, tergantung pilihan kita, memperbolehkan atau tidak memperbolehkannya. Hal yang sama juga berlaku bagi kata kunci lainnya dalam kelompok yang sama.

Setelah kita menentukan kelompok, serta apa yang dapat (atau tidak dapat) diakses, selanjutnya kita membuat jadwal untuk disandingkan pada bagian Rule.

Yang perlu diingat, jadwal ini berdasarkan jam yang ada di Router, bukan pada jam kita ya.🙂 Jadi pastikan router anda selalu mendapatkan tanggal serta waktu yang akurat, bisa dengan cara sync ke internet (akan dibahas pada bagian akhir).

Kita dapat membuat jadwal sebanyak yang kita perlukan. Mau ganjil-genap, ataupun hari lainnya, dapat kita atur dan tentukan sendiri waktu-nya. Di TP-LINK, waktu menggunakan 00:00 – 23:59 (24 jam).

Misalkan untuk kelompok anak-anak, diperbolehkan akses pada hari Senin – Jumat antara jam 18:00 – 19:00, sering kali mereka membutuhkan WA untuk mengecek PR serta tugas-tugas lainnya. Dengan dibatasi waktunya, mereka akan terbiasa bekerja secara efisien.😀

Selesai kita menentukan Host, Target serta Schedule, saatnya kita membuat Rule (aturan) untuk dilaksanakan pada router ini. Maka kita kembali ke ACCESS CONTROL – Rule

Sekarang apabila kita menekan tombol “Add New…” maka halaman seperti berikut ini yang akan muncul (tentunya di TP-LINK; router lain mirip-mirip).

Gambar diatas adalah posisi awal, sebelum dilakukan pengaturan, selesai melakukan pengaturan, anda harusnya mendapatkan halaman seperti gambar berikut ini:

Pengaturan diatas untuk kelompok Big Boss, koneksi ke mana saja (any target), kapan saja (anytime), diperbolehkan (allow).

Sedangkan untuk kelompok “Kids” pengaturannya menjadi sebagai berikut:

Kelompok “Kids”, apabila ingin terhubung ke “Search Engines” pada waktu “Kids weekdays” diperbolehkan, sisanya tidak boleh.

Setelah menekan tombol “Save” dan kembali ke halaman awal, selanjutnya, pastikan ada tanda centang pada depan “Enable Internet Access Control” (panah orange), Deny the packets not specified by any access control policy to pass through the Router (panah merah), dan jangan lupa tekan tombol “Save” untuk menyimpan perubahan yang telah anda lakukan (panah hijau).

Kelompok sudah dibentuk, pengaturan telah dibuat, sekarang apa? Loh, yang berikut ini harus dilakukan, agar semua yang telah dilakukan tadi dapat berfungsi dengan baik, yaitu pengaturan device mana saja yang masuk kelompok tertentu, untuk yang satu ini, kita perlu mengetahui dengan pasti, informasi MAC Address dari perangkat yang ingin kita atur.

Contoh berikut ini: ada pengaturan Mac Address untuk 1 perangkat, dan kebetulan IP-nya memang sengaja diberikan diluar yang biasa digunakan.

Informasi MAC Address, tersedia langsung diperangkat, biasanya pada bagian info mengenai perangkat tersebut, formatnya 6 pasang angka & huruf, kadang ditulis dalam bentuk XX:XX:XX:XX:XX:XX, bisa juga ditulis XX-XX-XX-XX-XX-XX

Setelah anda mengetahui informasi tersebut, sandingkan dengan alamat IP sesuai kelompok yang diinginkan, misal apabila masuk kelompok Big Boss, maka alamat IP harus 192.168.0.201, perangkat berikutnya di 192.168.0.202, selanjutnya di 192.168.0.203 dan seterusnya. Untuk kelompok Kids gunakan alamat IP 192.168.0.101 .. dan seterusnya. Alamat IP ini tidak boleh sama untuk 2 perangkat berbeda, prakteknya 1 perangkat (device) = 1 alamat IP.

Dan untuk pembatasan lebih jauh, di TP-LINK dapat juga dilakukan pembatasan speed bandwidth pada koneksi ke Internet, misalnya ada orang yang gemar download, maka kita batasi bandwidth unduh-nya (download / Ingress) hanya 512Kbps, sehingga otomatis dia tidak bisa lebih dari batasan tersebut dan pengguna lainnya tetap mendapatkan bandwidth yang layak.

Contoh pengisian Bandwidth control sekiranya anda menginginkan-nya.

Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya, pastikan waktu router anda sudah sesuai, karena router tidak memiliki built-in battery, oleh karenanya setiap sehabis restart (misal mati lampu), biasanya pengaturan ini berubah.. Dan karena kita menentukan akses berdasarkan waktu, hal ini bisa berakibat orang kehilangan akses pada saat seharusnya dia bisa akses. Untuk dikantor, bisa dengan menghubungkan daya ke UPS, dan untuk di rumah, pastikan selalu mensetting tanggal & waktu sesuai keadaan (setelah kehilangan daya). Bisa juga mengambil waktu dari Internet, dengan cara sync ke NTP server.

Demikian sharing yang kami lakukan, berikut pengumuman yang kami sampaikan ke anak-anak kami.
Jadwal yang saat ini diterapkan… Semoga memacu mereka untuk konsentrasi belajar.🙂

Demikian sharing kami kali ini, semoga bermanfaat bagi kita sekalian.🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: