“Melihat” Peluang…

Sewaktu kecil, istri dan saya sering bingung, karena anak tidak pernah diberikan uang jajan, tapi bisa pulang dengan membawa uang.. khawatirnya dia mendapatkan uang dari cara yang tidak benar.

Akan tetapi, dari hasil percakapan yang terjadi, ternyata dia menemukan uang itu di jalan.  Kami hanya berpesan bahwa fokus dia adalah sekolah untuk menimba ilmu dan bukan mencari uang (walaupun kami masih khawatir kalau-kalau anak kami tersebut mengambil uang yang bukan miliknya).
Uang Logam.jpg

Tentunya banyak dari kita yang bingung, di saat ekonomi yang naik turun seperti saat ini, masih banyak juga rekan-rekan seprofesi yang dapat menghasilkan profit yang lumayan.  Tentunya mereka telah menemukan kunci keberhasilan…  apakah mereka akan berbagi kunci tersebut dengan anda?  Jawabannya tergantung…. 😀

Alkisah:

Seorang Ayah menyuruh Anaknya membawa batu yang dimilikinya dan meminta Anaknya untuk membawa batu itu ke pasar. Ayahnya mengatakan “Bila ada orang yang menginginkan batu tersebut kemudian ditanya berapa harganya, kamu jangan berkata apa-apa tetapi tunjukkan saja kedua jarimu”. Maka dibawalah batu tersebut ke pasar lalu ada seorang Ibu menghampiri anak tersebut menanyakan berapa harga batu tersebut. Si Anak tidak berkata apa-apa tetapi hanya menunjukkan kedua jarinya saja. Kemudian Si Ibu mengambil uang 2,000 rupiah dan memberikannya kepada Si Anak.

Anak tersebut pulang ke rumah mengatakan pada Ayahnya bahwa ada seorang Ibu yang memberinya uang 2,000 rupiah untuk batunya. Kemudian Si Ayah menyuruhnya membawa batu lainnya, serta meminta Anaknya pergi ke museum untuk melakukan hal yang sama. “Bila ada seorang yang menginginkan batu tersebut, jangan berkata apa-apa tetapi tunjukkan saja kedua jarimu”. Si Anak pergi ke museum, namun tidak berapa lama ada seorang turis yang melihat-lihat batu tersebut. Kemudian bertanya “Berapa harga batu tersebut?”. Si Anak menunjukkan kedua jarinya, dan Si Turis tersebut memberikan uang 200,000 rupiah sambil mengatakan bahwa “Batu tersebut sudah cukup tua umurnya dan jarang ditemukan”.

Untuk ketiga kalinya Si Ayah menyuruh lagi Si Anak membawa batu. Kali ini disuruh pergi ke toko penjual diamond untuk melakukan hal yang sama. “Bila ada seorang yang menginginkan batu tersebut, jangan berkata apa-apa tetapi tunjukkan saja kedua jarimu”. Setelah sampai di toko diamond, ada seseorang yang menghampirinya. Ia bertanya berapa harga batu tersebut kemudian Si Anak menunjukkan kedua jarinya. Orang tersebut memberikan uang sebanyak 2,000,000 rupiah kepada Si Anak, sambil mengatakan bahwa “Batu tersebut sudah cukup tua umurnya dan jarang ditemukan”.

Setelah pulang ke rumah menemui Ayahnya dan menceritakan bahwa ada orang yang memberi uang 2,000,000 rupiah. Si Ayah mengatakan pada Anaknya bahwa harga batu yang sama dengan tempat yang berbeda maka orang akan menilai berbeda. Si Ayah memberikan nasehat pada Anaknya bahwa setiap orang mempunyai diamond di dalam dirinya. Diamond tersebut akan nampak bernilai tergantung di mana tempat diamond tersebut berada. Pada saat Si Anak membawa diamond tersebut ke pasar maka diamond tersebut dianggap batu yang dapat digunakan untuk mengganjal pintu, nilainya sangat rendah sekali. Pada saat diamond tersebut dibawa ke tempat yang tepat yaitu toko diamond maka nilai batu tersebut menjadi tinggi.

Moral of the story:

Harga kita ditentukan oleh diri kita sendiri, seberapa ngotot kita ingin menggali potensi diri, menemukan diamond-diamond kita?

Tentunya tempat/lingkungan dimana kita berada mempengaruhi nilai diri.  Untuk itulah, kita memerlukan sparing partner yang seimbang, komunitas positif untuk mendorong diri kita terus maju & berkembang.

Enagic Training Center Jakarta Raya dan Sekolah Bisnis 501 Sistim Indonesia membuka peluang belajar dengan biaya ringan.

Anda memerlukan komunitas untuk mengasah diri anda, menjadi lebih baik dari hari kemarin?  Kontak kami secara pribadi dengan meninggalkan komen di bawah.

Advertisements

Mengapa (ada) orang “bodoh” lebih sukses dari orang “pandai”?

career-300x225

Fakta kehidupan bahwa sebagian orang “bodoh” yang lebih sukses dari orang pandai. Baik secara karir maupun ekonomi. Apa penyebabnya?

Apa karena faktor keberuntungan semata?

Ya, terkadang orang dengan prestasi akademik atau IPK yang tinggi malah bingung  menjalani kehidupan setelah kuliah. Boro-boro punya karir yang bagus, dipanggil untuk interview saja sudah untung.

Kenapa bisa demikian?

Berikut penjelasannya:

# Terlalu banyak ide
Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan.

Sebaliknya, orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

# Takut untuk memulai
Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar. Kenapa? Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Justru inilah yang kadang membuat orang bodoh lebih beruntung. Keberaniannya justru membuatnya selangkah lebih maju dari orang pintar.

Sebaliknya, orang pintar terlalu banyak pertimbangan, yang akhirnya membuat dia jalan di tempat.

# Terlalu pandai menganalis
Sebagian besar orang pintar sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Kepandaiannya ini membuat orang pintar tidak mau memulai jika hasil analisisnya tidak sesuai.

Sedangkan orang bodoh tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat bertindak dan memulai usaha.

# Tidak berani mimpi besar
Orang pintar sangat memakai logika sehingga ia takut untuk memiliki harapan yang besar. Ia hanya berharap sesuai dengan logikanya saja.

Sedangkan orang bodoh tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu yang sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain. Tapi justru itulah yang kadang membuat orang bodoh sukses. Karena kadang sikap nekat membuat orang bisa mewujudkan mimpinya.

# Berpikir negatif sebelum memulai
Orang pintar yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak.

Sedangkan orang bodoh tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

Nah bagaimana dengan anda? Tuliskan komentar anda pada kolom di bawah ok?

Melihat, Mendengar & Merasakan dari sudut lain….

Halo, Aloha, Bonjour….

Setelah sekian tahun meeting pada tempat yang sama, minggu lalu kebetulan melakukan meeting pada tempat yang lain, gedung belakangnya.  Ternyata pemandangan yang telah dilihat bertahun-tahun, saat dilihat dari tempat yang berbeda, memberikan kesan yang berbeda pula.

Saya seperti disadarkan, masalah apa-pun yang kita miliki, baik itu kesehatan badan maupun finansial, mungkin saat dilihat dari posisi kita, tidak terlihat solusinya, kita belum mendengar dan menemukan solusi atas masalah tersebut.  Banyak orang diluar sana yang berhenti sampai disitu.  Bukan hanya 1-2 hari, 1-2 bulan, bahkan bisa bertahun-tahun hingga mereka meninggal dunia.

Solusinya sebenarnya mudah, cukup dengan menurunkan ego kita, mengosongkan hati (tidak berasumsi) serta membuka pikiran, baru solusi yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan/terlihat dapat kita temukan.

Contohnya bapak Agus & ibu Fika ini.. sebagai seorang tenaga pengamanan di sebuah bank, beliau berjuang untuk memperbaiki nasib keluarga, untuk masa depan anak-anaknya.  Hasil tidak menghianati usaha!

Mas Agus Sutanto n Fika - Satpam BRI - 130218.jpeg

Bagi rekan-rekan diluar sana, yang mungkin sudah bosan dengan hidupnya yang begitu-begitu saja, sudah bekerja puluhan tahun dengan hasil dibawah inflasi, juga para pengusaha yang sekarang sedang kebingunggan bisnis melambat, kesulitan bahan baku, tenaga kerja, pembeli, yuk, mari berhenti sejenak dan merenungkan..

Saat ini, sekiranya kesehatan & keuangan sudah bukan masalah, apa yang sangat-sangat ingin dilakukan sekarang?

Apakah dengan melakukan apa yang kita lakukan saat ini, hal yang kita impikan tersebut dapat terwujud dalam waktu 5 tahun ke depan?

 

Sekiranya tidak, apa yang harus kita rubah agar dapat mencapai impian kita tersebut? (Einstein berkata “Adalah suatu kegilaan, melakukan hal yang sama dan mengharapkan hasil yang berbeda).

Mas Agus & mba Fika telah membuktikan, latar belakang tidak penting diusaha ini, yang penting terus bergerak mendekati impian kita.  Karena sukses adalah hak semua orang!

Keberuntungan adalah bertemunya Kesempatan dengan Kesiapan, serta berani mengambil keputusan bergerak.  Kesempatan bisa datang kapan saja, pertanyaannya, siapkah kita saat kesempatan itu mengetuk pintu rumah anda?

Ini kesempatan anda merubah hidup anda 1-3 tahun ke depan, bagi yang sudah siap, , ambil kesempatan ini dengan menjapri mereka yang share #AKD atau hubungi penulis

A WINNER IS A DREAMER WHO NEVER GIVE UP!

#ChangeYourWaterChangeYourLife

GoPro, nasib-mu kini….. ?

Hi,

Life isn't perfect

Life is not always perfect, but …..

Sebentar lagi sebelum tahun baru Cina, yang lebih dikenal sebagai Xin Cia.  Apa kabar semuanya?  Bagaimana perkembangan bisnis serta diri anda di tahun yang lalu?

Saat ini penulis sedang ingin berdiskusi mengenai sebuah perusahaan… perusahaan ini membuat action camera.. termasuk leader (pada jaman-nya), akan tetapi di awal tahun 2018 ini, pendirinya, Nick Woodman telah siap menjual perusahaan GoPro dengan bantuan JPMorgan.

Menurut kawan-kawan mengapa perusahaan GoPro bangkrut hingga harus dijual?

Mengutip tulisan Jenni M. Xue (Kolumnis International serial Entrepreneur & pengajar bisnis, berbasis di California) sebagian adalah:

  1. Kenaikan biaya operational, yang dipicu, karena perusahaan public perlu tampil aktif untuk meningkatkan nilai.  GoPro yang telah miliki penggemar fanatik ini mulai memasang iklan di acara SuperBowl yang luar biasa mahal.  Resikonya: biaya operational meningkat hingga 50% setiap tahun dari tahun 2014.  — (Kesalahan strategi bisnis).
  2. GoPro juga tidak lagi bersaing dengan teknologi kamera video terbaru, yaitu 360 camera.  Bahkan iPhone dan Android, dapat menggunakan fitur kamera 360 derajat ini dengan aplikasi kamera.  Teknologi 360 ini membuat GoPro sangat ketinggalan zaman.  Apalagi berbagai aksesoris iPhone & Android yang menggantikan fungsi GoPro dengan sangat mudah dan praktis.
  3. Ponsel iPhone dan Android jelas memungkinkan mengirim video secara langsung dengan bandwidth dan kecepatan generasi keempat (alias 4G).  Fitur ini tidak dimiliki GoPro, yang sebenarnya telah ketinggalan selama sepuluh tahun.
  4. Kesalahan terbesar terjadi ketika dana IPO menggiurkan manajemen mendirikan perusahaan media.  Langkah tersebut diawali dengan memasang iklan di SuperBowl, padahal dana tersebut dapat digunakan untuk riset dan pengembangan teknologi GoPro (agar lebih up-to-date).

    Strategy menjadi media company ini sangat bertolak belakang dengan kemampuan inti GoPro, yaitu penemu teknologi kamera video, bukan pencipta konten.  Konten adalah kompetensi para pengguna.  GoPro rupanya lupa hal tersebut.

Kita dapat memetik pelajaran dari GoPro.  Setiap bisnis dan individu punya kemampuan inti unik sendiri.

Anda dan saya punya kelebihan serta kekurangan masing-masing.  Tetaplah berada di jalur ini, apa-pun yang terjadi, karena apa yang mudah buat kita, belum tentu mudah bagi mereka.

Namun ini bukan berarti statisBerkembanglah terus dengan meningkatkan diri secara kontinyu.  Di perusahaan, ada divisi penelitian dan pengembangan alias research & development (R&D).

Bagi diri pribadi, kita bisa meningkatkan diri secara berkesinambungan di era internet ini dengan banyak membaca dan belajar dari kesalahan diri dan orang lain.

Selamat menyambut tahun baru Cina….  Stay Positif!
*Change Your Water, Change Your Life.

# Formal Education Give Us Living, Self Learning Give Us Fortune #

Tahun 2017 akan menjadi tahun terbaik anda, ini caranya …..

Hi B2B-ers,

Sebentar lagi sudah mau ganti tahun nih ke tahun 2017.

Sudah siap menghadapi tahun 2017 dengan lebih baik?

Bagaimana tahun 2016 Anda? Goals Anda sudah banyak terwujud?

Jikalau belum, hari ini saya ingin membantu Anda agar dapat mewujudkan goals Anda di tahun 2017.

Ingin memiliki tubuh yang lebih sehat dan bentuk ideal?

Ingin bebas finansial dan bebas dari hutang?

Ingin memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga?

Ingin lebih banyak jalan-jalan keliling dunia?

Ingin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan?

Atau masih banyak lagi…

Semua itu bisa Anda wujudkan di tahun 2017 atau minimal membuat Anda lebih dekat jaraknya dalam mewujudkannya di dalam kehidupan Anda.

Caranya mudah..

Ikuti program Your Best Life, sebuah program pelatihan serta pendampingan selama 1 tahun bagi Anda yang ingin mewujudkan impian yang Anda inginkan di dalam bentuk ebook, video dan email follow-up.

Program yang sama telah berhasil membantu banyak orang mencapai goals mereka termasuk bebas finansial, tubuh yang ideal, hubungan yang lebih baik bersama keluarga dan masih banyak lagi.

Program ini di rancang oleh Andry Salim, seorang pebisnis online sukses yang memiliki pengalaman berbisnis online selama 14 tahun.

Beliau pun memiliki buku Best-Seller national dengan judul

“The Internet Millionaire”.

Selain itu, beliau sering sekali di undang untuk berbicara di berbagai seminar bisnis dan kampus.

Bisnis beliau bervariasi mulai dari pasar nasional sampai pasar internasional. Semua dilakukan secara online.

Di dalam bisnis beliau yang terbaru, dalam 1 tahun pertama bahkan telah memberikan hadiah sebanyak 3 mobil, puluhan orang jalan-jalan keluar negeri, umroh dan ratusan smartphone. Luar biasa bukan?

Pak Andry Salim akan mengajarkan Anda bagaimana cara mewujudkan impian Anda dan membantu mewujudkan tahun 2017 menjadi tahun yang terbaik di dalam hidup Anda.

Penasaran? Coba cek programnya di bawah ini:

==> [YBL2017]

Ingat, ini bukanlah program seperti biasanya. Anda akan mendapatkan materi dan bimbingan selama 1 tahun nantinya.

Plus, Anda pasti kaget karena investasinya sangat terjangkau sekali karena beliau ingin membantu banyak orang untuk bisa mengalami transformasi hidup ke arah yang lebih baik.

Anda akan belajar pada orang yang tepat dan sangat qualified untuk membantu transformasi hidup Anda.

Semuanya di mulai dari langkah pertama disini:

==> [YBL2017]

Apakah Anda siap untuk berkomitmen dan merubah hidup Anda menjadi lebih baik di tahun 2017?

Katakan:

“Ya, saya siap! Tahun 2017 akan menjadi tahun terbaik saya.”

Pastikan Anda memulainya dengan tepat melalui program Your Best Life di:

==> [YBL2017]

 

Salam Sukses,

[Julianta Julianta]

PS:
Program ini dibuka spesial hanya 7 hari saja. Pastikan Anda tidak ketinggalan dan mulai merancang hidup Anda menjadi lebih baik.

Setelah itu, Anda harus investasi lebih mahal agar dapat mengikuti program ini jikalau masih dibuka.

3 Tanda Anda harus segera berhenti dari pekerjaan sekarang!

Sekali-kali, mari kita berbicara mengenai masa depan…  Orang bijak berkata, “Anda 5 tahun mendatang tetap Anda yang sekarang, yang pasti berbeda adalah 5 orang terdekat Anda serta buku-buku yang Anda baca!”
Berikut ini tulisan dari seorang kawan.. saya ketik ulang agar dapat Anda nikmati dan semoga berguna bagi perkembangan diri Anda serta menjadi berkat bagi keluarga Anda.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =  START…  = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Bulan ini, dua rekan kerja saya resign.  Mereka bukan sekedar konco gawe biasa, tapi juga partner in crime dalam bermain, belajar, ngegosip, ngebully, dan teman tidur yang menyenangkan (kata Umar, kita bisa tahu karakter seseorang setelah bepergian dengannya, berbisnis dengannya, dan tidur di rumahnya).
Dua-dua-nya pindah ke perusahaan start-up.  Kawan pertama pindah ke online travel agent yang katanya berpotensi menjadi the first start-up unicorn di Indonesia (perusahaan dengan valuasi 1 milyar USD).  Kawan ke dua pindah ke perusahaan FMCG dairy products dari Thailand yang produknya akan masuk ke pasar Indonesia.
Tentu saya merasa kehilangan, sambil mengelus perut dan bertanya, “situ kapan bro?”  Bagi generasi Milenials seperti kami, berganti pekerjaan bukanlah sesuatu yang tabu.  Menurut statistik, 80% beranggapan bahwa waktu ideal bekerja di satu perusahaan adalah maksimal 3 tahun.  Dan itu berarti kami bisa berganti pekerjaan hingga 15-17 kali dengan 5 bidang karir yang berbeda.  Bahkan 55% generasi ini ingin membuka perusahaannya sendiri.
Sejak lulus kuliah dan mencoba belajar di dunia korporasi pada tahun 2012, saya sudah pindah 4 perusahaan.  Mengajukan surat pengunduran diri bukanlah sesuatu yang asing, tapi berdasarkan pengalaman pribadi, ada tiga syarat dimana kita wajib mengajukan surat cinta ini:
  1. Mengalami Stagnasi

Masih melakukan pekerjaan yang persis sama seperti 2 tahun lalu?  Maka ada dua kemungkinan.

    Pertama, anda semakin ahli (specialist expert), atau kemungkinan kedua: anda ngak kemana-mana lagi (stagnan).  Bagaimana membedakannya?  Sederhana…
    Cukup ajukan pertanyaan kepada diri sendiri: “Apakah saya belajar hal baru?  Apakah saya bertemu orang baru?  Apakah saya memberikan kontribusi baru?”
    Jika jawabannya tidak, maka selamat bertemu dengan makhluk setengah dementor bernama Stagnansi.  Ia akan menyeret korbannya ke zona nyaman dan perlahan-lahan menyedot perkembangan hidup si korban.
  1. Tidak ada inspirasi
    Ketika Anda bangun pagi dan berdoa ada badai salju agar tidak perlu ke kantor hari ini, maka itu adalah tanda tiadanya inspirasi.  Saat Anda merasa bosan dan berharap segera pulang, maka itu adalah pertanda gairah yang hilang.  Saat pekerjaan menjadi tuntutan kewajiban, maka setiap tanggung-jawab terasa seperti beban.
    Pekerjaan yang baik harus membuat anda bersemangat bangun pagi, tertawa saat sibuk di siang hari, dan tersenyum ketika pulang di malam hari.  JikaAnda tidak bahagia, berarti ada yang saah dengan pekerjaan Anda, atau cara Anda memaknai pekerjaan itu.
  1. Mengejar mimpi
    Mark Zuckerberg mengembangkan Facebook saat belum genap berusia 20 tahun, Henry Ford memulai Ford Motor di usia 39, Colonel Sanders membuka gerai KFC pertama di umur 65.  Intinya: orang akan mengingat karya Anda, bukan usia Anda.  Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan yang membawa kebaikan.
    Ketika Anda sadar jika Tuhan menciptakan Anda bukan untuk melakukan pekerjaan ini dan memiliki “panggilan” untuk melakukan sesuatu yang lain, maka waktunya mengikuti panggilan itu.  Jangan membunuh suara hati kecil Anda.
POSISI versus KONTRIBUSI
    Bagaimana jika tujuan pindah kerja untuk mencari penghidupan (gaji) yang lebih baik?  Tentu itu wajar dan manusiawi.  Tapi anehnya, hampir semua orang hebat (entrepreneur, direktur, pejabat public) yang saya temui dan baca biografinya tidak meletakkan bayaran sebagai motivasi utama.  Mengutip Robert T. Kiyosaki:
    “Hanya kelas menengah yang bekerja demi gaji”.
    Oleh karena itulah, juga demi menghindari pajak, CEO perusahaan besar seperti Steve Jobs (Apple), Sergery Brin (Google), atau Lee Lacocca (Chrysler) hanya “digaji” 1 dolar USD.  (Tentu mereka mendapatkan paket benefit lain senilai jutaan dolar yang dikenai pajak lebih kecil).
    Bagi orang-orang keren ini, bayaran tak perlu dipikirkan.  Hal itu pasti naik mengikuti pertumbuhan kualitas diri. Mereka tidak berkata: “Apa yang saya dapatkan?”, tapi justru malah bertanya: “Apa yang bisa saya berikan?
    Mereka tahu perbedaan antara posisi dan kontribusi.  Posisi itu alat, kontribusi itu nilai.  Orang kebanyakan lebih mementingkan posisi daripada kontribusi, sedangkan mereka tahu jika kontribusi lebih penting daripada posisi.  Kontribusi memberikan Anda posisi.  Posisi mewajibkan Anda untuk berkontribusi.  Kita tak perlu menunggu memiliki posisi, untuk menyumbangkan kontribusi.
    Direktur itu posisi, mengusulkan solusi itu kontribusi.
    Pejabat itu posisi, melayani orang lain itu kontribusi.
    Guru itu posisi, membagi ilmu itu kontribusi.
    Dokter itu posisi, membantu sesama itu kontribusi.
    Polisi itu posisi, melindungi yang lebih lemah itu kontribusi.
    Menjadi manusia itu posisi, menjadi makhluk ciptaan Tuhan dan berbuat kebaikan, itu kewajiban.
Jadi dimana posisi Anda saat ini?
Dan apa kontribusi yang dapat Anda berikan ke sesama?
strong-people
Final Note:
Kesempatan menjadikan tahun 2017 sebagai salah satu tahun terbaik anda!
pastedgraphic 1

pastedgraphic 1

%d bloggers like this: