Mengapa (ada) orang “bodoh” lebih sukses dari orang “pandai”?

career-300x225

Fakta kehidupan bahwa sebagian orang “bodoh” yang lebih sukses dari orang pandai. Baik secara karir maupun ekonomi. Apa penyebabnya?

Apa karena faktor keberuntungan semata?

Ya, terkadang orang dengan prestasi akademik atau IPK yang tinggi malah bingung  menjalani kehidupan setelah kuliah. Boro-boro punya karir yang bagus, dipanggil untuk interview saja sudah untung.

Kenapa bisa demikian?

Berikut penjelasannya:

# Terlalu banyak ide
Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan.

Sebaliknya, orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya.

# Takut untuk memulai
Orang bodoh biasanya lebih berani dibanding orang pintar. Kenapa? Karena orang bodoh sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Justru inilah yang kadang membuat orang bodoh lebih beruntung. Keberaniannya justru membuatnya selangkah lebih maju dari orang pintar.

Sebaliknya, orang pintar terlalu banyak pertimbangan, yang akhirnya membuat dia jalan di tempat.

# Terlalu pandai menganalis
Sebagian besar orang pintar sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Kepandaiannya ini membuat orang pintar tidak mau memulai jika hasil analisisnya tidak sesuai.

Sedangkan orang bodoh tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat bertindak dan memulai usaha.

# Tidak berani mimpi besar
Orang pintar sangat memakai logika sehingga ia takut untuk memiliki harapan yang besar. Ia hanya berharap sesuai dengan logikanya saja.

Sedangkan orang bodoh tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu yang sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain. Tapi justru itulah yang kadang membuat orang bodoh sukses. Karena kadang sikap nekat membuat orang bisa mewujudkan mimpinya.

# Berpikir negatif sebelum memulai
Orang pintar yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak.

Sedangkan orang bodoh tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

Nah bagaimana dengan anda? Tuliskan komentar anda pada kolom di bawah ok?

Advertisements

GoPro, nasib-mu kini….. ?

Hi,

Life isn't perfect

Life is not always perfect, but …..

Sebentar lagi sebelum tahun baru Cina, yang lebih dikenal sebagai Xin Cia.  Apa kabar semuanya?  Bagaimana perkembangan bisnis serta diri anda di tahun yang lalu?

Saat ini penulis sedang ingin berdiskusi mengenai sebuah perusahaan… perusahaan ini membuat action camera.. termasuk leader (pada jaman-nya), akan tetapi di awal tahun 2018 ini, pendirinya, Nick Woodman telah siap menjual perusahaan GoPro dengan bantuan JPMorgan.

Menurut kawan-kawan mengapa perusahaan GoPro bangkrut hingga harus dijual?

Mengutip tulisan Jenni M. Xue (Kolumnis International serial Entrepreneur & pengajar bisnis, berbasis di California) sebagian adalah:

  1. Kenaikan biaya operational, yang dipicu, karena perusahaan public perlu tampil aktif untuk meningkatkan nilai.  GoPro yang telah miliki penggemar fanatik ini mulai memasang iklan di acara SuperBowl yang luar biasa mahal.  Resikonya: biaya operational meningkat hingga 50% setiap tahun dari tahun 2014.  — (Kesalahan strategi bisnis).
  2. GoPro juga tidak lagi bersaing dengan teknologi kamera video terbaru, yaitu 360 camera.  Bahkan iPhone dan Android, dapat menggunakan fitur kamera 360 derajat ini dengan aplikasi kamera.  Teknologi 360 ini membuat GoPro sangat ketinggalan zaman.  Apalagi berbagai aksesoris iPhone & Android yang menggantikan fungsi GoPro dengan sangat mudah dan praktis.
  3. Ponsel iPhone dan Android jelas memungkinkan mengirim video secara langsung dengan bandwidth dan kecepatan generasi keempat (alias 4G).  Fitur ini tidak dimiliki GoPro, yang sebenarnya telah ketinggalan selama sepuluh tahun.
  4. Kesalahan terbesar terjadi ketika dana IPO menggiurkan manajemen mendirikan perusahaan media.  Langkah tersebut diawali dengan memasang iklan di SuperBowl, padahal dana tersebut dapat digunakan untuk riset dan pengembangan teknologi GoPro (agar lebih up-to-date).

    Strategy menjadi media company ini sangat bertolak belakang dengan kemampuan inti GoPro, yaitu penemu teknologi kamera video, bukan pencipta konten.  Konten adalah kompetensi para pengguna.  GoPro rupanya lupa hal tersebut.

Kita dapat memetik pelajaran dari GoPro.  Setiap bisnis dan individu punya kemampuan inti unik sendiri.

Anda dan saya punya kelebihan serta kekurangan masing-masing.  Tetaplah berada di jalur ini, apa-pun yang terjadi, karena apa yang mudah buat kita, belum tentu mudah bagi mereka.

Namun ini bukan berarti statisBerkembanglah terus dengan meningkatkan diri secara kontinyu.  Di perusahaan, ada divisi penelitian dan pengembangan alias research & development (R&D).

Bagi diri pribadi, kita bisa meningkatkan diri secara berkesinambungan di era internet ini dengan banyak membaca dan belajar dari kesalahan diri dan orang lain.

Selamat menyambut tahun baru Cina….  Stay Positif!
*Change Your Water, Change Your Life.

# Formal Education Give Us Living, Self Learning Give Us Fortune #

Battle of Cast Dongles! (Samsung AllShare cast vs Google Chromecast 2 vs Ezcast 5G)

Hi B2B-ers,

Pa kabar semua?

Setelah tergelitik membaca sharing dari seorang sesepuh per-gadget-an Indonesia (Lucky Sebastian aka @Gadtorade), jadi gatal ingin menulis lagi, dan kebetulan baru sempat juga sih… 🙂

Menurut kang Lucky, yang perlu dicari adalah penyampaian sebuah sudut yang biasanya terlewatkan oleh reviewer lain. 🙂 Nah kali ini, karena (kebetulan) anak saya sendiri berkomentar, kok dongle cast sampai berbuah-buah dan macam-macam, memangnya bedanya apa sih? Nah di mulai lah tulisan ini…

Pertanyaan mendasar..

1. Apa fungsi dasar sebuah dongle cast?
Kegunaan penting sebuah Dongle Cast adalah menampilkan isi layar (berikut audio/suara) handphone/tablet ke layar besar (misal TV atau LCD Projector). Se-enak-enaknya nonton film di layar handphone terbaru, tentunya lebih nikmat bila ditonton di layar bioskop bukan? 😀

2. Jenis koneksi dari dongle cast ke handphone?
Tujuannya adalah menampilkan layar serta suara dari handphone ke layar besar secara nir-kabel.. jadi tidak ada kabel berseliweran di antara handphone kita dengan layar/TV. Enak toh? 🙂

Kebetulan saya memiliki 3 buah dongle cast, mulai dari Samsung AllShare cast, Google Chromecast 2 dan Ezcast 5G. Penasaran mau tahu keunggulan dan kekurangan dari masing-masing dongle cast tersebut? Yuk, mari lanjut dibaca…

Yang akan dibahas di mulai dari Samsung AllShare Cast dongle (paling tua), baru Google Chromecast 2 dan Ezcast 5G ya.

A. SAMSUNG AllShare Cast Dongle

Awal-nya menggunakan device Samsung, kebetulan sudah bisa melakukan presentasi menggunakan PowerPoint mobile. Terbayangkan betapa nikmatnya apabila bisa melakukan presentasi tanpa harus berdiri disamping LCD projector, atau kalau kebetulan hanya membawa handphone dan tidak membawa laptop, bagaimana caranya bisa presentasi ke sekelompok orang yang lebih besar? Sering juga setelah anak mengikuti kegiatan di sekolah, orang tua ingin melihat cucu-nya, dan selama ini kesulitan, karena harus memindahkan dulu file dari dalam handphone agar dapat diputar di TV.

Saat ada kesempatan, segeralah di pinang sebuah Samsung AllShare Cast Dongle..Awal dikeluarkan, harganya cukup indah menguras kantong (> IDR 800.000), apa sih isi paket AllShare Cast?

Sebuah dongle AllShare Cast, sebuah cable MicroUSB – USB, sebuah adaptor 5V 1A dan sebuah kabel HDMI untuk mengkoneksikan ke layar/TV.

Keunggulan yang di dapatkan dalam menggunakan AllShare Cast:

1. Pairing antara dongle dengan perangkat sangat mudah. Cukup menekan tombol di belakang AllShare Cast Dongle (sekitar 1 detik hingga warna led berubah-ubah biru & merah), kemudian kita cari dari perangkat yang ingin dihubungkan.

2. Selain perangkat Samsung, AllShare Cast juga mendukung protokol MiraCast, jadi bisa melakukan mirroring menggunakan perangkat Blackberry maupun Intel Wireless Display.

3. Direct koneksi via WiFi antara perangkat dengan dongle, tanpa memerlukan router.

4. Sudah mendukung resolusi 1920 x 1080 (FullHD)

Kekurangannya:

1. Perangkat Apple belum dapat terhubung ke dongle ini

2. Karena koneksinya masih 802.11n, saat kita di-area interference tinggi kadang suka putus-putus. Wajar, karena teknologi 802.11n sudah lumayan “lama” tapi pada masa-nya merupakan yang terbaik.

3. Saat mirroring, kita tidak dapat menggunakan perangkat kita untuk hal lain.

4. Apabila perangkat kita tidak mendukung dual-band WiFi, maka otomatis tidak dapat terhubung ke internet saat kita terhubung ke AllShare Cast Dongle.

B. Google Chromecast 2

Setelah menemukan AllShare Cast suka putus-putus, serta belum mendukung perangkat Apple (AirPlay), maka pencarian menemukan perangkat dilanjutkan.

Kebetulan (lagi), menemukan penawaran asik dari salah satu toko online. Dan tersedia warna yang tidak pasaran, yaitu merah (penting banget ya?) Maksudnya apabila digunakan saat event, tidak akan ada yang menyamai, karena biasanya orang memiliki Chromecast berwarna hitam. 😀 Oh ya, yang terbaru adalah Google Chromecast 4K, akan tetapi karena perangkat 4K masih mahal dan jarang serta harganya masih mahal, jadi diputuskan untuk meminang Google Chromecast 2 saja.

 

Dalam bagian dalam cover Google Chromecast, tersedia petunjuk cara memulai mensetting / menggunakan Chromecast ini.

 

Keunggulan:

1. tidak memerlukan kabel HDMI terpisah, karena kabelnya sudah menempel jadi 1 dengandongle.

2. Cara kerja perangkat – router – google Chromecast 2; untuk setup awal, memerlukan aplikasi Google Home (tersedia baik di Android Playstore maupun iTunes Store).

3. dapat di kustom menggunakan wallpaper photo-photo yang telah kita upload di account Google Photos.

4. Saat kita men-cast suatu tayangan misal youtobe, maka layar handphone bisa dimatikan dan film tetap tambil dilayar, karena Chromecast yang langsung terkoneksi ke-internet via router.

5. Setiap awal dihidupkan, otomatis mengupdate firmware terbaru (apabila ada).

6. Karena koneksi via router, kekuatan router menjadi penentu apakah presentasi lancar / putus-putus.

7. Dapat menampilkan isi layar dari iOS/Android, PC Windows maupun Mac.

8. Menggunakan standard WiFi 802.11ac

Kekurangan:

1. Dalam bekerja memerlukan koneksi ke router yang terhubung ke internet. Tidak bisa bekerja tanpa router & koneksi internet.

2. Bentuknya masih tidak agak gemuk dan dilengkapi dengan magnet yang cukup kuat, khawatir merusak data di flashdisk dan lain-lain apabila diletakan dalam tas.

3. Audio tidak dapat di pilih agar dikeluarkan dari perangkat, semua otomatis di keluarkan via HDMI (video & audio).

4. Memerlukan google account untuk mensetup dan menggunakan Chromecast.

5. Mirroring dari laptop, hanya dapat dilakukan via Google Chrome, jadi kita perlu menginstall Google Chrome sebagai peramban di laptop tersebut.

C. EZCAST 5G

Dikarenakan kekurangan google ChromeCast no 3 & 4 diatas, akhirnya saya kembali mencari dongle yang dapat menampilkan isi layar iOS/Android maupun PC Windows & Mac. Awal-awalnya banyak barang palsu bertebaran di online market maupun offline. Sampai suatu ketika menemukan yang sama persis seperti yang tercantum di website resmi Ezcast (iezvu.com). Hampir membeli produk yang salah, karena gambar yang ditambilkan memang Ezcast 5G, akan tetapi deskripsi berbeda dengan iezvu, kemudian setelah berdiskusi akhirnya diputuskan untuk membatalkan pesanan dan mencari seller lainnya.

Jreng… original EZcast 5G ditemukan dan dipesan… saat pesanan sampai, langsung saya cek…

 

Bagian bawah kardus memiliki informasi sebagai berikut:

Isi dari paket penjualannya:

Khusus untuk Ezcast 5G, pastikan pada perangkat WiFi adapter terlampir, tertera tulisan dual-band (2.4GHz / 5GHz). Frekuensi 5GHz, biasanya masih jarang interferensi serta memiliki bandwidth yang besar, sehingga presentasi anda tidak putus-putus.

Keunggulan:

1. Koneksi ke EZcast di awal menggunakan aplikasi yang dapat di download pada Playstore maupun iTunesStore. Selebihnya bisa langsung mengakses informasi yang tertera di layar.

2. Mendukung koneksi dari iOS / Android maupun PC Windows & Mac.

3. WiFi sudah dual-band seperti Google Chromecast 2.

4. Standard WiFi terkini 802.11ac

5. Cara menghubungkan ke dongle bisa dipilih salah satu direct link antara perangkat ke dongle tanpa melalui router atau melakukan hubungan via router.

6. Saat perangkat terhubung ke dongle tetap bisa mengakses internet.

7. Lebih ringan dbandingkan Google Chromecast 2.

Kekurangan:

1. dalam paket penjualan tidak disertakan power adaptor

2. banyak palsu-nya, harus hati-hati dalam memilih.

Kira-kira demikian review part 1 ya.. apakah ada yang tertarik melihat vlog masing-masing device in action? Coba tinggalan komen dibawah, agar saya tahu yang ingin diketahui kawan-kawan apa sih? 🙂 Semoga bisa jadi vlog-nya ya.

Sementara sekian, sampai ketemu lagi di blog maupun VLOG….

Tahun 2017 akan menjadi tahun terbaik anda, ini caranya …..

Hi B2B-ers,

Sebentar lagi sudah mau ganti tahun nih ke tahun 2017.

Sudah siap menghadapi tahun 2017 dengan lebih baik?

Bagaimana tahun 2016 Anda? Goals Anda sudah banyak terwujud?

Jikalau belum, hari ini saya ingin membantu Anda agar dapat mewujudkan goals Anda di tahun 2017.

Ingin memiliki tubuh yang lebih sehat dan bentuk ideal?

Ingin bebas finansial dan bebas dari hutang?

Ingin memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga?

Ingin lebih banyak jalan-jalan keliling dunia?

Ingin memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan?

Atau masih banyak lagi…

Semua itu bisa Anda wujudkan di tahun 2017 atau minimal membuat Anda lebih dekat jaraknya dalam mewujudkannya di dalam kehidupan Anda.

Caranya mudah..

Ikuti program Your Best Life, sebuah program pelatihan serta pendampingan selama 1 tahun bagi Anda yang ingin mewujudkan impian yang Anda inginkan di dalam bentuk ebook, video dan email follow-up.

Program yang sama telah berhasil membantu banyak orang mencapai goals mereka termasuk bebas finansial, tubuh yang ideal, hubungan yang lebih baik bersama keluarga dan masih banyak lagi.

Program ini di rancang oleh Andry Salim, seorang pebisnis online sukses yang memiliki pengalaman berbisnis online selama 14 tahun.

Beliau pun memiliki buku Best-Seller national dengan judul

“The Internet Millionaire”.

Selain itu, beliau sering sekali di undang untuk berbicara di berbagai seminar bisnis dan kampus.

Bisnis beliau bervariasi mulai dari pasar nasional sampai pasar internasional. Semua dilakukan secara online.

Di dalam bisnis beliau yang terbaru, dalam 1 tahun pertama bahkan telah memberikan hadiah sebanyak 3 mobil, puluhan orang jalan-jalan keluar negeri, umroh dan ratusan smartphone. Luar biasa bukan?

Pak Andry Salim akan mengajarkan Anda bagaimana cara mewujudkan impian Anda dan membantu mewujudkan tahun 2017 menjadi tahun yang terbaik di dalam hidup Anda.

Penasaran? Coba cek programnya di bawah ini:

==> [YBL2017]

Ingat, ini bukanlah program seperti biasanya. Anda akan mendapatkan materi dan bimbingan selama 1 tahun nantinya.

Plus, Anda pasti kaget karena investasinya sangat terjangkau sekali karena beliau ingin membantu banyak orang untuk bisa mengalami transformasi hidup ke arah yang lebih baik.

Anda akan belajar pada orang yang tepat dan sangat qualified untuk membantu transformasi hidup Anda.

Semuanya di mulai dari langkah pertama disini:

==> [YBL2017]

Apakah Anda siap untuk berkomitmen dan merubah hidup Anda menjadi lebih baik di tahun 2017?

Katakan:

“Ya, saya siap! Tahun 2017 akan menjadi tahun terbaik saya.”

Pastikan Anda memulainya dengan tepat melalui program Your Best Life di:

==> [YBL2017]

 

Salam Sukses,

[Julianta Julianta]

PS:
Program ini dibuka spesial hanya 7 hari saja. Pastikan Anda tidak ketinggalan dan mulai merancang hidup Anda menjadi lebih baik.

Setelah itu, Anda harus investasi lebih mahal agar dapat mengikuti program ini jikalau masih dibuka.

3 Tanda Anda harus segera berhenti dari pekerjaan sekarang!

Sekali-kali, mari kita berbicara mengenai masa depan…  Orang bijak berkata, “Anda 5 tahun mendatang tetap Anda yang sekarang, yang pasti berbeda adalah 5 orang terdekat Anda serta buku-buku yang Anda baca!”
Berikut ini tulisan dari seorang kawan.. saya ketik ulang agar dapat Anda nikmati dan semoga berguna bagi perkembangan diri Anda serta menjadi berkat bagi keluarga Anda.
= = = = = = = = = = = = = = = = = = =  START…  = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =
Bulan ini, dua rekan kerja saya resign.  Mereka bukan sekedar konco gawe biasa, tapi juga partner in crime dalam bermain, belajar, ngegosip, ngebully, dan teman tidur yang menyenangkan (kata Umar, kita bisa tahu karakter seseorang setelah bepergian dengannya, berbisnis dengannya, dan tidur di rumahnya).
Dua-dua-nya pindah ke perusahaan start-up.  Kawan pertama pindah ke online travel agent yang katanya berpotensi menjadi the first start-up unicorn di Indonesia (perusahaan dengan valuasi 1 milyar USD).  Kawan ke dua pindah ke perusahaan FMCG dairy products dari Thailand yang produknya akan masuk ke pasar Indonesia.
Tentu saya merasa kehilangan, sambil mengelus perut dan bertanya, “situ kapan bro?”  Bagi generasi Milenials seperti kami, berganti pekerjaan bukanlah sesuatu yang tabu.  Menurut statistik, 80% beranggapan bahwa waktu ideal bekerja di satu perusahaan adalah maksimal 3 tahun.  Dan itu berarti kami bisa berganti pekerjaan hingga 15-17 kali dengan 5 bidang karir yang berbeda.  Bahkan 55% generasi ini ingin membuka perusahaannya sendiri.
Sejak lulus kuliah dan mencoba belajar di dunia korporasi pada tahun 2012, saya sudah pindah 4 perusahaan.  Mengajukan surat pengunduran diri bukanlah sesuatu yang asing, tapi berdasarkan pengalaman pribadi, ada tiga syarat dimana kita wajib mengajukan surat cinta ini:
  1. Mengalami Stagnasi

Masih melakukan pekerjaan yang persis sama seperti 2 tahun lalu?  Maka ada dua kemungkinan.

    Pertama, anda semakin ahli (specialist expert), atau kemungkinan kedua: anda ngak kemana-mana lagi (stagnan).  Bagaimana membedakannya?  Sederhana…
    Cukup ajukan pertanyaan kepada diri sendiri: “Apakah saya belajar hal baru?  Apakah saya bertemu orang baru?  Apakah saya memberikan kontribusi baru?”
    Jika jawabannya tidak, maka selamat bertemu dengan makhluk setengah dementor bernama Stagnansi.  Ia akan menyeret korbannya ke zona nyaman dan perlahan-lahan menyedot perkembangan hidup si korban.
  1. Tidak ada inspirasi
    Ketika Anda bangun pagi dan berdoa ada badai salju agar tidak perlu ke kantor hari ini, maka itu adalah tanda tiadanya inspirasi.  Saat Anda merasa bosan dan berharap segera pulang, maka itu adalah pertanda gairah yang hilang.  Saat pekerjaan menjadi tuntutan kewajiban, maka setiap tanggung-jawab terasa seperti beban.
    Pekerjaan yang baik harus membuat anda bersemangat bangun pagi, tertawa saat sibuk di siang hari, dan tersenyum ketika pulang di malam hari.  JikaAnda tidak bahagia, berarti ada yang saah dengan pekerjaan Anda, atau cara Anda memaknai pekerjaan itu.
  1. Mengejar mimpi
    Mark Zuckerberg mengembangkan Facebook saat belum genap berusia 20 tahun, Henry Ford memulai Ford Motor di usia 39, Colonel Sanders membuka gerai KFC pertama di umur 65.  Intinya: orang akan mengingat karya Anda, bukan usia Anda.  Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan yang membawa kebaikan.
    Ketika Anda sadar jika Tuhan menciptakan Anda bukan untuk melakukan pekerjaan ini dan memiliki “panggilan” untuk melakukan sesuatu yang lain, maka waktunya mengikuti panggilan itu.  Jangan membunuh suara hati kecil Anda.
POSISI versus KONTRIBUSI
    Bagaimana jika tujuan pindah kerja untuk mencari penghidupan (gaji) yang lebih baik?  Tentu itu wajar dan manusiawi.  Tapi anehnya, hampir semua orang hebat (entrepreneur, direktur, pejabat public) yang saya temui dan baca biografinya tidak meletakkan bayaran sebagai motivasi utama.  Mengutip Robert T. Kiyosaki:
    “Hanya kelas menengah yang bekerja demi gaji”.
    Oleh karena itulah, juga demi menghindari pajak, CEO perusahaan besar seperti Steve Jobs (Apple), Sergery Brin (Google), atau Lee Lacocca (Chrysler) hanya “digaji” 1 dolar USD.  (Tentu mereka mendapatkan paket benefit lain senilai jutaan dolar yang dikenai pajak lebih kecil).
    Bagi orang-orang keren ini, bayaran tak perlu dipikirkan.  Hal itu pasti naik mengikuti pertumbuhan kualitas diri. Mereka tidak berkata: “Apa yang saya dapatkan?”, tapi justru malah bertanya: “Apa yang bisa saya berikan?
    Mereka tahu perbedaan antara posisi dan kontribusi.  Posisi itu alat, kontribusi itu nilai.  Orang kebanyakan lebih mementingkan posisi daripada kontribusi, sedangkan mereka tahu jika kontribusi lebih penting daripada posisi.  Kontribusi memberikan Anda posisi.  Posisi mewajibkan Anda untuk berkontribusi.  Kita tak perlu menunggu memiliki posisi, untuk menyumbangkan kontribusi.
    Direktur itu posisi, mengusulkan solusi itu kontribusi.
    Pejabat itu posisi, melayani orang lain itu kontribusi.
    Guru itu posisi, membagi ilmu itu kontribusi.
    Dokter itu posisi, membantu sesama itu kontribusi.
    Polisi itu posisi, melindungi yang lebih lemah itu kontribusi.
    Menjadi manusia itu posisi, menjadi makhluk ciptaan Tuhan dan berbuat kebaikan, itu kewajiban.
Jadi dimana posisi Anda saat ini?
Dan apa kontribusi yang dapat Anda berikan ke sesama?
strong-people
Final Note:
Kesempatan menjadikan tahun 2017 sebagai salah satu tahun terbaik anda!
pastedgraphic 1

pastedgraphic 1

Mungil-mungil cabe rawit… Xiaomi Yi Cam 4K (2016) edition.

Hi B2B-ers,

Apa kabar kalian liburan kemarin?

Karena pergi berwisata ke Umbul Punggok, Klaten – Jawa Tengah, akhirnya jadi kepincut mencari action cam ekonomis.

Setelah browsing sana sini, tanya-tanya kawan serta browsing Internet, akhirnya memutuskan meminang Xiaomi Yi Cam 4K (2016) karena beberapa pertimbangan berikut ini:

1. Kapasitas battery 1400mAh
Sekali charge bisa tahan 2 jam dalam merekam video non-stop.

2. Chipset yang digunakan Yi Cam 4K – 2016 (Ambarella A9SE75) sama (bahkan lebih baru) dengan yang digunakan GoPro HERO4 (Ambarella A9)

3. Image sensor ditenagai oleh IMX377 1/2.3″ sensor gambar yang dapat mengambil video beresolusi 4K sebanyak 30 frames-per-detik, serta mengambil gambar diam dengan sensor 12MP. Pada bagian depannya adalah lensa cepat f/2.8 7-lapisan lensa kaca yang menawarkan pandangan selebar 155.

4. Optical Image Stabilizer yang sangat baik untuk pengambilan gambar/video (GoPro tidak memiliki fungsi OIS)

5. Memiliki 2.19″ layar sentuh untuk mengakses menu serta pengaturan lainnya (640×360 pixels – 330ppi)

6. Mendukung koneksi WiFi (2.4GHz & 5GHz), serta Bluetooth v4.1. Sayangnya koneksi WiFi yang berguna untuk terkoneksi ke smartphone (iOS / Android melalui aplikasi Yi Cam), sedangkan koneksi Bluetooth hanya dapat terkoneksi ke remote Xiaomi Yi Cam.

Perburuan dimulai, kebetulan keluarga mengijinkan sebagai kado istimewa ultah.. Akhirnya diputuskan untuk memesan secara online, dan sayangnya pengiriman menjadi terlambat dari jadwal semula (hal baru?) Belum lagi, sempat toko sebelah menawarkan barang yang sama dengan harga yang jauh lebih ekonomis… ya sudah kepalang basah, (tutup mata saja deh). 😀

Akhirnya sebelum pesanan datang, kami memesan 3 buah battery cadangan, 1 buah remote bluetooth Xiaomi Yi (untuk menemani tongsis), serta docking charger battery, sayangnya, ketentuan pengiriman saat ini, tidak bisa mengirimkan battery.. jadi akhirnya hanya dikirimkan remote Xiaomi Yi serta docking battery. Jadi yang masih pending saat ini, adalah casing waterproof biar bisa foto dalam air, berikut battery cadangan, agar lebih nyaman dibawa keliling 😀

Alkisah, pesanan datang, dengan H2C (harap-harap cemas), segera membuka kemasan pesanan, ternyata kotak action camera itu sangat-sangat mungil… Hampir tidak percaya, belum lagi dibagian luarnya gambarnya berwarna putih, padahal kami memesan warna hitam. Pikirnya ya sudahlah, yang penting barang sudah diterima.

Begitu melihat karema pertama kali, terus terang cukup terkejut … karena ukurannya yang sangat mini. 🙂 Bagi yang belum bisa membayangkan seberapa mini-nya, ini kami letakkan kamera dimaksud pada keyboard laptop. Panjangnya hanya kurang lebih 4 tuts keyboard (Fn, Control, Option, Command) LOH!

Tidak terlihat sesuatu yang istimewa pada perangkat ini, build quality lumayan, tidak terlihat murahan..
Memasukan serta mengeluarkan battery untuk pertama kali sangat menjadi PR, karena lumayan seret.. 🙂
Layar yang ada adalah touchscreen, artinya dapat disentuh-sentuh untuk merubah pengaturan.. contohnya:
1. Usap dari sisi paling atas layar ke bawah, akan membuka akses koneksi, baik itu WiFi, Bluetooth, settings, dan sebagainya.
2. Usap dari sisi paling bawah layar ke arah atas, akan memunculkan pilihan photo, timer, video, video timelapse, dan sebagainya.

Kualitas layar cukup baik, mudah terlihat jelas dibawah sinar matahari, pada bagian kanan atas terdapat icon WiFi serta status battery, sedangkan di sisi kiri menyajikan informasi berapa banyak photo / menit video yang masih dapat disimpan ke dalam kartu memory (MicroSD card).

Oh ya, untuk perekaman video 4k, kami sarankan menggunakan memory card minimal Class 10 UHS-I, sebaiknya yang memiliki speed read/write diatas 80MB/s. Saran kami, carilah merek-merek seperti Sandisk, Samsung, yang karuan, jangan yang abal-abal.

Yang tak kalah mengejutkannya, yaitu remote Xiaomi Yi Cam. Ternyata fisiknya sangat-sangat mungil ya… sampai-sampai khawatir menghilangkannya, kelupaan dan tercecer dimana.

Berikut ini photo Xiaomi Yi Cam remote dibandingkan dengan sebuah USB Flashdisk. Sudah kebayang berapa besarnya? 🙂

Kejutan belum berakhir, ternyata si remote tersebut dimasukan ke dalam sarung, dan apabila dikeluarkan maka bentuk fisiknya akan makin kecil lagi. 😀

Sementara ini, karena belum mendapatkan battery cadangan, docking masih nganggur. *he he he he* Kalau ada yang punya, silahkan tinggalkan pesan ya.. 🙂

Oh ya, karena iseng ada gorillapod nganggur, jadinya coba dipasangkan di dalam mobil, dan hasilnya luar biasa, bisa menjadi dash cam dengan sudut lebar (wide). 🙂

Pengalaman penggunaan sampai hari ini:

1. Update firmware agak menghawatirkan, karena saat terhubung ke smartphone, otomatis mengunduh firmware terbaru, dan apabila koneksi internet kita tidak stabil, firmware yang diunduh tidak sempurna dapat menyebabkan action camera rusak. Ada beberapa rekan yang mengalami WiFi bermasalah setelah auto upgrade.

2. Optical Image Stabilisation-nya sangat terasa, karena hasil video menjadi tidak terguncang-guncang…

3. Dicoba menangkap gambar video timelapse saat malam hari, gambar tetap terlihat jelas tanpa noise yang berarti. Urusan video, nanti hasilnya coba diupload ke youtube deh ya…

A. Sementara nikmati dulu persembahan pujian dari pak George di youtube berikut ini (direkam dalam ruangan – indoor).

B. Rekaman di dalam mobil berjalan, sebagai dash-camera, dapat dilihat pada link berikut ini.  Lihat bagaimana EIS bekerja dan bagaimana hasilnya pada video time-lapse yang direkam.

Selanjutnya apabila ada yang ingin tahu akan diinformasikan disini setelah video lainnya selesai diupload. 😀 Come back for more info, begitu ceritanya. 🙂

Apalagi ya? Sementara itu saja dulu ya…

Sampai ketemu lagi…

 

Salam,

– B2B –

Mau dapat duit sebagai seorang VBlogger?

Hi B2B-ers,

Apa kabar kalian? Semoga semua dalam keadaan baik selalu ya. 🙂

Bagaimana keadaan kondisi pekerjaan? Hadapi, ini kenyataan hidup, seluruh sendi-sendi perekonomian serasa mengendur, toko-toko retail besar telah mengalami kemunduruan penjualan sejak 3 tahun belakangan, oleh karena itu kita sering melihat iklan diskon di koran-koran ternama. Coba dipikirkan dengan baik, kalau penjualan sedang baik, buat apa memberikan diskon? Diskon diberikan demi mendorong konsumsi masyarakat.. 🙂

#Eh, kok jadi ngomongin ekonomi sih? 😀
Jadi sebenarnya seperti ini… Ditengah ekonomi dunia yang tidak menentu, sebenarnya masih banyak kesempatan untuk mendapatkan uang secara halal bagi yang mencarinya dengan tekun… Salah satunya yang asik adalah dengan menjadi seorang VBlogger.. V-Blogger itu adalah seorang/sekelompok orang yang melakukan Video Blogger…

Kerjaan V-Blogger itu apa sih kak?
Intinya sama seperti seorang blogger yang menggunakan tulisan biasa.. cuma bedanya yang ini mengupload pokok pikiran dalam bentuk video.

Cara dapat uangnya darimana kak?
Dengan makin banyaknya pemirsa/penonton video yang kamu buat, otomatis akan menarik pengiklan untuk meletakkan iklan mereka pada video kamu. Cara paling mudahnya adalah menggunakan Google Adsense. 🙂 Pastinya kamu sering/pernah nonton YouTuBe kan? Pernah menemukan, sebelum film yang kita inginkan diputar, biasanya suka ada iklan yang setelah beberapa detik baru dapat kita skip (lewati)? Nah kurang lebih seperti itu.

Tapi sharing kali ini akan lebih menitik beratkan bagaimana caranya meningkatkan kualitas audio pada video film kamu, agar penonton kamu mendapatkan pesan kamu secara jelas. Percaya deh, bagaimana menariknya konten dan bagusnya kualitas video kamu, kalau audio-nya hancur, pastinya film tersebut tidak akan ditonton orang.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu, kami mendapatkan kesempatan menjajal sebuah Microphone external yang di-distribusikan oleh pihak Kairos. Produk tersebut masuk dalam kategori pro-audio..

Yang kami coba adalah Audio-Technica tipe AT-8024. Mic ini adalah tipe mic external XY (mid-stereo Mic).

Guna-nya mic tambahan apa sih kak?
Memang kebanyakan DSLR sudah dilengkapi dengan mic internal (built-in), akan tetapi karena posisi microphone built-in itu ada di body kamera,
menyesuaikan dengan posisi mic tersebut, biasanya polar pattern yang digunakan adalah omni direction (suara dari segala arah akan tertangkap), contoh pada saat mekanis kamera bekerja, misal mencari fokus dan lain-lain, suara tersebut akan ikut terekam dalam video yang sedang kita buat, alhasil film kita akan memiliki noise tersendiri. Hal ini mengurangi ke professionalan kita dimata penonton kita.

Belum lagi Mic tersebut tidak dapat kita arahkan hanya menangkap suara dari subject yang kita inginkan saja… suara dari mana disekitar kamera akan terekam. Pertanyaannya bisa ngak sih kita hanya merekam suara yang kita inginkan saja? Jawabannya bisa! Oleh karena itu kita menggunakan bantuan Mic external tersebut.

Berikut ini beberapa penampakan AT-8024 dalam kondisi terpasang di DSLR .. 🙂

Kabel model begini asik, jadi tidak mengganggu pegangan/handling kita ke kamera.. dan apabila tidak sengaja tertarik, tidak membuat putus. 🙂

Ok, kami sudah mengerti kelebihan dari external mic, kemudian kelebihan dari AT-8024 ini apa kak? 🙂

Keunggulan Mic external ini adalah:
1. Sebuah mic external tambahan untuk DSLR / Handycam / any recording audio yang menerima input 3.5mm.
2. Mendukung peralatan rekam yang tidak memiliki phantom power, karena mic bisa diisi dengan 1 buah battery AA.
3. Kabel lentur, sehingga tidak khawatir apabila tertarik secara tidak sengaja
4. Bisa diatur, apakah mau suara mono suara stereo; lihat photo dibawah.

Selama percobaan, yang jadi kadang jadi masalah adalah, lupa menghidupkan Mic dengan cara menggeser switch ke posisi Stereo / Mono. 🙂 Oh ya, mic external AT-8024 ini adalah sebuah Mic jenis Boom, artinya suara yang ditangkap hanya yang berasal dari depan microphone (terarah), suara-suara lain (misal dari samping) akan tereliminasi. Dalam paket penjualan, selain windshield dalam bentuk sponge juga di sertakan deathcat serta sebuah battery AA.

Pada saat diaktifkan, maka lampu indikator akan berwarna hijau.

Hal lain yang dapat dilakukan dengan Mic external AT-8024 (selain pengaturan Stereo / Mono) adalah:
1. Kekuatan suara yang ingin ditangkap, pengaturannya mulai dari Off, -10dB hingga -20dB.
0dB digunakan apabila suara dalam ruangan cukup hening…
-10dB digunakan saat tempat dimana kita ingin merekam suara cukup hening / kurang berisik (link video di paling bawah post ini, menggunakan pengaturan -10dB)
-20dB digunakan pada perekaman di tempat yang sangat berisik.
2. Tombol pengaktifan fungsi penyaringan frekuensi ON/OFF terdapat pada sisi bagian kiri bawah (sebelah gain control).
Apabila switch berada di sisi garis lurus, artinya fungsi penyaring frekuensi tidak bekerja, agar dapat bekerja switch harus di-posisikan pada bagian kurva.

Berikut ini adalah contoh rekaman di tempat umum, dimana biasanya terdengar suara gema ruangan + suara bising Air-Conditioner & motor/mobil wara-wiri… klik disini.

Total berat mic AT-8024 termasuk battery AA, adalah sekitar 150gr.. lumayan buat latihan fitness. 🙂

Sudah lihat link video diatas?
Apa pendapat kalian?
Baguskah suaranya?

Sekiranya ada yang membutuhkan, silahkan contact: Online+blog(at)BduaB.com,
Tersedia juga tipe-tipe pro-audio grade Audio-Technica lainnya.

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– BanyakGaul –

%d bloggers like this: