Membatasi akses Internet / Jaringan? Siapa takut?

Pagi!

Akhirnya sampai juga ke masa, dimana kami harus membatasi akses internet anak-anak, sebelum mereka terlalu jauh kecanduan, asik bermain di dunia maya, dan lupa akan tanggung jawab di dunia nyata. Apakah anda merasakan hal yang sama dengan kami? 🙂 Apabila iya, anda tiba pada tempat yang tepat…

Disini, kami akan berbagi, cara membatasi akses internet orang yang menggunakan router kita (baik di rumah maupun di kantor). Di asumsikan, anda mengerti teknik dasar networking (jaringan), sekiranya tidak, minimal anda memahami logika cara berpikir-nya.

Cara membatasi akses yang kami lakukan disini adalah:
1. Mengatur jadwal, kapan perangkat yang digunakan dapat terkoneksi ke internet.
Biasanya, kalau perangkat mereka tidak bisa terkoneksi, otomatis anak-anak akan mencari perangkat lain yang bisa bukan? 🙂 Jadi semua kita kontrol. 😀 Jaman sekarang, tidak bisa kita tutup sama sekali, karena kebutuhan mereka untuk kegiatan belajar, mengerjakan tugas, dan lain-lain. Yang terbaik bisa kita lakukan adalah membatasi aksesnya.

2. Menentukan, perangkat mana saja yang bisa akses pada waktu kapan?
Tentunya, anda tidak ingin malah perangkat kerja anda yang tidak bisa terhubung ke Internet bukan? Bisa-bisa dimarah atasan di kantor kalau sampai tidak bisa dihubungi / membalas email. 🙂

Router tidak terbatas pada Wireless router TP-Link, karena semua rata-rata saat ini telah memiliki fitur berikut ini… walaupun antar tipe router, memiliki kemampuan yang berbeda-beda, seperti contoh dibawah ini.

Pada tipe TP-Link MR-3420, fungsi parental control (PC) yang dapat didaftarkan ke router hanya satu. Sedangkan pada TP-Link WDR4300, bisa mencapai 4 unit.

Ini contoh halaman yang sama pada jenis router berbeda di TP-Link.

Oh ya, sebelum lupa, untuk mengakses halaman ini, anda menggunakan Internet browser, seperti Safari (Mac), Chrome (Mac/PC), maupun IE (WindowsPC), ataupun FireFox (Mac/PC). Pergi ke halaman administration, silahkan buka buku manual wireless router anda, misal 192.168.0.1 ada yang 192.168.1.1 ada juga yang 192.168.2.1

Hal dasar yang patut diketahui, setiap perangkat agar dapat berkomunikasi, sewaktu terhubung ke router, akan mendapatkan alamat tertentu yang dikenal dengan istilah “IP”. IP ini terdiri dari deretan angka 3 digit sebanyak 4 segmen, contoh: XXX.YYYY.ZZZZ.OOOO Biasa suka di set sebagai: 192.168.XXX.YYY (192.168.xxx.yyy dikenal sebagai IP class-C; biasanya digunakan untuk kebutuhan rumahan / SOHO).

Nah, kenapa saat perangkat kita terhubung otomatis kita mendapatkan alamat IP tersebut? Itu tugasnya DHCP server. Di dalam setiap router, biasanya sudah built-in DHCP server. Jumlah berapa banyak perangkat yang dapat dialokasikan alamat IP diatur dari bagian DHCP (pada contoh dibawah ini: disiapkan alamat IP dari 10.10.1.101 – 10.10.1.110; artinya disiapkan slot untuk 10 perangkat untuk terkoneksi ke wireless router ini). Saat alokasi alamat IP ini habis, maka otomatis perangkat berikutnya tidak dapat terhubung dengan router, sampai ada device yang tidak terkoneksi.

Bagaimana router bisa membedakan antara perangkat yang satu dengan yang lainnya? Menggunakan yang namanya “MAC Address”, pada setiap perangkat network, no “MAC Address” ini unique, tidak akan pernah ganda secara hardware. Oleh karenanya, masing-masing perangkat juga harus diberikan alamat IP khusus, agar tidak bentrok serta dapat berkomunikasi dengan lancar.

Contoh dibawah ini, perangkat yang sedang terhubung ke dalam jaringan kita, informasi MAC Address serta alamat IP yang sedang digunakan.

Nanti kita akan membuat group berdasarkan alamat IP yang digunakan perangkat, misal
kelompok IP A dari 192.168.0.101 – 192.168.0.120 dinamakan group “Kids”,
kemudian 192.168.0.201 – 192.168.0.220 dinamakan kelompok “OrTu”, dan
sekiranya diperlukan untuk membentuk kelompok SuperUser misal dari 192.168.0.231 – 192.168.0.240;
Banyaknya kelompok ditentukan oleh kebutuhan anda, seberapa rumit pembatasan yang anda perlukan.

Berikutnya, anda dapat masuk ke bagian menu ACCESS CONTROL, dan secara otomatis di TP-LINK aken membuka halaman Rule sebagai berikut:

Gambar diatas dalam kondisi adalah kondisi awal, dimana kita belum menerapkan pembatasan apa-apa, dan apabila anda tekan tombol “Add New…” (dibawah: ID Rule Name), maka anda akan masuk ke dalam halaman berikut ini:

Disini kita melakukan pengaturan sesuai keinginan kita.
Rule Name : Masukan sembarang nama yang mudah anda mengerti
Host : Untuk siapa-siapa saja pembatasan ini berlaku? (kelompok mana)
Target : Apa yang ingin dibatasi?
Schedule : Jadwal pembatasan?
Action : Diberikan / tidak diberikan akses?
Status : Apakah pengaturan ini aktif (enabled) / tidak (disabled)

Catatan:
Pastikan selalu menekan tombol “Save” untuk menyimpan perubahan yang telah anda lakukan.

Pada contoh ini, kita akan membuat 2 buah kelompok, 1 disebut “Big Boss”, dan 1 lagi adalah “Kids”.
Tentunya seorang “Big Boss”, diperbolehkan menggunakan seluruh fasilitas tanpa dibatasi, sedangkan “kids” hanya dapat menggunakan saat mereka selesai belajar (di waktu luangnya); sebagai contoh mungkin antara jam 18:00 – 19:00 di hari Senin – Kamis.

Maka yang harus anda lakukan adalah masuk ke menu ACCESS CONTROL, kemudian klik di HOST:

Selanjutnya anda klik pada tombol “Add New…”

Disini kita pilih mode IP Address, serta kita berikan panduan ke router dari alamat IP berapa sampai berapa yang akan dikenal sebagai kelompok “Big Boss”. 😀 Contohnya disini kita mendefinisikan 192.168.0.201 – 192.168.0.220 sebagai perangkat yang termasuk dalam kelompok “Big Boss”.

Setelah itu, klik tombol “Add New…” dan definisikan untuk kelompok “Kids”, misal 192.168.0.101 – 192.168.0.110

Berikutnya kita tentukan, apa yang dapat dilakukan saat perangkat terhubung ke internet, apakah mereka hanya bisa menggunakan search engines, seperti google, yahoo, msn, bing, atau bisa melakukan hal lain-nya? Hal ini bisa diatur pada bagian “Target”.

Setelah anda masuk ke sub-menu Target, klik “Add New…” untuk memulai. Disini pilihannya dibagi 2, apakah kita mau membatasi menggunakan alamat IP (tujuan), atau menggunakan alamat domain? Saran kami menggunakan alamat domain, karena satu domain dapat memiliki beberapa alamat IP, dan sulit rasanya mengikuti perkembangan setiap waktu. Menggunakan keyword, menghemat tenaga dalam menjaga aturan minimal selalu sesuai keinginan.

Daftarkan target sesuai kebutuhan anda, mungkin selain search engines, ada bisa juga mengelompokan website-website berita, seperti detik, kompas, cnn, dan lain-lain.

Seperti penjelasan diatas, saat kita mengugnakan kata kunci (keyword) google, maka seluruh koneksi ke domain yang ada kata “google”-nya akan disaring, tergantung pilihan kita, memperbolehkan atau tidak memperbolehkannya. Hal yang sama juga berlaku bagi kata kunci lainnya dalam kelompok yang sama.

Setelah kita menentukan kelompok, serta apa yang dapat (atau tidak dapat) diakses, selanjutnya kita membuat jadwal untuk disandingkan pada bagian Rule.

Yang perlu diingat, jadwal ini berdasarkan jam yang ada di Router, bukan pada jam kita ya. 🙂 Jadi pastikan router anda selalu mendapatkan tanggal serta waktu yang akurat, bisa dengan cara sync ke internet (akan dibahas pada bagian akhir).

Kita dapat membuat jadwal sebanyak yang kita perlukan. Mau ganjil-genap, ataupun hari lainnya, dapat kita atur dan tentukan sendiri waktu-nya. Di TP-LINK, waktu menggunakan 00:00 – 23:59 (24 jam).

Misalkan untuk kelompok anak-anak, diperbolehkan akses pada hari Senin – Jumat antara jam 18:00 – 19:00, sering kali mereka membutuhkan WA untuk mengecek PR serta tugas-tugas lainnya. Dengan dibatasi waktunya, mereka akan terbiasa bekerja secara efisien. 😀

Selesai kita menentukan Host, Target serta Schedule, saatnya kita membuat Rule (aturan) untuk dilaksanakan pada router ini. Maka kita kembali ke ACCESS CONTROL – Rule

Sekarang apabila kita menekan tombol “Add New…” maka halaman seperti berikut ini yang akan muncul (tentunya di TP-LINK; router lain mirip-mirip).

Gambar diatas adalah posisi awal, sebelum dilakukan pengaturan, selesai melakukan pengaturan, anda harusnya mendapatkan halaman seperti gambar berikut ini:

Pengaturan diatas untuk kelompok Big Boss, koneksi ke mana saja (any target), kapan saja (anytime), diperbolehkan (allow).

Sedangkan untuk kelompok “Kids” pengaturannya menjadi sebagai berikut:

Kelompok “Kids”, apabila ingin terhubung ke “Search Engines” pada waktu “Kids weekdays” diperbolehkan, sisanya tidak boleh.

Setelah menekan tombol “Save” dan kembali ke halaman awal, selanjutnya, pastikan ada tanda centang pada depan “Enable Internet Access Control” (panah orange), Deny the packets not specified by any access control policy to pass through the Router (panah merah), dan jangan lupa tekan tombol “Save” untuk menyimpan perubahan yang telah anda lakukan (panah hijau).

Kelompok sudah dibentuk, pengaturan telah dibuat, sekarang apa? Loh, yang berikut ini harus dilakukan, agar semua yang telah dilakukan tadi dapat berfungsi dengan baik, yaitu pengaturan device mana saja yang masuk kelompok tertentu, untuk yang satu ini, kita perlu mengetahui dengan pasti, informasi MAC Address dari perangkat yang ingin kita atur.

Contoh berikut ini: ada pengaturan Mac Address untuk 1 perangkat, dan kebetulan IP-nya memang sengaja diberikan diluar yang biasa digunakan.

Informasi MAC Address, tersedia langsung diperangkat, biasanya pada bagian info mengenai perangkat tersebut, formatnya 6 pasang angka & huruf, kadang ditulis dalam bentuk XX:XX:XX:XX:XX:XX, bisa juga ditulis XX-XX-XX-XX-XX-XX

Setelah anda mengetahui informasi tersebut, sandingkan dengan alamat IP sesuai kelompok yang diinginkan, misal apabila masuk kelompok Big Boss, maka alamat IP harus 192.168.0.201, perangkat berikutnya di 192.168.0.202, selanjutnya di 192.168.0.203 dan seterusnya. Untuk kelompok Kids gunakan alamat IP 192.168.0.101 .. dan seterusnya. Alamat IP ini tidak boleh sama untuk 2 perangkat berbeda, prakteknya 1 perangkat (device) = 1 alamat IP.

Dan untuk pembatasan lebih jauh, di TP-LINK dapat juga dilakukan pembatasan speed bandwidth pada koneksi ke Internet, misalnya ada orang yang gemar download, maka kita batasi bandwidth unduh-nya (download / Ingress) hanya 512Kbps, sehingga otomatis dia tidak bisa lebih dari batasan tersebut dan pengguna lainnya tetap mendapatkan bandwidth yang layak.

Contoh pengisian Bandwidth control sekiranya anda menginginkan-nya.

Hal terakhir yang tidak kalah pentingnya, pastikan waktu router anda sudah sesuai, karena router tidak memiliki built-in battery, oleh karenanya setiap sehabis restart (misal mati lampu), biasanya pengaturan ini berubah.. Dan karena kita menentukan akses berdasarkan waktu, hal ini bisa berakibat orang kehilangan akses pada saat seharusnya dia bisa akses. Untuk dikantor, bisa dengan menghubungkan daya ke UPS, dan untuk di rumah, pastikan selalu mensetting tanggal & waktu sesuai keadaan (setelah kehilangan daya). Bisa juga mengambil waktu dari Internet, dengan cara sync ke NTP server.

Demikian sharing yang kami lakukan, berikut pengumuman yang kami sampaikan ke anak-anak kami.
Jadwal yang saat ini diterapkan… Semoga memacu mereka untuk konsentrasi belajar. 🙂

Demikian sharing kami kali ini, semoga bermanfaat bagi kita sekalian. 🙂

Mau melakukan presentasi secara WOW menggunakan Blackberry Handset (Blackberry OS 10)?

Selamat siang B2B-ers,

Apa kabar anda hari ini? Setelah libur Lebaran usai, sekarang saatnya mencari sesuap nasi kembali untuk Lebaran Haji yang akan tiba sebentar lagi. 😀

Oh ya, siapa diantara kita yang sering harus melakukan presentasi depan umum? Pastinya kebayang ribetnya, musti bawa laptop, LCD Projector, belum segambreng perlengkapannya (kabel), duh… ada cara lebih mudah dalam melakukan presentasi? Jawabannya ADA tuh… kebetulan baru kelinci percobaan berupa satu buah AllShare Cast dongle milik Samsung.

Pict #1: Isi paket AllShare Cast dongle Samsung.

Berhubung baru pertama kali cobain alat tersebut, keinginan pertamanya banyak banget… dari ingin melakukan presentasi secara wireless baik dari device Samsung maupun device lain yang mendukung Miracast. Sudah pada penasaran? Mau tahu, tahu banget atau cuma mau tahu? *ha ha ha ha* 😀

Merujuk kepada judul tulisan ini, presentasi yang WOW itu menurut kami bisa dikategorikan dalam beberapa hal, yakni:
1. Materi presentasinya luar biasa
2. Cara membawakan presentasinya (presenternya) keren
3. Alat – alat pendukung presentasinya membuat berdecak kagum.

Ok, berdasarkan expektasi yang disampaikan diatas, tidak sabar rasanya untuk segera mencoba performance AllShare Cast dongle. Asumsikan saja, materi presentasi & presenternya sudah luar biasa.. mari kita lengkapi faktor WOW-nya dengan melakukan presentasi secara nirkabel. 🙂

Begitu kami ada waktu luang, segera dihubungkan 1 buah dongle ke travel adaptor (micro USB), kemudian kabel HDMI v1.3 ke TV/LCD Projector yang memiliki port HDMI, serta tidak lupa untuk membaca buku petunjuknya (berupa booklet kecil, beberapa halaman saja).

Mengikuti buku petunjuk tersebut, ternyata tidak bisa terhubung, jangan bilang device lain, bahkan device Samsung pun tidak bisa terhubung. Muncul error message seperti berikut;

Pict #2: Gagal koneksi dari GNote 8 ke AllShare Cast dongle error message.

Saran kami? Buang saja buku petunjuk penggunaan AllShare Cast dongle yang tidak berguna itu. :p

Harap maklum, karena baru pertama kali mencoba mainan ini, jadinya sempat kebingungan cukup lama juga. Mencari informasi di Internet bahkan di forum-forum seperti xda-developer juga tidak membantu. Berhubung alat saya juga pinjaman dari seorang kawan baik, yang kebetulan hanya berisi dongle tanpa aksesorisnya, sempat kebingungan, apakah si dongle rusak? atau ada kendala di Software, dan lain-lain.

Lewat tulisan ini, kami ingin membagikan 2 hal, yaitu:
1. cara mengkoneksikan perangkat baru ke AllShare Cast secara baik dan benar
2. cara melakukan mirroring tampilan dari perangkat BB10 ke AllShare Cast.

Mari kita bahas yang pertama, cara melakukan koneksi (pairing) dengan perangkat baru untuk pertama kalinya. Oh ya, AllShare Cast dongle ini hanya dapat terkoneksi (paired) ke 1 perangkat saja ya.

Langkah-langkah yang diperlukan:
A. Koneksikan kabel adaptor ke dongle (jangan di power ON terlebih dahulu)

B. Koneksikan kabel HDMI ke TV/LCD Projector (untuk kabel HDMI v1.3 ke atas, suara juga akan keluar di TV/LCD Projector; dengan beberapa pengecualian).

C.Sekarang di power on dongle-nya tunggu sampai di TV/LCD Projector muncul gambar berikut ini:

Pict #3: Tampilan petunjuk penggunaan di layar TV/LCD Projector saat idle (sebelum dongle terhubung ke handset)

D. Siapkan perangkat yang akan dihubungkan, kemudian tekan tombol reset selamat 1 (satu) detik saja. Apabila anda melakukannya dengan benar, maka lampu indikator di dongle akan berubah menjadi warna BIRU stabil (tidak berkedip-kedip).

Pict #4: AllShare Cast dongle siap menerima koneksi (Image Source: Engadget)

E. Dongle siap untuk menerima koneksi dari perangkat mobile.

Baik, sekarang saatnya kita bahas cara menghubungkan perangkat Blackberry (BB10) dengan AllShare Cast dongle tersebut. Handset BB yang akan digunakan adalah Blackberry Z3 (tentunya anda bebas menggunakan Handset BB10 / android lainnya).

1. Pada handset blackberry (BB10) yang ingin digunakan, pastikan OS yang terinstall sudah minimal versi 10.2.x.x ke atas (yang sudah bisa menginstall aplikasi Android secara native).

2. Masuk ke Settings -> pastikan WiFi dalam keadaan OFF. Apabila belum OFF, silahkan matikan koneksi WiFi.

3. Kemudian buka menu (Settings ->) Display (set wallpaper, font sizes and brightness)- kemudian scroll kebawah seperti gambar berikut ini:

Pict #5: tampilan menu Settings – Display

4. tekan pada menu “Share Screen”

5. Pada layar yang terbuka nanti, tekan pada nama Dongle yang muncul (pada contoh ini tertera: [DONGLE]BCE149)

6. Apabila koneksi berhasil, maka tampilan yang akan anda temukan adalah seperti ini:

Pict #6: Tampilan menu Settings – Display setelah berhasil terkoneksi

SELAMAT! Pada saat ini, coba anda lihat ke layar TV/LCD Projector anda, seharusnya disana telah tampil isi layar Blackberry anda. 🙂

Pict #7: Tampilan Z3 telah mirroring ke TV

Pict #8: Masih pada posisi Potrait

Pict #9: Posisi Potrait dengan 3 aktif windows di Blackberry Z3.

Pict #10: Orientasi yang ditampilkan pada TV mengikuti orientasi HH Z3 (potrait / landscape).

Proses menghubungkan perangkat Blackberry BB10 ke AllShare Cast dongle telah selesai. Silahkan menikmati isi ponsel anda di layar besar. 😀 Lumayan bisa membuat lawan bicara kita terpana dengan alat – alat kecil yang kita miliki, tapi sangat membantu sekali baik dari sisi setup maupun lain-lain. Jangan tertipu gambar, bentuk alatnya sangat mungil dan ringan sekali. 🙂 Koneksi kami perkirakan menggunakan WiFi Ad-Hoc (langsung antar perangkat), oleh karena itu di Blackberry Z3, koneksi WiFi-nya harus dimatikan baru bisa bekerja, sedangkan di GNote 8 yang sudah dual-band (2.4GHz & 5GHz), tetap bisa terhubung ke WiFi network seraya terkoneksi ke AllShare Cast dongle.

Oh ya, untuk perangkat Samsung, cukup mengaktifkan “screen mirroring” dan pilih donglenya, maka akan langsung terhubung (selama posisi lampu indikator dongle berwarna biru).

Menurut hasil pengetest-an kami, video/music/game yang diputar baik di Blackberry Z3 maupun Gnote8, suaranya keluar dari TV, akan tetapi, program untuk program Skype, suara tetap muncul dari Handset kita.

Silahkan apabila rekan-rekan memiliki pertanyaan, untuk menuliskannya pada bagian comment dibawah ini. Mudah-mudahan bisa dibantu. Sampai jumpa lagi.

 

Salam SUKSES LUAR BIASA,

– B2B –

Wireless streaming ke speakers di ruangan lain?

Setelah sekian lama absen blogging, akhirnya baru sempat ngeblog lagi nih…

Kali ini saya ingin sharing salah satu pengalaman membantu rekan saya me-wireless-kan rumahnya…. Bukannya tinggal pasang router WiFi saja?

Hem…. silahkan dibaca sampai habis, siapa tahu anda akan menemukan hal-hal / ide yang menarik untuk diimplementasikan di rumah anda sendiri. *smile*

Prolog:
Pada suatu hari, saya dihubungi oleh seorang kawan lama.. doi meminta saran mengenai HP MediaSmart Server. Tujuannya, ingin dihubungkan dengan perangkat TV (SONY Bravia 46″ Full HD) + sound systemnya. Selain untuk menonton film, juga ingin digunakan sebagai sentral penyimpanan media bagi seluruh rumah. Pada saat lain, bisa juga digunakan untuk browsing Internet.

Selain itu, karena istrinya tidak menyukai kabel, maka hubungan dengan modem broadband dan berbagai macam perangkat lainnya harus dilakukan secara wireless. Ini sudah harga mati [baca: tidak bisa ditawar – red].

Sehubungan dengan hal tersebut, di lantai 2, akan digunakan sebagai kantor kecil [well.. well… well…], jadi fungsi internet juga harus tercover.  Tentunya, sebagaimana kantor pada umumnya, di “kantor” tersedia printer, yang dapat diaccess secara wireless darimana pun. [Sudah terbayang faktor ke-asyikan-nya?]

Melengkapi faktor tersebut, masih ditambahkan permintaan untuk memutar audio secara streaming dari komputer ke perangkat tata suara [amplifier & speaker] secara wireless yang berada diruangan lain. [Nah loh? Memang bisa ya?]

Sekarang dah tertarik untuk mengetahui lebih lanjut bukan?  :p

Dalam hati pertamanya bingung, HP MediaSmart Server benda apa sih.. kok belum pernah tahu siapa yang mendistribusikan di Indonesia. Hasil googling menunjukkan beberapa “orang” yang mengaku menjual produk tersebut [contoh: HP MediaSmart Server EX475]. Di karenakan tidak ada kepastian jaminan purna jual, akhirnya saya anjurkan untuk menggunakan solusi lain..

Pertama-tama, karena ingin digunakan sebagai media center disandingkan disamping TV LED maka form factornya harus imoet tapi cukup bertaring untuk memutar film full HD 1080p; saya rekomendasikan menggunakan “mac mini”. Keyboard & Mouse so pasti dipilihkan yang wireless. 🙂

Koneksi mac mini generasi terbaru ke TV menggunakan converter Mini DisplayPort – HDMI & kabel [HDMI-HDMI]. Sedangkan koneksi ke perangkat home teather systemnya menggunakan kabel Airport Express stereo connection kit with monster cable [kabel ini tidak masuk ke Indonesia; jadi harus pesan via Online Store Apple; dan dikirimkan ke Indonesia via DHL].

Agar lebih nyaman dalam menonton film menggunakan mac mini, jangan lupa untuk menambahkan sebuah remote control apple.

Next…
tempat penyimpanan media filesnya dimana donk? Sehubungan dengan permintaan doi agar bisa melakukan wireless “streaming” dipilih juga solusi dari apel kroak.

Untuk WiFi routernya, digunakan Time Capsule 2TB.. Kemudian ditambahkan 2 buah WiFi extender; 1 untuk ke lt. 2 + 1 lagi ke ruangan lain untuk streaming media menggunakan AirTunes.

Oh iya, mundur sejenak.. solusi printer wirelessnya pakai apa donk? Printer menggunakan HP OfficeJet 6500w. w = wireless. Sistim printer dengan tinta 4 warna [C/M/Y/K], support duplex printing and scanning + fax alias multi-fungsi. [canggih ya?]

Sudah komplit?
Belum.. !!!

Pada saat implementasi, ditemukan sedikit kejutan.. wireless dari notebook DeLL yang digunakan oleh rekan saya bisa mendeteksi Internet dan berintenet ria.. akan tetapi sharing folder dari Time Capsule tidak terbaca. Hem.. something wrong somewhere….

Selidik punya selidik [dengan bantuan agen rahasia dari Sydney – mr.  .:Bob:. ], ditemukan bahwa kasus tersebut disebabkan oleh program security yang digunakan pada laptop tersebut. [note: rekan saya menggunakan NIS 2010].

Tentunya banyak rekan-rekan yang menggunakan personal firewall seperti NIS / Norton 360 / ZoneAlarm dan sebagainya… aplikasi tersebut memblock banyak hal dengan tujuan komputer kita lebih secure. Salah satu yang ikut diblock adalah fungsi share folder & printer dari Windows.

Sekedar info bagaimana menset 2 product berikut ini; karena memasukkan devices ke dalam trusted list firewall baru 1/2 dari pekerjaan kita; agar file & printer sharing anda tetap lancar jaya, lakukanlah…

1. NIS 2010
-> network setting
-> smart firewall
-> advance setting configure [+]
-> General Rules configure [+]
-> add new rule to allow communication between computer on the same subnet to communicate using TCP & UDP protocols port 135-139, 445.
-> hilangkan tanda tick pada bagian “block” windows files & printer sharing; block windows device discovery; dst.
-> OK
-> OK lagi.

2. ZoneAlarm
-> Firewall
-> Trusted zone Security [click custom]
-> tick at “allow incoming UDP ports; kemudian masukkan 5353
-> tick at “allow outgoing UDP ports; kemudian masukkan 5353
-> OK

That’s all.. sekarang, sudah bisa kelihatan devices di network.. and the work is complete. 🙂

Walaupun review kali ini tanpa gambar, kami doakan selalu semoga berguna bagi rekan-rekan sekalian…

PS:
Bagi yang membutuhkan saran berhubungan dengan technology computers, gadgets, audio & video conferencing system, visual untuk event, dan lain-lain silahkan menghubungi kami via e-mail di Online[at]BduaB.com atau tel: (021) 726-2985.

Salam SUKSES LUAR BIASA,

B2B SOLUTION
http://www.BduaB.com
http://www.BduaB.com/eShop

%d bloggers like this: