Battle of Cast Dongles! (Samsung AllShare cast vs Google Chromecast 2 vs Ezcast 5G)

Hi B2B-ers,

Pa kabar semua?

Setelah tergelitik membaca sharing dari seorang sesepuh per-gadget-an Indonesia (Lucky Sebastian aka @Gadtorade), jadi gatal ingin menulis lagi, dan kebetulan baru sempat juga sih… 🙂

Menurut kang Lucky, yang perlu dicari adalah penyampaian sebuah sudut yang biasanya terlewatkan oleh reviewer lain. 🙂 Nah kali ini, karena (kebetulan) anak saya sendiri berkomentar, kok dongle cast sampai berbuah-buah dan macam-macam, memangnya bedanya apa sih? Nah di mulai lah tulisan ini…

Pertanyaan mendasar..

1. Apa fungsi dasar sebuah dongle cast?
Kegunaan penting sebuah Dongle Cast adalah menampilkan isi layar (berikut audio/suara) handphone/tablet ke layar besar (misal TV atau LCD Projector). Se-enak-enaknya nonton film di layar handphone terbaru, tentunya lebih nikmat bila ditonton di layar bioskop bukan? 😀

2. Jenis koneksi dari dongle cast ke handphone?
Tujuannya adalah menampilkan layar serta suara dari handphone ke layar besar secara nir-kabel.. jadi tidak ada kabel berseliweran di antara handphone kita dengan layar/TV. Enak toh? 🙂

Kebetulan saya memiliki 3 buah dongle cast, mulai dari Samsung AllShare cast, Google Chromecast 2 dan Ezcast 5G. Penasaran mau tahu keunggulan dan kekurangan dari masing-masing dongle cast tersebut? Yuk, mari lanjut dibaca…

Yang akan dibahas di mulai dari Samsung AllShare Cast dongle (paling tua), baru Google Chromecast 2 dan Ezcast 5G ya.

A. SAMSUNG AllShare Cast Dongle

Awal-nya menggunakan device Samsung, kebetulan sudah bisa melakukan presentasi menggunakan PowerPoint mobile. Terbayangkan betapa nikmatnya apabila bisa melakukan presentasi tanpa harus berdiri disamping LCD projector, atau kalau kebetulan hanya membawa handphone dan tidak membawa laptop, bagaimana caranya bisa presentasi ke sekelompok orang yang lebih besar? Sering juga setelah anak mengikuti kegiatan di sekolah, orang tua ingin melihat cucu-nya, dan selama ini kesulitan, karena harus memindahkan dulu file dari dalam handphone agar dapat diputar di TV.

Saat ada kesempatan, segeralah di pinang sebuah Samsung AllShare Cast Dongle..Awal dikeluarkan, harganya cukup indah menguras kantong (> IDR 800.000), apa sih isi paket AllShare Cast?

Sebuah dongle AllShare Cast, sebuah cable MicroUSB – USB, sebuah adaptor 5V 1A dan sebuah kabel HDMI untuk mengkoneksikan ke layar/TV.

Keunggulan yang di dapatkan dalam menggunakan AllShare Cast:

1. Pairing antara dongle dengan perangkat sangat mudah. Cukup menekan tombol di belakang AllShare Cast Dongle (sekitar 1 detik hingga warna led berubah-ubah biru & merah), kemudian kita cari dari perangkat yang ingin dihubungkan.

2. Selain perangkat Samsung, AllShare Cast juga mendukung protokol MiraCast, jadi bisa melakukan mirroring menggunakan perangkat Blackberry maupun Intel Wireless Display.

3. Direct koneksi via WiFi antara perangkat dengan dongle, tanpa memerlukan router.

4. Sudah mendukung resolusi 1920 x 1080 (FullHD)

Kekurangannya:

1. Perangkat Apple belum dapat terhubung ke dongle ini

2. Karena koneksinya masih 802.11n, saat kita di-area interference tinggi kadang suka putus-putus. Wajar, karena teknologi 802.11n sudah lumayan “lama” tapi pada masa-nya merupakan yang terbaik.

3. Saat mirroring, kita tidak dapat menggunakan perangkat kita untuk hal lain.

4. Apabila perangkat kita tidak mendukung dual-band WiFi, maka otomatis tidak dapat terhubung ke internet saat kita terhubung ke AllShare Cast Dongle.

B. Google Chromecast 2

Setelah menemukan AllShare Cast suka putus-putus, serta belum mendukung perangkat Apple (AirPlay), maka pencarian menemukan perangkat dilanjutkan.

Kebetulan (lagi), menemukan penawaran asik dari salah satu toko online. Dan tersedia warna yang tidak pasaran, yaitu merah (penting banget ya?) Maksudnya apabila digunakan saat event, tidak akan ada yang menyamai, karena biasanya orang memiliki Chromecast berwarna hitam. 😀 Oh ya, yang terbaru adalah Google Chromecast 4K, akan tetapi karena perangkat 4K masih mahal dan jarang serta harganya masih mahal, jadi diputuskan untuk meminang Google Chromecast 2 saja.

 

Dalam bagian dalam cover Google Chromecast, tersedia petunjuk cara memulai mensetting / menggunakan Chromecast ini.

 

Keunggulan:

1. tidak memerlukan kabel HDMI terpisah, karena kabelnya sudah menempel jadi 1 dengandongle.

2. Cara kerja perangkat – router – google Chromecast 2; untuk setup awal, memerlukan aplikasi Google Home (tersedia baik di Android Playstore maupun iTunes Store).

3. dapat di kustom menggunakan wallpaper photo-photo yang telah kita upload di account Google Photos.

4. Saat kita men-cast suatu tayangan misal youtobe, maka layar handphone bisa dimatikan dan film tetap tambil dilayar, karena Chromecast yang langsung terkoneksi ke-internet via router.

5. Setiap awal dihidupkan, otomatis mengupdate firmware terbaru (apabila ada).

6. Karena koneksi via router, kekuatan router menjadi penentu apakah presentasi lancar / putus-putus.

7. Dapat menampilkan isi layar dari iOS/Android, PC Windows maupun Mac.

8. Menggunakan standard WiFi 802.11ac

Kekurangan:

1. Dalam bekerja memerlukan koneksi ke router yang terhubung ke internet. Tidak bisa bekerja tanpa router & koneksi internet.

2. Bentuknya masih tidak agak gemuk dan dilengkapi dengan magnet yang cukup kuat, khawatir merusak data di flashdisk dan lain-lain apabila diletakan dalam tas.

3. Audio tidak dapat di pilih agar dikeluarkan dari perangkat, semua otomatis di keluarkan via HDMI (video & audio).

4. Memerlukan google account untuk mensetup dan menggunakan Chromecast.

5. Mirroring dari laptop, hanya dapat dilakukan via Google Chrome, jadi kita perlu menginstall Google Chrome sebagai peramban di laptop tersebut.

C. EZCAST 5G

Dikarenakan kekurangan google ChromeCast no 3 & 4 diatas, akhirnya saya kembali mencari dongle yang dapat menampilkan isi layar iOS/Android maupun PC Windows & Mac. Awal-awalnya banyak barang palsu bertebaran di online market maupun offline. Sampai suatu ketika menemukan yang sama persis seperti yang tercantum di website resmi Ezcast (iezvu.com). Hampir membeli produk yang salah, karena gambar yang ditambilkan memang Ezcast 5G, akan tetapi deskripsi berbeda dengan iezvu, kemudian setelah berdiskusi akhirnya diputuskan untuk membatalkan pesanan dan mencari seller lainnya.

Jreng… original EZcast 5G ditemukan dan dipesan… saat pesanan sampai, langsung saya cek…

 

Bagian bawah kardus memiliki informasi sebagai berikut:

Isi dari paket penjualannya:

Khusus untuk Ezcast 5G, pastikan pada perangkat WiFi adapter terlampir, tertera tulisan dual-band (2.4GHz / 5GHz). Frekuensi 5GHz, biasanya masih jarang interferensi serta memiliki bandwidth yang besar, sehingga presentasi anda tidak putus-putus.

Keunggulan:

1. Koneksi ke EZcast di awal menggunakan aplikasi yang dapat di download pada Playstore maupun iTunesStore. Selebihnya bisa langsung mengakses informasi yang tertera di layar.

2. Mendukung koneksi dari iOS / Android maupun PC Windows & Mac.

3. WiFi sudah dual-band seperti Google Chromecast 2.

4. Standard WiFi terkini 802.11ac

5. Cara menghubungkan ke dongle bisa dipilih salah satu direct link antara perangkat ke dongle tanpa melalui router atau melakukan hubungan via router.

6. Saat perangkat terhubung ke dongle tetap bisa mengakses internet.

7. Lebih ringan dbandingkan Google Chromecast 2.

Kekurangan:

1. dalam paket penjualan tidak disertakan power adaptor

2. banyak palsu-nya, harus hati-hati dalam memilih.

Kira-kira demikian review part 1 ya.. apakah ada yang tertarik melihat vlog masing-masing device in action? Coba tinggalan komen dibawah, agar saya tahu yang ingin diketahui kawan-kawan apa sih? 🙂 Semoga bisa jadi vlog-nya ya.

Sementara sekian, sampai ketemu lagi di blog maupun VLOG….

Advertisements

Web WhatsApp mendarat di iPhone. :)

Akhirnya….

Setelah OS saudaranya (karena sama-sama berbasis Linux) mendapatkan fasilitas akses whatsapp menggunakan browser (perambah internet), sekarang whatsapp sedang dalam proses menyebarkan akses web whatsapp untuk iPhone (iOS).

Caranya, cukup buka whatsapp, kemudian pergi ke settings… harusnya disana muncul pilihan baru berupa “Whatsapp Web”. Tap disana, kemudian buka browser (perambah internet) di komputer, serta masuk ke alamat web.whatsapp.com, nanti ada QRCode yang harus kita scan lewat iPhone sehingga account kita terhubung.

Bagi yang (belum) tidak menemukan whatsapp web (seperti saya), jangan khawatir, karena saat ini memang sedang diluncurkan secara bertahap oleh sistim whatsapp. 🙂

Secara umum, web whatsapp dapat diakses menggunakan browser (perambah) Google Chrome, Mozilla FireFox, dan Safari. Perambah (browser) dari Microsoft (baik Internet Explorer & yang terbaru Microsoft Edge) tidak didukung.

Sayangnya, fungsi-fungsi khusus seperti voice recording, serta photo (via webcam di komputer) hanya di dukung apabila kita akses menggunakan browser Chrome & FireFox.

Jadi, mari sama-sama kita nantikan kehadiran akses whatsapp via web di iOS. 🙂

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

TPWN OS-X Exploit – apa yang perlu anda ketahui?

Hi,

Bagi yang mengikuti perkembangan teknologi terkini, pasti pernah mengetahui/mendengar/membaca mengenai virus TPWN. Sebenarnya apa sih TPWN itu?

TPWN adalah kelemahan / celah pada sistim OS-X 10.9.5 (Mavericks) sampai OS-X 10.10.5 (Yosemite), akan tetapi tidak mempengaruhi OS-X yang saat ini masih dalam beta OS-X 10.11 (El Capitan).

Dengan TPWN, kode berbahaya di Mac anda dapat meningkatkan tingkat aksesnya sampai mendapatkan akses “utama” (“root”) – sehingga dapat mengacak-acak sistim secara penuh.

Serangan terhadap kelemahan ini, diluncurkan tanpa peringatan terlebih dahulu; biasa dikenal dengan istilah 0day (zero-day) – tanpa peringatan terhadap Apple terlebih dahulu. Itu artinya Apple juga baru mengetahui mengenai celah keamanan ini pada saat bersamaan dengan seluruh dunia.

Apa yang dikerjakan TPWN?

TPWN adalah celah keamanan yang berguna untuk memberikan akses spesial ke sistim, menggunakan analogi sederhana, TPWN mirip dengan pencuri yang tidak dapat masuk ke rumah anda tanpa bantuan anda untuk masuk. Tetapi sekali masuk, dia dapat memporak-porandakan seluruh rumah anda, termasuk membuka brankas yang anda miliki.

Hal ini sudah dibicarakan di GiftHub dan Macworld yang kemudian diteruskan bersama para peneliti untuk mendapatkan gambaran sebagai berikut:

Celah keamanan (virus) ini menggunakan dua celah keamanan yang merusak RAM di OSX’s. Kondisi memory yang telah dirusak kemudian digunakan untuk memanipulasi kernel address space layout randomization (kASLR), salah satu teknik pertahanan yang di design untuk menangkat virus semacam itu bekerja. Penyerang kemudian mendapatkan akses utama (root). Virus ini bekerja di OS X versi 10.9.5 sampai 10.10.5; hal yang sama tidak ditemukan pada versi beta OS-X terbaru Apple dengan sandi El Capitan.

Pihak Apple mengetahui masalah ini, hanya beberapa jam sebelum seluruh dunia mengetahuinya, oleh karenanya mereka membutuhkan waktu untuk membuat kode pengaman, menge-test nya, sebelum mendistribusikan kepada pengguna biasa.

Apakah kita harus khawatir terhadap TPWN ini? Pada saat ini, serangan TPWN terindikasi tidak menyerang secara membabi-buta, oleh karenanya aman mengatakan untuk sebagian besar dari kita, boleh bernapas lega, TPWN juga harus digunakan bersama hal lain dalam menyerang sistim, seperti cara social engineering yang memperdaya kita agar memasukkannya ke dalam komputer Mac, sebelum dia dapat beraksi.

Saran: Jangan mengunduh software sembarangan, yang tidak jelas sumber asalnya. Jadi hanya gunakan software yang anda unduh dari Mac App Store, Microsoft, Adobe, serta pengembang terpercaya lainnya, serta patut dicatat, hanya install software tersebut dari link langsung (jangan mirror atau software tersebut mengunduh software tersebut dari tempat lainnya).

Selamat menggunakan Mac anda secara sehat!

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

Win10 mencuri koneksi internet kita? Hentikan!

Setelah Windows 10 dirilis tanggal 29 Juli yang lalu, yang diberikan gratis bagi pengguna Windows 7, 8 serta 8.1.

Dengan segala kelebihan (dan kekurangannya – sehubungan dengan privasi pengguna – data di upload ke server Microsoft) ternyata ada setting pada bagian Windows update yang menghabiskan jatah bandwidth koneksi tanpa kita ketahui.

Ya, Windows 10 secara otomatis menggunakan jejaring network kita untuk membagikan update ke pihak lain lewat internet yang kita gunakan. Siap-siap bagi kita yang menggunakan layanan terbatas, kalau tiba-tiba jatah habis tanpa kita merasa melakukan upload/download.

Fitur tersebut dinamakan “Windows update delivery optimization”, di rancang untuk membantu pengguna mendapatkan update secara lebih cepat dan fitur ini secara standar telah diaktifkan pada versi Windows 10 Home dan Pro. Windows 10 Enterprise dan Edukasi juga memiliki fitur ini hidup, tetapi hanya untuk jejaring lokal (LAN).

Pada intinya, hal ini mirip dengan fungsi torrent, dimana komputer kita digunakan sebagai bagian dari peer-to-peer network dalam membagikan update secara lebih cepat kepada yang lain.

Kabar baiknya, fungsi yang dihidupkan secara standard sebenarnya bisa dimatikan, walaupun setting untuk hal tersebut cukup dalam tersembunyi pada bagian: ALL SETTINGS -> Windows Update -> Advance Options -> Choose how updates are received

Microsoft menyatakan, membagikan sebagian dari bagian update ini tidak meng-unduh atau pun mengirimkan data personal pengguna, akan tetapi dengan mengaktifkannya secara standar tanpa sepengetahuan / persetujuan pengguna, mungkin menjadikan fitur ini tidak adil bagi sebagian pengguna yang menggunakan koneksi internet terbatas.

Untuk menon-aktifkan sharing diatas, anda dapat mematikan seluruh fungsi tersebut, dengan cara mengklik ON menjadi OFF, atau pilihan lainnya, tetap mengaktifkan fitur tersebut khusus hanya bagi PC yang terhubung pada jaringan yang sama (mungkin anda memiliki komputer lain yang menggunakan Win10 juga).

Semoga “jatah” internet anda tetap terjaga dan tidak mendapatkan tagihan yang mengejutkan…

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

Ini Tablet atau PC? Tepatnya Micro PC tablet! #loh?

Malam minggu kemarin adalah malam yang ditunggu-tunggu.. waktunya WaKunCar dengan kekasih baru. #eh, tepatnya karena kiriman sebuah MicroPC telah diantarkan oleh bapak RPX.

Setelah melewati proses yang sulit, seperti malam pertama.. yang tidak habis-habisnya melepaskan lapisan “baju” pengantin… akhirnya setelah terbuka seluruhnya tiba lah saat-saat yang sangat mendebarkan… kira-kira begini bentuk kotak & sleeve kulit dari Axioo Windroid 9G.

Warna kotak dan sleevenya keren ya… sama-sama coklat! 😀

Isi dalam kotak Windroid 9G (full package – SRP @ Rp. 2.599.000) tentu saja terdapat:
A. 1 buah unit Windroid 9G
B. 1 buah kepala travel adaptor dengan output 5V 2A
C. 1 buah kabel USB – Micro (kabel data & charger)
D. 1 buah ballpoint Stylus – full package
E. 1 buah car charger 3.1A (dual-ports) – full package
F. Karena membeli full package; unit telah diberikan lapisan pelindung (laminating)

Bonus Full Package:

Car charger yang diberikan sebagai bonus:

Bentuk stylus yang diberikan sebagai bonus full package ternyata mirip dengan yang biasa digunakan untuk iDevice (seperti iPad). Ujung stylus-nya berbentuk bundar seperti ujung penghapus 😀

Kira-kira ada yang tahu, kenapa paket penuh memberikan hadiah stylus?  Ternyata karena browser terbaru dari Microsoft Windows 10 (sekarang bernama Microsoft Edge), bisa langsung di-coret-coret kemudian dibagikan lewat e-mail dan lain-lain.  Selain itu, Windows 10 juga memiliki fasilitas pengenal tulisan tangan (paket bahasanya harus di unduh terlebih dahulu).

Satu hal yang pasti, pertama kali membuka SIM tray, sangat susah luar biasa… sepertinya waktu dipasang, lapisan cat SIM Tray belum kering dengan sempurna, sehingga lengket. Ini photo SIM Tray yang ada catnya lepas. 🙂

Cara buka SIM Tray adalah ditarik ke arah luar, seperti ilustrasi dibawah ini.

Pada sisi yang sama dengan camera, dapat ditemui beberapa lubang konektor seperti:
USB, HDMI, Speaker/Headphone, serta Card Reader (MicroSD / TF-Card); di sisi paling kiri (tidak tampak pada gambar) ada lubang internal speaker.

Begini bentuk sisi kiri (atau atas tablet Windroid 9G), terdapat juga 1 buah port USB ukuran standard pada sisi kiri, tepatnya di bagian kiri docking keyboard.

Pada sisi yang dekat ke badan kita (posisi laptop) atau sisi kanan pada mode tablet, terdapat tombol power + volume.

Disisi sebelah kanan, terdapat sebuah lubang Mic kecil… dan sebuah konektor USB ukuran standard pada docking keyboard.

Bagian belakang dari Axioo Windroid 9G, dimana di dalamnya terdapat konektor penghubung unit Windroid 9G dengan keyboard docking + magnet sebagai engsel-nya.

Tablet & docking keyboard dianggap terhubung menggunakan USB, oleh karenanya, docking keyboard Windroid 9G tidak dilengkapi battery; menjadikannya ringan untuk dibawa-bawa.

Begini bentuk Notebook / tablet Windroid 9G pada saat terbuka.. Gagah bukan? 🙂

Ngomong-ngomong, apakah ada yang tahu, kenapa dinamakan Windroid 9G? Dinamakan Windroid karena pada dasarnya, tablet ini bisa difungsikan sebagai perangkat berbasis Android maupun Windows secara bergantian… ya, dengan membeli 1 kali, anda mendapatkan tablet android (v4.4.4) maupun komputer ber-operating system Windows resmi (dapat gratis upgrade ke Windows 10 lagi!).

Axioo juga berbaik hati, dengan memberikan program Office 365 secara gratis selama 1 tahun bagi pemilik Windroid 9G. Dengan 1 license tersebut, kita dapat menggunakan Office 365 baik di Mac / Windows PC, serta sebuah tablet dan sebuah handphone (iOS / Android / Windowsphone)

Begini kira-kira perbandingan ukuran fisik serta layar Axioo Windroid 9G dengan Samsung Note 8 serta Samsung Galaxy Tab V.

Pada kondisi pencahayaan yang cukup, menggunakan tablet Windroid 9G sangat nyaman, akan tetapi pada waktu cahaya lingkungan temaram (atau kurang) ada baiknya kita merubah pengaturan intensitas cahaya secara manual, karena pada saat digunakan beberapa waktu, tidak seperti merek lainnya, intensitas cahaya tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi sekeliling secara otomatis.

Pada mode Android, storage yang tersedia adalah sebagai berikut:

Informasi mengenai system Android yang terinstall pada Windroid 9G

Bentuk stylus hadiah Windroid 9G (Full package) dan stylus yang digunakan pada iPad. Ada yang bisa menebak yang manakah stylus milik iPad? 🙂

Kebetulan, ada Asus eeePC 900, Bagaimana kalau disandingkan berdampingan, seperti kakak beradik-kah mereka?

Perubahan dari Android menjadi Windows ataupun sebaliknya, harus dilakukan lewat cara restart (reboot), tidak bisa langsung.

Jangan lupa untuk mengaktifkan Office 365 yang diberikan secara cuma-cuma oleh Axioo Windroid 9G, sebelum anda meng-upgrade Windows 8.1 Windroid anda ke Windows 10.

Office 365 ini bisa diinstall pada 1 buah PC (Mac/Windows), 1 tablet, serta 1 smartphone, tak lupa, mendapatkan gratis telepon ke telepon darat (biasa – landline) lewat skype sebanyak 60 menit setiap bulannya, termasuk tempat penyimpanan sebesar 1TB pada layanan OneDrive cloud milik Microsoft.

Pada saat dihidupkan pertama kali, maka kita bisa memilih ingin masuk ke system Android atau Windows.

Upgrade ke Windows 10 cukup menguras tenaga (source sekitar 2.5GB) dan pikiran (perlu space 9GB), upgrade tidak dapat dilakukan karena space yang tidak mencukupi, ternyata ada solusi sederhana untuk memecahkan masalah tersebut, cukup menghubungkan Windroid 9G ke tempat penyimpanan luar (contoh: HDD atau flashdisk atau apa saja) dengan tempat kosong minimal 9GB. Berikut tampilan Windroid 9G pada saat melakukan upgrade ke Windows 10 home.

Saat pertama kali bertemu muka dengan Windows 10. 🙂 Eits, jam & tanggal-nya salah tuh.. padahal sudah hari Senin pagi. *hahaha* Benar-benar terasa baru keluar dari gua deh… gua penantian.. seperti dilahirkan kembali. :p

Seperti ini tampilan antar-muka Windroid 9G dalam mode Windows 10, gambar background sengaja dipilih yang otomatis berubah-ubah secara mandiri & otomatis, agar ada unsur kejutannya serta tidak membosankan.

Menu start ala metro-tiles… apabila memilih bentuk tablet, otomatis menunya akan berbentuk seperti ini agar memaksimalkan fungsi sentuhan (touchscreen).. sewaktu mode tablet dimatikan, maka menunya akan kembali seperti biasa (komputer Win7 pada umumnya; dengan start menu pada bagian kiri). Oh ya, layar Android ini mendukung 5 titik sentuhan jari, sedangkan iPad mendukung 10 titik sentuhan jari.

Untuk membuktikan performa USB OTG serta kemampuan Windroid dalam memutar film High Definition; segera dihubungkan sebuah USB OTG yang berisi film 720p kemudian langsung ditonton menggunakan VLC di Windroid 9G dalam mode Windows 10.

Brum… brum…. lumayan tidak terasa lag, walaupun diputar langsung dari flashdisk serta memory RAM Windroid 9G hanya 1GB. Sedikit sayang, letak speaker di satu sisi *bagian atas pada mode tablet; (atau samping kiri pada mode lanscape) membuat suara terdengar tidak maksimal; dan kualitas suara internal speaker cenderung cempreng. Hal ini bisa diakali menggunakan headphone pihak ketiga… artinya nambah tentengan lagi deh. 🙂

Menurut hasil penggunaan beberapa waktu ini, rangkuman kami terhadap Windroid 9G adalah sebagai berikut:

Pro’s:
+. Bobot unit (+ keyboard docking) sangat ringan
+. Layar jernih dengan resolusi 1280 x 800
+. Dual boot (Android v4.4.4 dan Windows 8.1 32bit *upgrade gratis ke Windows 10 Home)
+. Sudah mendapatkan gratis Office 365 – 1 tahun
+. Magnet penghubung layar ke keyboard cukup kuat (tidak lepas walaupun diangkat pada bagian layar)
+. Mendukung USB OTG
+. Layar touchscreen (5 points)
+. Sudah menggunakan Intel Quadcore processor
+. Storage 32GB (di partisi menjadi 12GB Android & 20GB Windows)
+. Disertakan dual-port car charger (Full package)
+. Mendapatkan sebuah stylus pen (Full package)

Con’s:
-. Bodi berbahan plastik terkesan ringkih
-. Trackpad terlalu imoet, sulit digunakan 🙂
-. Posisi speaker bawaan dibagian atas; suara kurang terdengar keluar walaupun sudah di set penuh 100%; serta suara cenderung cempreng
-. Kamera terkesan seadanya; masih cukup sekedar untuk skype
-. Unit yang diterima cat pada bagian SIM tray menempel sehingga pertama kali sulit untuk dikeluarkan
-. Tidak disertakan konektor HDMI -> VGA agar dapat terhubung ke LCD Projector/layar besar
-. Keyboard tidak memiliki backlight serta tidak menjadi tambahan battery
-. RAM hanya 1GB (lebih nyaman 4GB atau 8GB)
-. ROM 32GB dibagi partisi peruntukan 12GB Android & 20GB Windows
-. Microphone kurang sensitif
-. Card Reader hanya mendukung MicroSD (TF Card)
-, Beberapa port masih kurang presisi, sehingga menyulitkan penggunaan
-. untuk menggunakan fitur telepon pada mode Android; dibutuhkan perangkat bluetooth headset

Kesimpulan:
Perbandingan antara harga jual dan keuntungan yang didapatkan Windroid 9G (OS resmi Windows 10 home; Office 365 resmi 1 tahun; bobot unit ringan); tidak berlebihan apabila anda melirik Windroid 9G untuk mendampingi pekerjaan anda; apalagi laptop ini bisa di charge di mobil dan sudah build-in modem 3G. Akan sangat menarik apabila Axioo mengeluarkan variant dengan RAM 4GB atau 8GB, yang pastinya akan membuat pekerjaan makin mulus.

Sampai jumpa lagi….

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

AWAS!!! Linux/Unix anda memiliki celah keamanan ini?

Baru-baru ini ditemukan sebuah celah keamanan dahsyat.. Dengan menggunakan web-browser, isi komputer kita, terutama seperti user id & password bisa diketahui.

Sumber: pak Dharma

Pertama-tama pasti anda akan berpikir bahwa saya salah alamat… Bukannya cuma orang pintar & jenius saja yang bermain-main dengan UNIX & Linux? Santai lah, celah ini tidak berlaku buat saya.

Hem.. tahukah anda bahwa Machintosh OSX juga berbasiskan Linux? 🙂
Intinya, celah keamanan ini memperngaruhi semua sistim yang menggunakan BASH & SH. Mungkin karena populasi Windows mulai turun, jadinya mulai menarget platform selain Windows.

Informasi lebih jauh tentang celah keamanan ini:

1. Open a terminal windows
(tekan saja ⌘ + SPACE, kemudian ketikkan “terminal”; tanpa tanda petik)

2. at the prompt, key in “bash” dan kemudian tekan ENTER

3. paste command dibawah ini:
env x='() { :;}; echo Berbahaya’ bash -c “echo Ini hanya uji coba”

Apabila Mac anda rentan terhadap celah ini, maka sistim akan merespond sebagai berikut:

Berbahaya
ini hanya uji coba

Apabila sistim anda aman, maka akan mendapatkan replay sebagai berikut:

bash: warning: x: ignoring function definition attempt
bash: error importing function definition for `x’
ini hanya uji coba

Bagi yang tidak sabar untuk menunggu obat resmi dari Apple, silahkan download program BASH & SH yang bersih dan lakukan hal berikut ini:

1. unduh program BASH & SH yang bersih dari sini.
2. unzip file yang baru anda unduh (ada 2 files, bash & sh)
3. buka finder, dan pastikan anda sudah di root dari HDD / SSD anda. Nama standar HDD Machintosh adalah “Machintosh HD
4. kemudian tekan ⌘ + SHIFT + G
5. ketikkan “/Bin” dan tekan “Go”

6. Anda akan menemukan 2 buah files dengan nama yang sama di folder ini. Timpalah 2 files ini dengan 2 buah files yang tadi telah anda unduh.

7. Pada saat proses copy, akan ditanyakan password administrator mac anda.

8. selesai proses ini, lakukan “Repair Disk Permissions” menggunakan “disk utility” (search di spotlight, “disk util”)

9. setelah itu restart mac anda.

Silahkan dicoba kembali, apakah mac anda masih rentan terhadap celah keamanan tersebut setelah proses ini?

Semoga sudah kebal. 🙂

Mau melakukan presentasi secara WOW menggunakan Blackberry Handset (Blackberry OS 10)?

Selamat siang B2B-ers,

Apa kabar anda hari ini? Setelah libur Lebaran usai, sekarang saatnya mencari sesuap nasi kembali untuk Lebaran Haji yang akan tiba sebentar lagi. 😀

Oh ya, siapa diantara kita yang sering harus melakukan presentasi depan umum? Pastinya kebayang ribetnya, musti bawa laptop, LCD Projector, belum segambreng perlengkapannya (kabel), duh… ada cara lebih mudah dalam melakukan presentasi? Jawabannya ADA tuh… kebetulan baru kelinci percobaan berupa satu buah AllShare Cast dongle milik Samsung.

Pict #1: Isi paket AllShare Cast dongle Samsung.

Berhubung baru pertama kali cobain alat tersebut, keinginan pertamanya banyak banget… dari ingin melakukan presentasi secara wireless baik dari device Samsung maupun device lain yang mendukung Miracast. Sudah pada penasaran? Mau tahu, tahu banget atau cuma mau tahu? *ha ha ha ha* 😀

Merujuk kepada judul tulisan ini, presentasi yang WOW itu menurut kami bisa dikategorikan dalam beberapa hal, yakni:
1. Materi presentasinya luar biasa
2. Cara membawakan presentasinya (presenternya) keren
3. Alat – alat pendukung presentasinya membuat berdecak kagum.

Ok, berdasarkan expektasi yang disampaikan diatas, tidak sabar rasanya untuk segera mencoba performance AllShare Cast dongle. Asumsikan saja, materi presentasi & presenternya sudah luar biasa.. mari kita lengkapi faktor WOW-nya dengan melakukan presentasi secara nirkabel. 🙂

Begitu kami ada waktu luang, segera dihubungkan 1 buah dongle ke travel adaptor (micro USB), kemudian kabel HDMI v1.3 ke TV/LCD Projector yang memiliki port HDMI, serta tidak lupa untuk membaca buku petunjuknya (berupa booklet kecil, beberapa halaman saja).

Mengikuti buku petunjuk tersebut, ternyata tidak bisa terhubung, jangan bilang device lain, bahkan device Samsung pun tidak bisa terhubung. Muncul error message seperti berikut;

Pict #2: Gagal koneksi dari GNote 8 ke AllShare Cast dongle error message.

Saran kami? Buang saja buku petunjuk penggunaan AllShare Cast dongle yang tidak berguna itu. :p

Harap maklum, karena baru pertama kali mencoba mainan ini, jadinya sempat kebingungan cukup lama juga. Mencari informasi di Internet bahkan di forum-forum seperti xda-developer juga tidak membantu. Berhubung alat saya juga pinjaman dari seorang kawan baik, yang kebetulan hanya berisi dongle tanpa aksesorisnya, sempat kebingungan, apakah si dongle rusak? atau ada kendala di Software, dan lain-lain.

Lewat tulisan ini, kami ingin membagikan 2 hal, yaitu:
1. cara mengkoneksikan perangkat baru ke AllShare Cast secara baik dan benar
2. cara melakukan mirroring tampilan dari perangkat BB10 ke AllShare Cast.

Mari kita bahas yang pertama, cara melakukan koneksi (pairing) dengan perangkat baru untuk pertama kalinya. Oh ya, AllShare Cast dongle ini hanya dapat terkoneksi (paired) ke 1 perangkat saja ya.

Langkah-langkah yang diperlukan:
A. Koneksikan kabel adaptor ke dongle (jangan di power ON terlebih dahulu)

B. Koneksikan kabel HDMI ke TV/LCD Projector (untuk kabel HDMI v1.3 ke atas, suara juga akan keluar di TV/LCD Projector; dengan beberapa pengecualian).

C.Sekarang di power on dongle-nya tunggu sampai di TV/LCD Projector muncul gambar berikut ini:

Pict #3: Tampilan petunjuk penggunaan di layar TV/LCD Projector saat idle (sebelum dongle terhubung ke handset)

D. Siapkan perangkat yang akan dihubungkan, kemudian tekan tombol reset selamat 1 (satu) detik saja. Apabila anda melakukannya dengan benar, maka lampu indikator di dongle akan berubah menjadi warna BIRU stabil (tidak berkedip-kedip).

Pict #4: AllShare Cast dongle siap menerima koneksi (Image Source: Engadget)

E. Dongle siap untuk menerima koneksi dari perangkat mobile.

Baik, sekarang saatnya kita bahas cara menghubungkan perangkat Blackberry (BB10) dengan AllShare Cast dongle tersebut. Handset BB yang akan digunakan adalah Blackberry Z3 (tentunya anda bebas menggunakan Handset BB10 / android lainnya).

1. Pada handset blackberry (BB10) yang ingin digunakan, pastikan OS yang terinstall sudah minimal versi 10.2.x.x ke atas (yang sudah bisa menginstall aplikasi Android secara native).

2. Masuk ke Settings -> pastikan WiFi dalam keadaan OFF. Apabila belum OFF, silahkan matikan koneksi WiFi.

3. Kemudian buka menu (Settings ->) Display (set wallpaper, font sizes and brightness)- kemudian scroll kebawah seperti gambar berikut ini:

Pict #5: tampilan menu Settings – Display

4. tekan pada menu “Share Screen”

5. Pada layar yang terbuka nanti, tekan pada nama Dongle yang muncul (pada contoh ini tertera: [DONGLE]BCE149)

6. Apabila koneksi berhasil, maka tampilan yang akan anda temukan adalah seperti ini:

Pict #6: Tampilan menu Settings – Display setelah berhasil terkoneksi

SELAMAT! Pada saat ini, coba anda lihat ke layar TV/LCD Projector anda, seharusnya disana telah tampil isi layar Blackberry anda. 🙂

Pict #7: Tampilan Z3 telah mirroring ke TV

Pict #8: Masih pada posisi Potrait

Pict #9: Posisi Potrait dengan 3 aktif windows di Blackberry Z3.

Pict #10: Orientasi yang ditampilkan pada TV mengikuti orientasi HH Z3 (potrait / landscape).

Proses menghubungkan perangkat Blackberry BB10 ke AllShare Cast dongle telah selesai. Silahkan menikmati isi ponsel anda di layar besar. 😀 Lumayan bisa membuat lawan bicara kita terpana dengan alat – alat kecil yang kita miliki, tapi sangat membantu sekali baik dari sisi setup maupun lain-lain. Jangan tertipu gambar, bentuk alatnya sangat mungil dan ringan sekali. 🙂 Koneksi kami perkirakan menggunakan WiFi Ad-Hoc (langsung antar perangkat), oleh karena itu di Blackberry Z3, koneksi WiFi-nya harus dimatikan baru bisa bekerja, sedangkan di GNote 8 yang sudah dual-band (2.4GHz & 5GHz), tetap bisa terhubung ke WiFi network seraya terkoneksi ke AllShare Cast dongle.

Oh ya, untuk perangkat Samsung, cukup mengaktifkan “screen mirroring” dan pilih donglenya, maka akan langsung terhubung (selama posisi lampu indikator dongle berwarna biru).

Menurut hasil pengetest-an kami, video/music/game yang diputar baik di Blackberry Z3 maupun Gnote8, suaranya keluar dari TV, akan tetapi, program untuk program Skype, suara tetap muncul dari Handset kita.

Silahkan apabila rekan-rekan memiliki pertanyaan, untuk menuliskannya pada bagian comment dibawah ini. Mudah-mudahan bisa dibantu. Sampai jumpa lagi.

 

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– B2B –

%d bloggers like this: