Melihat, Mendengar & Merasakan dari sudut lain….

Halo, Aloha, Bonjour….

Setelah sekian tahun meeting pada tempat yang sama, minggu lalu kebetulan melakukan meeting pada tempat yang lain, gedung belakangnya.  Ternyata pemandangan yang telah dilihat bertahun-tahun, saat dilihat dari tempat yang berbeda, memberikan kesan yang berbeda pula.

Saya seperti disadarkan, masalah apa-pun yang kita miliki, baik itu kesehatan badan maupun finansial, mungkin saat dilihat dari posisi kita, tidak terlihat solusinya, kita belum mendengar dan menemukan solusi atas masalah tersebut.  Banyak orang diluar sana yang berhenti sampai disitu.  Bukan hanya 1-2 hari, 1-2 bulan, bahkan bisa bertahun-tahun hingga mereka meninggal dunia.

Solusinya sebenarnya mudah, cukup dengan menurunkan ego kita, mengosongkan hati (tidak berasumsi) serta membuka pikiran, baru solusi yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan/terlihat dapat kita temukan.

Contohnya bapak Agus & ibu Fika ini.. sebagai seorang tenaga pengamanan di sebuah bank, beliau berjuang untuk memperbaiki nasib keluarga, untuk masa depan anak-anaknya.  Hasil tidak menghianati usaha!

Mas Agus Sutanto n Fika - Satpam BRI - 130218.jpeg

Bagi rekan-rekan diluar sana, yang mungkin sudah bosan dengan hidupnya yang begitu-begitu saja, sudah bekerja puluhan tahun dengan hasil dibawah inflasi, juga para pengusaha yang sekarang sedang kebingunggan bisnis melambat, kesulitan bahan baku, tenaga kerja, pembeli, yuk, mari berhenti sejenak dan merenungkan..

Saat ini, sekiranya kesehatan & keuangan sudah bukan masalah, apa yang sangat-sangat ingin dilakukan sekarang?

Apakah dengan melakukan apa yang kita lakukan saat ini, hal yang kita impikan tersebut dapat terwujud dalam waktu 5 tahun ke depan?

 

Sekiranya tidak, apa yang harus kita rubah agar dapat mencapai impian kita tersebut? (Einstein berkata “Adalah suatu kegilaan, melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda).

Mas Agus & mba Fika telah membuktikan, latar belakang tidak penting diusaha ini, yang penting terus bergerak mendekati impian kita.  Karena sukses adalah hak semua orang!

Keberuntungan adalah bertemunya Kesempatan dengan Kesiapan, serta berani mengambil keputusan bergerak.  Kesempatan bisa datang kapan saja, pertanyaannya, siapkah kita saat kesempatan itu mengetuk pintu rumah anda?

Ini kesempatan anda merubah hidup anda 1-3 tahun ke depan, bagi yang sudah siap, , ambil kesempatan ini dengan menjapri mereka yang share #AKD atau hubungi penulis

A WINNER IS A DREAMER WHO NEVER GIVE UP!

#ChangeYourWaterChangeYourLife

Advertisements

GoPro, nasib-mu kini….. ?

Hi,

Life isn't perfect

Life is not always perfect, but …..

Sebentar lagi sebelum tahun baru Cina, yang lebih dikenal sebagai Xin Cia.  Apa kabar semuanya?  Bagaimana perkembangan bisnis serta diri anda di tahun yang lalu?

Saat ini penulis sedang ingin berdiskusi mengenai sebuah perusahaan… perusahaan ini membuat action camera.. termasuk leader (pada jaman-nya), akan tetapi di awal tahun 2018 ini, pendirinya, Nick Woodman telah siap menjual perusahaan GoPro dengan bantuan JPMorgan.

Menurut kawan-kawan mengapa perusahaan GoPro bangkrut hingga harus dijual?

Mengutip tulisan Jenni M. Xue (Kolumnis International serial Entrepreneur & pengajar bisnis, berbasis di California) sebagian adalah:

  1. Kenaikan biaya operational, yang dipicu, karena perusahaan public perlu tampil aktif untuk meningkatkan nilai.  GoPro yang telah miliki penggemar fanatik ini mulai memasang iklan di acara SuperBowl yang luar biasa mahal.  Resikonya: biaya operational meningkat hingga 50% setiap tahun dari tahun 2014.  — (Kesalahan strategi bisnis).
  2. GoPro juga tidak lagi bersaing dengan teknologi kamera video terbaru, yaitu 360 camera.  Bahkan iPhone dan Android, dapat menggunakan fitur kamera 360 derajat ini dengan aplikasi kamera.  Teknologi 360 ini membuat GoPro sangat ketinggalan zaman.  Apalagi berbagai aksesoris iPhone & Android yang menggantikan fungsi GoPro dengan sangat mudah dan praktis.
  3. Ponsel iPhone dan Android jelas memungkinkan mengirim video secara langsung dengan bandwidth dan kecepatan generasi keempat (alias 4G).  Fitur ini tidak dimiliki GoPro, yang sebenarnya telah ketinggalan selama sepuluh tahun.
  4. Kesalahan terbesar terjadi ketika dana IPO menggiurkan manajemen mendirikan perusahaan media.  Langkah tersebut diawali dengan memasang iklan di SuperBowl, padahal dana tersebut dapat digunakan untuk riset dan pengembangan teknologi GoPro (agar lebih up-to-date).

    Strategy menjadi media company ini sangat bertolak belakang dengan kemampuan inti GoPro, yaitu penemu teknologi kamera video, bukan pencipta konten.  Konten adalah kompetensi para pengguna.  GoPro rupanya lupa hal tersebut.

Kita dapat memetik pelajaran dari GoPro.  Setiap bisnis dan individu punya kemampuan inti unik sendiri.

Anda dan saya punya kelebihan serta kekurangan masing-masing.  Tetaplah berada di jalur ini, apa-pun yang terjadi, karena apa yang mudah buat kita, belum tentu mudah bagi mereka.

Namun ini bukan berarti statisBerkembanglah terus dengan meningkatkan diri secara kontinyu.  Di perusahaan, ada divisi penelitian dan pengembangan alias research & development (R&D).

Bagi diri pribadi, kita bisa meningkatkan diri secara berkesinambungan di era internet ini dengan banyak membaca dan belajar dari kesalahan diri dan orang lain.

Selamat menyambut tahun baru Cina….  Stay Positif!
*Change Your Water, Change Your Life.

# Formal Education Give Us Living, Self Learning Give Us Fortune #

%d bloggers like this: